Film The Countess


Pengen menulis sebuah review dan synopsis film lagi. Kali ini saya pengen menulis tentang film The Countess (2009). Film lama ini baru saya tonton dan saya terkesan pada kebrutalan dan kedalaman ceritanya sampai saya melewatkan film eat pray love di Trans TV tanggal 14 Februari lalu. Padahal menonton di DVD kan bisa kapan saja ya. Film yang berfokus pada psikologi manusia dan drama masa lampau memang sering membetot ketertarikan saya. Sama seperti Les Miserables yang sudah saya buat sinopsis Les Miserablesdan review Les Miserables.

Film The Countes ini merupakan salah satu versi legendaries dari Elizabeth Báthory atau Countess Elizabeth Báthory de Ecsed. Ia seorang bangsawan dari Hungaria. Elizabeth Báthory (7 Agustus 1560 – 21 Agustus 1614)
foto Elizabeth di usia 16 tahun

yang juga dikenal sebagai the Blood Countess atau Countess Dracula. Salah satu tokoh legendaries untuk cerita bertema serial killer dan vampire. Ada beberapa diary Elizabeth Báthory yang ditemukan dan menceritakan pembunuhan dan penyiksaan. Buku tersebut tersimpan aman di pusat arsip Budhapest. Ada kabar satu buku dicuri. Menurut buku diary yang ditemukan, ia selalu mandi darah perawan agar terihat awet muda. Buku ini tak pernah ia akui. Namun buku ini melegenda hingga banyak film yang dibuat berdasarkan “pengakuan” ini. Ia telah membunuh lebih dari 650 perawan antara tahun 1585-1610. Meski begitu, ia hanya didakwa untuk 80 kematian perawan dari kalangan bangsawan. Ia ditangkap  Thurzó di Csejte Castle bersama 4 pelayannya pada tanggal 30 desember 1610. Raja meminta Elizabeth dihukum mati agar ia tak perlu membayar hutangnya pada Elizabeth. Elizabeth di panjara di kastilnya sendiri dan meninggal 4 tahun kemudian. Ia dimakamkan di istananya sendiri namun akhirnya diambil oleh keluarga Bathory dan dimakakan ke pemakaman pribad Bathory. Keempat pelayannya dihukum mati. Itu versi kisah nyatanya. Bagaimana dengan kisah filmnya? Agak dilebihkan di bagian kisah cinta dan ambisi bangsawan Thurzo untuk mendapatkan seluruh kekayaan Elizabeth.

Film The Countess mendekati kisah kehidupan nyata Elizabeth Báthory. Film dibuka dengan kelahiran Elizabeth Báthory pada tahun 1560. Sejak kecil Elizabeth dididik dengan sangat keras oleh ibunya. Ia diajarkan kekejaman dan tidak mengenal belas kasih. Elizabeth remaja yang sedang hamil tua harus menyaksikan kekasihnya sendiri disiksa dan dibunuh dengan kejam. Dan ketika bayi laki-laki terlahir. Sang ibu meyakinkan ia takkan pernah melihat sang bayi lagi.
Čachtice Castle di lihat dari atas
Elizabeth Báthory (Julie Deply) dinikahkan dengan Ferenc Nádasdy yang sangat suka berperang. Mereka tinggal di Čachtice Castle (yang juga hadiah pernikahan dari suaminya). Pasangan ini memiliki 2 anak perempuan dan satu anak laki-laki. Elizabeth  menguasai 4 bahasa Asing dan sangat suka sains. Ia mendirikan rumah sakit untuk orang miskin. Bersama dengan Anna Darvulia (penyihir), Elizabeth mengatur pertahanan kastilnya. Sejak kecil Elizabeth menolak anggapan bahwa hanya laki-laki yang bisa mengubah dunia sementara wanita harus patuh pada takdirnya. 

Suami istri Ferenc ini sangat ditakuti bangsawan lain termasuk raja. Ferenc Nádasdy meninggal sepulang dari perang dan dilaporkan terkena wabah dari medan perang. Sepeninggal Ferenc, Elizabeth ke Vienna untuk menagih pembayaran perang suaminya pada raja Matthias II. Raja Matthias enggan membayar hutangnya yang sangat besar. Pada malam harinya, Elizabeth pergi ke pesta dansa. Ia menolak lamaran Count Turzo  (William Hurt) namun terlibat cinta mendalam pada anaknya, István (Daniel Brühl). Elizabeth dan István terlibat cinta mendalam. Sang ayah, count Turzo menikahkan István pada anak bangsawan berpengaruh di Denmark. Ia juga menyusun rencana membalas dendam pada Elizabeth. Dengan bantuan Dominic Vizakna, ia membangkitkan kekejian dan keputusasaan Elizabeth karena cintanya pada István berakhir. Hanya dengan sedikit usaha, Elizabeth meyakini bahwa darah perawan akan membuatnya semakin muda dan cantik. Bahkan nasehat Anna Darvulia, orang kepercayaan sekaligus kekasih wanitanya tak mampu mencegah kegilaan Elizabeth.
Cinta yang membutakan Elizabeth
Elizabeth meyakini bahwa cintanya terhalang usia. Ia menjadi terobsesi pada kemudaan. Suatu pagi ketika memukul seorang pelayan muda, darah memercik di wajahnya. Pantulan cermin kaca memperlihatkan wajahnya menjadi lebih muda. Sejak itu ia terobsesi mandi darah perawan agar terlihat muda. Ratusan wanita diculik, termasuk anak para bangsawan sekitarnya. Akhirnya raja Mathius II setuju menandatangani penangkapan Elizabeth dengan tuntutan melakukan kejahatan sihir. Kejahatan yang diganjar kematian pada saat itu.

Elizabeth ditangkap dan dipenjara di kastilnya sendiri. Yang menangkapnya adalah kekasihnya sendiri István  - atas perintah ayahnya. Elizabeth yang cerdas segera menyadari bahwa ia adalah korban konspirasi negara sekaligus menyadari usaha musuhnya, count Turzo untuk mengambil alih seluruh kekakyaannya. Di akhir cerita Elizabeth bunuh diri dengan menggigit tangannya sendiri dan dikubur tanpa pemakaman. Dari scene terungkap bahwa Count Turzo berada di balik semua kejadian dengan memanipulasi kekejian Elizabeth. Ia mendapatkan seluruh harta Elizabeth Báthory.

Film ini termasuk film psikologi - thriller yang bagus. Julie Deply yang keturunan Amerika-Perancis seperti biasa bermain total. Ia adalah pemain utama sekaligus sutradara di film ini. Aktris yang cerdas ini juga mempunyai film terbaru di tahun ini, Before Midnight (2013). Before Midnight adalah kelanjutan dari film Before Sunrise (1995) dan Before sunset (2004). Di film ini Julie Deply selain menjadi pemain utama juga menjadi penulis naskah. Suara merdunya juga menyumbang lagu di beberapa film. Dan baru-baru ini ia juga mencoba menjadi produser-sutradara-penulis-pemain utama di film 2 days in Paris (2007) dan sequelnya 2 days in Ney York (2012).
Sekian dulu ya sinopsis The Countess dari saya. Mumpung sedang suka membuat aneka review dan sinopsis, saya akan menulis lagi review-sinopsis film yang saya suka genre-nya.

Selamat menonton


Tertarik dengan sinopsis film horor Amerika populer lain yang sudah saya tulis?

Share:

11 comments:

  1. waah riviewnya keren ..

    mau ikutan nulis riview Mba? dapet pulsa pula ?

    mampir ke blogku ya

    http://www.nchiehanie.com/berbagi-pulsa-gratis.html

    ReplyDelete
  2. ijin berbagi kata motivasi yaa
    " janganlah kau buat kekeliruan sebagai sesuatu alasan, dikarenakan semestinya ia jadi motivasimu tuk terus mengambil langkah ke depan"
    thx :)

    ReplyDelete
  3. ijin berbagi kata motivasi yaa
    " janganlah kau buat kekeliruan sebagai sesuatu alasan, dikarenakan semestinya ia jadi motivasimu tuk terus mengambil langkah ke depan"
    thx :)

    ReplyDelete
  4. mbak susi lagi suka nonton ya. tapi berguna juga nih mbak buat aku kalau mau cari film :)

    ReplyDelete
  5. film psikologi thriller? berarti ada tegang2nya y mbak.. :)

    ReplyDelete
  6. Waaah..., reviewnya lengkap neh..., jadi kepengen nonton saya. Makasih banyak ya... Salam kenal dari Jogja.

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkenan meninggalkan jejak di sini. Mohon tidak memasang iklan atau link hidup di sini. :)

Sahabat Susindra