Review Film Breaking Dawn

Salah satu film yang paling saya tunggu setelah Harry Potter adalah film Breaking Dawn. Dan saya beruntung telah menyaksikan film. Apakah seberuntung itu? Tidak. Saya tidak puas dengan film ini. Film yang digadang-gadang akan sangat fenomenal ternyata menurut saya membosankan. Bahkan gosip bahwa pernikahan Edward Cullen dan Bella Swan akan lebih mewah dari pernikahan pangeran William dan Kate Middleton ternyata hanya isapan jempol. Hehe... kira-kira siapa penyebarnya ya? Twi-Hard, mungkin? Sahabat tahu kan deskripsi Twi-Hard? Yah, sekelompok orang yang sangat nge-fans pada film Twilight hingga mau melakukan apapun demi cintanya pada 3 tokoh rekaan Stephanie Meyer yaitu Edward, Jacop dan Bella. Versi penggemar normalnya lebih suka disebut twilighter. Mungkin saya belum termasuk Twilighter karena hanya suka baca buku dan menonton filmnya tanpa terfikir untuk membeli bukunya. Pinjem aja sudah cukup. Hehe...


Film dimulai dengan Jacob yang memutuskan menjadi serigala setelah membaca surat undangan pernikahan Bella dan Edward, kesibukan Bella belajar memakai high heels, persiapan pesta pernikahan keluarga Cullen dan tak lupa kegalauan Edward akan masa lalunya serta kekecewaan Charly, ayah Bella. Hanya butuh 10 menit untuk mendeskripsikan detail ini. Tapi bagian yang terlama dan sangat membosankan adalah pada saat pernikahan Edward-Bella. Saya hampir menyerah karena menyaksikan pesta ini selama 19 menit! Jujur saja saya bosan sekali dengan aneka pidato di pesta mereka. Usai pernikahan digambarkan dengan detail persiapan malam pertama Bella - lagi-lagi secara detail dan lama. Pasca 2 scene inilah saya mulai enjoy lagi menontonnya. Apalagi suguhan gambar tempat bulan madu mereka memang bagus sekali. Namun ketika sampai menit ke 45 dan bulan madu Edward-Bella belum usai? Saya tak tahan untuk mengatakan (sekali lagi), film ini sangat membosankan.

Cerita di film Twilight Saga - Breaking Dawn sangat mirip bukunya hingga saya agak menyesal telah membaca buku tersebut sebelum menonton filmnya. Imaginasi kita ketika membaca buku itu bisa dikatakan sama. Vampire yang shock (hehe... saya senyum di scene ini), pertikaian Jacob dan Rosalie karena kandungan Bella, proses kehamilan Bella yang membuat semua keluarga cemas, bahkan tubuh kurus Bella yang mirip orang Etophia karena darahnya dihisap jabang bayi Renesmee pun sama. Namun di bagian ini, meski sebenarnya animasi, membuat saya takjub. Oke, memang salah satu kelebihan para aktor Twilight Saga memang sangat total memainkan film ini sehingga banyak twi-hard yang menganggap mereka nyata Ada. Dan di film ini, w.o.w. .... (Tentu saja.... semua aktor/aktris sekelas internasional memang harus super bagus, kan?). Meski begitu, saya akan sangat menanti-nanti film Breaking Dawn 2 karena memang pasti sangat bagus. Saya sertakan beberapa video, ya...

Cuplikan film Twilight Saga - Breaking Dawn part 1

Preview Twilight Saga - Breaking Dawn Part 2

Okey, sekian untuk review film Breaking Dawn kali ini. Twilight-er & Twi-hard, jangan marah ya karena saya berpendapat film ini membosankan. Yang belum menonton, buruan nonton, ya.... Ini hanya pendapat saya saja. Lebih banyak yang mengatakan film ini bagus.
Share:

13 comments:

  1. belum nonton mbak, udah baca bukunya sih jauh2 hari. Tapi lagi nggak minat nonton, haha kayaknya emang ngebosenin ya part.1nya-rasanya Bela masih jadi manusia kan mbak ini? saya lupa-Belanya diubah jadi vampir pas lagi hamil, setelah melahirkan atau sebelum menikah???

    ReplyDelete
  2. iya, kata temenku...part 1 nya emang sangat snagat membosankan, jelek sekali...

    jadi gak pingin nonton

    ReplyDelete
  3. aku udah nonton nih weekend kemarin penasaran sama filnya ajawalaupun jalan ceritanya udah tau karena baca novelnya

    ReplyDelete
  4. dari pertama sampai yang sekarang belum punya niat sama sekali buat nonton ahahahahha masih memilih sherlock holmes deh... atau teater :)

    ReplyDelete
  5. dari beberapa buku yang difilmkan, saya lebih senang membaca bukunya dibanding menonton filmnya. salah satu yang mengecewakan adalah film AAC yang menurut saya pribadi, tetap menarik bukunya. Tapi semua kembali kepada selera.

    ReplyDelete
  6. saya masih belum tertarik untuk menonton film bu..
    padahal pengen, tpai tetep blm mau :D

    ReplyDelete
  7. kata tante Susi aja membosankan, apalagi kalo aku yang nonton. bisa2 laptop yang nonton aku, bukan aku yang nonton laptop. wkwk

    ReplyDelete
  8. Yeah, I couldn't agree more with Syfia :D gg tertarik sama sekali sama ini film #no offense :D

    ReplyDelete
  9. Hehe saya baru nonton yang pertama yang Twilight~ seterusnya kok gak tertarik ya :D :D

    ReplyDelete
  10. aku udah nonton mba,filmnya sangat recommended buat di tonton bersama pasangan,hehehe

    ReplyDelete
  11. Errr...aku termasuk yg ga kepengen nonton mba hihihih

    ReplyDelete
  12. della aulia aidilJuly 3, 2012 at 7:31 PM

    kalau saya blm nntn jg blm bca buku nya , pnasaran bgt sm filmny. Kira2 udh ad dvd ny gk, bsa d bli dmana?

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkenan meninggalkan jejak di sini. Mohon tidak memasang iklan atau link hidup di sini. :)

Sahabat Susindra