Hadiah Istimewa Untuk Budhe


Lusa budhe akan berulang tahun yang ke 50. Sara sudah sibuk bertanya pada bunda, ayah, juga nenek, hadiah apa yang akan diterima budhe dengan senang hati. Sara ingin memberikan kado istimewa untuk budhe. Bukan hadiah mewah karena Sara masih anak kuliahan. Semakin banyak bertanya, Sara semakin bingung mana yang dipih untuk kado istimewa budhe.
“Budhe-mu suka membaca. Mengapa tidak kamu belikan sebuah buku La Tahzan saja? Ada beberapa seri yang bisa kamu pilih. Pasti budhe sangat suka.” Saran ibu yang juga gemar membaca.
“Ah, wanita. Pasti budhe-mu lebih suka dibelikan sebuah baju atau sandal bagus.” Timpal ayah tak mau kalah.
“Tapi budhe Lis sudah sering beli baju bagus, yah.” Sanggah bunda. 
“Makanya lebih baik beli baju saja biar dia senang.” Jawab Ayah tak mau kalah. “Apa sih hadiah istimewa untuk wanita selain uang, baju, sandal atau perhiasan? Tak perduli almari penuh kalian selalu belanja dan belanja.”
“Ayaaaah.... bunda ingin tampil istimewa untuk ayah.” Kata bunda sambil mencubit ayah. Ayah pun tertawa dan balas mencubit bunda.
“Iya, bunda sayang.... Ayah mengerti.” Kata ayah sambil mengedipkan mata.
Sara yang tak tahu mana saran terbaik memutuskan bertanya pada nenek keesokan harinya.
“Budhe-mu paling suka bunga anggrek bulan. Kamu bisa beli sebuah bunga di toko bunga di ujung jalan sana.” Saran Nenek.
“Bunga anggrek, nek? Koleksi Budhe sudah cukup banyak. Apa istimewanya?” Tanya Sara.
“Nduk.. memberi itu bukan tentang bagus tidaknya. Bukan mahal tidaknya. Dan bukan penerima punya atau tidak. Memberi itu harus dari hati. Tulus. Karena rasa sayang. Maka hadiah apapun akan selalu istimewa.”
Sara kembali ke kamar dan merenung. Setidaknya ada 3 opsi bagus yang dia punya. Buku, baju dan bunga. Semuanya budhe suka.
Sara mencoba membayangkan sosok budhe yang cantik dan sabar. Sara merasa banyak mendapat limpahan kasih sayang dari budhe sehingga di ultah budhe, Sara ingin dia mengungkapkan rasa sayangnya. Budhe termasuk keluarga kaya dan terpandang. Namun budhe tak dikaruniai seorang anak. Sara sering menginap di rumah budhe ketika libur sekolah. Dan sudah bisa dipastikan, budhe akan menemaninya di kamar sampai tertidur. Budhe selalu memanjakannya dengan banyak hadiah dan uang. Hadiah apa yang istimewa untuk budhe? 
Sarah memejamkan mata kembali dan membayangkan sosok budhe. La Tahzan.... jangan bersedih. Jangan bersedih. Ya, tentu saja. Meski budhe terlihat selalu bahagia, namun budhe kesepian karena merindukan seorang anak. La Tahzan.... dan Anggrek bulan berwarna putih. Itulah hadiah istimewa untuk Budhe. Budhe pasti suka sekali.
*******

Pada bagian akhir dari artikel diberi kalimat penutup berbunyi : Artikel  ini dikutsertakan dalam Kontes Menulis Cerita Mini




Share:

6 comments:

  1. telat daftarnya ya mbak. budhe banyak mendapatkan kiriman bunga

    ReplyDelete
  2. @Lidya - Mama Pascal: Nggak apa-apa, mbak. Hanya telat daftar saja kok. Yang pentingkan tetap bisa membuktikan ternyata saya mampu menulis cermin dalam waktu kurang dari 30 menit. Prestasi tersendiri bagi saya. Sayang tadi keasyikan edit & Binbin minta ke kamar mandi tuk Bab. :)

    ReplyDelete
  3. Bude'nye pastii seneng banget dapet hadiah dari sara :D pinjem buku la tahzannya dong...heheh

    ReplyDelete
  4. aku lebih telat lagi mba, baru buka laptop nih. ini isi ceritanya bagus, bahasanya sehari-hari dan mudah dimengerti. bravo mba Sus

    ReplyDelete
  5. Bagus mbak ... dan aku punya juga buku-nya Asma Asma Nadia itu.

    Aku juga telat daftar .. hehe

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkenan meninggalkan jejak di sini. Mohon tidak memasang iklan atau link hidup di sini. :)

Sahabat Susindra