Susi Jadi Ibu Yang Pilih Kasih, Ya?

Pagi ini, Binbin membantuku mencuci baju. Dia mengisi penuh embernya dan mengisi dengan bubuk detergen sebelum aku sempat mengambilnya. Yang membuat aku sangat terkejut adalah ketika dia berusaha membuat busa dengan campuran detergen tersebut dan kemudian merendam dirinya seperti layaknya mandi. Hahahaha ….
Si batita-ku ini memang super aktif. Namun aku tidak menyangka jika dia juga suka bereksperimen. Memang cukup sering aku membersihkan bedak di tempat tidur, lemari, maupun lantai. Atau, tiba-tiba sabun mandi habis – meski aku pernah memergokinya sedang bermain sabun di kamar mandi sendiri. Atau minyak wangi, bedak, atau lipstick  yang baru kubeli habis.
Aku lebih sering memarahi Destin, tentu saja. Logikaku lebih menerima jika si lima tahunku itu yang bereksperimen. Tapi dia selalu mengatakan tidak, dan kujawab, berbohong adalah dosa yang sangat besar. Seperti menggendong gunung yang semakin lama semakin besar. Entah karena kecewa, atau karena marah, cukup sering kudapati Destin mencubit atau mendorong adeknya. Duhh …
Sejak pagi aku jadi merasa tidak enak pada sulungku itu. Mungkin memang benar Binbin yang selalu bereksperimen dahulu. Bukti lainnya sih ketika hujan kemarin, Binbin asyik bermain mobil-mobilan di luar, bermain lumpur, sementara si kakak asyik bermain denganku di dalam. Aduuhh … maafkan mama, ya destin. Mama tidak bermaksud pilih kasih, hanya tidak menyangka jika Binbin sekreatif itu.
Share:

5 comments:

  1. harusnya gimana ya mbak yg benar? bisa dijadikan pembelajaran buat aku nih

    ReplyDelete
  2. wah.. kasian destin, mungkin dia jelous mom karna seolah binbin dilindungi mamanya (ini pendapatku pribadi). Mungkin setelah tau pelakunya, mba susi lebih baik bersikap arif, siapa yang berbuat, dia yg harus bertanggung jawab (mis. merapikan yg telah dibuatnya berantakan). Maaf ini hanya saran saya loh ya, karna saya yakin mba susi jauh lebih berpengalaman dibanding saya, ya kan?? hehe..

    ReplyDelete
  3. Mbak Lia: Aku pernah nulis di blog duniamamasusi tentang cara mengatasi kecemburuan si kakak terhadap adeknya. ttp://duniamamasusi.blogspot.com/2009/07/sepenggal-cerita-siasat-menghadapi-rasa.html
    Hanya saja, rasanya sulit percaya bahwa anak usia 23 bulan bisa sebanyak itu bereksperimen. Setiap hari aku bekerja disamping mereka, benar2 beristirahat untuk bermain jam 12-13 siang. Setelah itu bekerja kembali, jadi mataku tidak bisa selalu fokus ke mereka. Ternyata ... Anak jaman sekarang memang berbeda, ya mbak. Mungkin terlalu banyak nonton Teletubbies, brainy baby, dll jadi mereka kreatif di usia dini.

    ReplyDelete
  4. Mbak Herien; terima kasih sarannya, mbak. Memang seharusnya begitu. Mungkin bisa ditambah saran untuk memberitahu kesalahan anak usia 23 bulan? aduuuh ... aku bingung cara memberitahunya, mbak. Jika dimarahin hanya bilang "heh?" dan tertawa.

    ReplyDelete
  5. setiap ibu punya pertimbangan tersendiri. tergantung gmn orang menanggapinya..:)

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkenan meninggalkan jejak di sini. Mohon tidak memasang iklan atau link hidup di sini. :)

Sahabat Susindra