Petualangan Naik Bis Jepara – Bangsri

Sejak menjadi working mom, setiap berangkat kerja, Susi selalu naik bis. Selain lebih mudah karena rumah maupun kantor di depan jalan raya, biayanya pun lebih hemat. 
Sejauh yang Susi lihat, sebagian besar bis Jepara – Bangsri mempunyai TV lengkap dengan DVD Player. TV ini akan di setel kenceng-kenceng melebihi batas normal telinga Susi. Video yang paling sering disetel adalah aksi panggung grup dangdut Romansa yang dibajak dari video pernikahan atau sunatan. Jadi ya nama penanggap Romansa berkelebatan di Newsflash Video. Padahal aksi penyanyinya sangat syur dan membuat Susi sangat malu melihatnya. Astaghfirullah hal adzim.
Jika menemukan bis seperti ini, Susi jadi asyik menekuni hoby lama yang aneh yaitu memperhatikan tingkah polah orang sekitar dari balik jendela bis sambil mengasah imajinasi. Susi berusaha menebak apa yang dipikirkan orang-orang, bagaimana dia sampai di sini, apa profesinya, bagaimana wataknya. Something like that, lah. Pokoknya berimajinasi ria siapa tahu fix dengan karakter tokoh fiksi yang tengah Susi kembangkan.
Pagi ini sedikit lebih istimewa karena Susi naik bis yang tidak biasa. Masih standard TV & DVD Player, tapi musik yang disetel adalah kompilasi bajakan grup band Wali dari album religi namun dicampur juga dengan video-nya Fabrizio Faniello yang I No Can Do. Yang istimewa bukan videonya, namun tingkah laku kondekturnya yang sangat sopan. Dia membantu sopir  membersihkan kacanya yang berembun karena hari ini hujan lebat, dia dengan sopan menurunkan penumpang dengan payungnya. Kebetulan juga hari pagi ini mengisi bensin di pomp bensin Suwawal. Tetap dalam pengawasanku, kulihat kondektur membuka dengan cekatan penutup tangki bensin dan membersihkan tutupnya dengan tekun. Tersenyum pada petugas pomp bensin. Karakter yang selalu membuatku kagum. Kuharap kelak aku bertemu dia sebagai orang kaya yang sukses karena profesi kondektur saja dia kerjakan dengan tekun dan professional, bayangkan jika dia menjadi manager. 
Bukan hanya kondektur yang menjadi obyek pengawasanku, para penumpang dan sopir juga. Satu yang Susi garis bawahi, ini adalah pertama kalinya Susi naik bis dengan penumpang lebih dari 3 orang. Setengah menghayal, mungkinkah para penumpang hafal dengan bis yang dikendarainya sehingga menaiki bis yang sama denganku? Karena ini pertama kali Susi naik bis yang bebas umpatan sopir pada kondekturnya. 
Masih ada banyak petualangan naik bis yang akan aku alami selama menjadi working mom. Terima kasih sudah membaca sampai akhir. 

Share:

6 comments:

  1. emang kalo lagi naik bus tuh paling asik ya merhatiin penumpang2 lain ya... :D

    ReplyDelete
  2. aku juga dulu naik bis akhirnya banyak kenalan karena selalu satu bis dijam yg sama

    ReplyDelete
  3. Arman: Benerr banget.
    Mbak Lia: Petualangan yang seru, ya mbak. :D

    ReplyDelete
  4. wah jadi inget dulu waktu kerja di daerah jaksel, harus naik bisa selama 1 jam-an (kalo macet)...aku ngga bisa tidur di bus, jadi yang dilakukan adalah sama seperti mbak susi, memperhatikan tingkah polah orang2 disekitar.....

    ReplyDelete
  5. Mbak Nia: Lebih enak daripada melamun, ya mbak?

    ReplyDelete
  6. saya paling menghindari mbak, naik bis dkk. mabukan jadi orang ...mudahan ntar2 bisa kebal

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkenan meninggalkan jejak di sini. Mohon tidak memasang iklan atau link hidup di sini. :)

Sahabat Susindra