Say No to Cinlok dan TTM

Secara kebetulan dan sambil lalu, Susi & Papa Indra nonton Insert TransTV sambil makan siang. Sudah lama sekali sih Susi ga pernah nonton infotainment, apalagi mas Indra, selalu meledek kalo kebetulan berhenti di acara itu. Jadi, Susi tahu berita-berita gosip dari yahoo! saja.
Kebetulan sekali sedang membahas putusnya artis siapa - Susi lupa - karena "mungkin" terlibat cinlok. Entah benar ato tidak, itu sih bukan urusan Susi. Tapi kata cinlok itu mau tidak mau mengusik Susi. Dengan agak intens, kulihat ekspresi mas Indra karena ada nada aneh ketika mas Indra mengatakan "lagi-lagi cinlok." Kebetulan Susi dikaruniai kepekaan ekstra dalam membedakan intonasi seseorang - makanya Susi jadi ingat keadaan kami. Apakah Papa punya rasa khawatir jika istri tercintanya kelak terlibat cinlok?
Di Rumah Susindra, memang selalu ada pemuda-pemuda tanggung usia 24-an yang menginap berhari-hari, bahkan berbulan-bulan. Salah satunya sepupu jauh yang sudah tidak memiliki hubungan darah. Kebetulan, mas Indra juga mempercayakan Susi dan anak-anak secara penuh pada Dwi - namanya. Apalagi papa sering keluar kota, dan karena Susi tidak bisa naik notor, dia juga sebagai supri.
Susi tersenyum mengingat pikiran buruk yang mungkin terlintas di benak Papa. Karena pikiran ini juga pernah terlintas di benak Susi. Bagaimana jika suatu hari ... Susi ga munafik, ya? Susi tahu resiko yang akan ditanggung. Dengan intens-nya kedekatan kami, hal-hal seperti itu mungkin terjadi, meski Susi menganggap dia murni adek. Bukankah selalu ada setan yang membujuk, merayu, menggoda, atau bahkan sekedar mengingatkan atau menunjukkan kemungkinan itu?
Bicara soal setan, hmm .... aku kenal banget makhluk lakhnat ini. Makhluk yang super jenius. Dia mengingatkanku akan kemungkinan TTM dan betapa asyiknya. Hih! Aku jijik karena pernah terlintas seperti itu. Apalagi kemungkinan sangat terbuka luas. Hi...
Ketika dia tak berhasil membujukku secara sadar, menunjukkan bukti-bukti, atau apapun, dia memberiku mimpi. Aku masih ingat sekali setting dimimpi itu adalah kami nonton TV bertiga. Susi dandan cantik dan bertanya "Pa, mama cantik ga?" Papa jawab "Cantik sekali". Dengan manja Susi bertanya "Cantik seperti perempuan lain? Susi perempuan, ya?" (Pertanyaan Susi aneh, ya? Hehe). Masih dimimpi, papa jawab "Kamu perempuan yang sangat cantik. Semua orang pasti suka." Masih mengoda, Susi bertanya, "Bener, nih? Susi perempuan?" (Susi heran kok pertanyaannya seperti itu, ya? Hihi.) Papa menjawab dengan santai, "Kamu 100% perempuan. Kamu mau coba, Dwi?" Hah!!!! Susi bangun dengan tertegun. Kaget sekali. Meski sekedar pengingat bahwa TTM adalah hal yang mungkin terjadi, tapi aku benci sekali karena mimpi itu. Aku harus istighfar berkali-kali. Setan dari neraka jahanam!
Jika teman-teman ada yang mengalami hal serupa seperti Susi, jangan sekalipun menuruti keinginan setan, ya. Percayalah, setan itu telah wisuda secara summa cumlaod beribu-ribu kali. Jadi d\setan jauh lebih pandai menghipnotis kita melebihi ahli hipnotis yang pernah ada. Dia bisa membisikkan apapun secara kasat. Jadi harus terus waspada. Selalu ingat dan hargai pasangan kita agar terhindar dari TTM ato cinlok. Jangan sampai kita terkecoh dan tanpa sadar telah TTM atau cinlok. Jika ternyata sudah, segera kembali ke jalan yang benar dengan pasangan kita.
Oh ya, jangan pernah menurut pada fikiran, pasangan kita tdak pandai di ini atau kurang itu, dll. Meski kelihatannya murni fikiran kita, tapi itu sebenarnya adalah bisikan setan. Kita harus mampu menyesuaikan diri dengan kelebihan dan kekurangan pasangan kita dan mengambil jalan yang terindah. Kita tidak pernah tahu apa yang menanti kita di depan, kan? Daaaan .... jangan sekali-kali merubah kebiasaan pasangan. Lebih baik menjadi diri yang terbaik, so ... suami/kekasih akan makin cinta dan menyesuaikan diri dengan kita. naaaahhh.... tanpa sadar dia sudah berubah demi kita tanpa diminta, kan?? Jadi, Say No to Cinlok dan TTM, ya....
Share:

4 comments:

  1. Gara-gara cinlok ada yang dapet jodoh juga lho..

    ReplyDelete
  2. semoga setan2 itu jauh-jauh dari kita ah

    ReplyDelete
  3. Mas Ozzys: Cinlok boleh asal lom punya pasangan, kan? hehe...
    Mbak Lia: AMIN, mbak AMIN. Ini sih pengingat juga buat Susi. :aa:

    ReplyDelete
  4. Nice Article, inspiring. Aku juga suka nulis artikel bidang Bisnis dan Kesehatan di blogku : http:// www.ptmsi.net, silahkan kunjungi, mudah-mudahan bermanfaat. thx

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkenan meninggalkan jejak di sini. Mohon tidak memasang iklan atau link hidup di sini. :)

Sahabat Susindra