Tragedi Pesta Lomban di Jepara

Kamis kelabu. Frasa ini yang paling tepat untuk mendeskripsikan hari itu, Kamis 15 Agustus 2013. Pagi dibuka dengan cuaca “bersahabat”. Pagi nan teduh. Ribuan wisatawan bersiap menuju titik-titik pesta Lomban Jepara. Tak ada yang tahu, peristiwa apa yang menanti mereka.

Mungkin ada yang bertanya apa itu lomban? Lomban adalah pesta para nelayan di Jepara khususnya, dan di sekitar pantura pada umumnya. Dilaksanakan pada hari ke delapan atau hari yang sama dengan hari lebaran. Puluhan tahun lalu, pesta lomban ini hanya milik para nelayan. Kemudian pemerintah menjadikannya sebagai kegiatan wisata dan digarap serius. Pada akhir Ramadhan sampai tanggal 10 Syawal, pantai Kartini penuh sesak dengan wisatawan. Dan puncaknya adalah pada hari ke delapan. Pada perkembangannya, pesta Lomban menjadi acara tahunan warga kota sekitar Jepara juga, seperti Kudus, Demak, dan Semarang. Pesta Lomban sangat identik dengan kata Jepara. Jika ingin tahu pasti sejarah dan tata laksana pesta lomban, saya sudah menjelaskannya secara rinci di posting Tradisi Lomban dan Sedekah Laut.
Prosesi larungan kepala kerbau di pesta lomban Jepara-foto pinjam Anseh
Kamis kelabu, pada Lomban 15 Agustus 2013 ini. Ketika arus pulang pergi dari dermaga pantai Kartini ke dermaga pulau Panjang dan sebaliknya memuncak. Puluhan perahu berlalu-lalang di laut sekitar. Tak hanya perahu Sapta Pesona yang mempunyai ijin penuh. Kapal cantrang, korsen, dan kapal besar lain pun ikut mengangkut wisatawan. Puluhan perahu dan kapalmemadati pulau kecil ini. Tak hanya perahu dari Jepara, dari kota sekitar Jepara pun banyak. Dengan tiket Rp 5000/orang, banyak nelayan yang mencoba mengais rejeki. Tak ada yang meyangka akan adanya kecelakaan tenggelamnya kapal laut di pesta Lomban Jepara yang menelan puluhan korban. Kapal Johnson yang dinahkodai Subakri pun tak mau ketinggalan. Usai mengantar 80 peserta Larungan kepala kerbau yang menjadi prosesi utama Lomban, Kapal Johnson ikut bergabung mencari rejeki di pulau panjang dan akhirnya tenggelam. 

Menurut cerita kronologi yang berhasil saya kumpulkan di TKP, kapal Johnson yang berjenis kapal cantrang (dulu namanya pukat harimau) tenggelam di perairan pulau Panjang. Kapal Johnson adalah sebutan bagi kapal nelayan berjenis kapal Cantrang. Kapal sepanjang 12-an meter ini membawa 47 penumpang dan terbalik ketika akan menuju pantai Kartini. Kapal yang naas ini membawa penumpang arus balik dari pulau Panjang menuju pantai Kartini terbalik di area pulau Panjang. Sekitar 150 meter dari pulau Panjang. Kapal mundur ke belakang sekitar 150 meter sebelum mencoba berbalik arah. Pada saat itulah tiba-tiba perahu terbalik dan menumpahkan para penumpang ke laut. Para penumpang tenggelam di kedalaman laut 12 meter. Para nelayan dan pengemudi perahu di sekitar kejadian dengan sigap menolong para korban  kembali ke darat. Para saksi mata di tempat kejadian menyatakan semua korban yang terlihat telah diselamatkan. Namun masih ada banyak korban yang telah terlanjur tenggelam. Tak ada data pasti berapa jumlah korban. 35 korban menjalani rawat jalan atau inap di rumah sakit Kartini Jepara, 14 korban meninggal, dan data orang hilang 6 orang. Sampai hari ini, SAR tetap menyisir area sekitar lokasi sampai 6 hari ke depan.

Beberapa saksi dan kabar berita menyatakan kapal kelebihan muatan. Ada yang menyatakan angin dan arus kencang. Sebagian mengatakan pengemudi kapal ugal-ugalan. Sebagian lagi menyatakan kapal tiba-tiba saja terbalik. Wallahualam. Saling menyalahkan tak bisa mengembalikan tragedy yang telah terjadi. Satu yang bisa saya utarakan, menurut pendapat saya: jika dilhat dari jenis kapalnya, jumlah 47 orang tidak termasuk kelebihan muatan. Dibenak saya terbayang kemungkinan nahkoda kapal tak menguasai medan sekitar bibir pantai pulau panjang, ditambah jumlah penumpang yang menyebar di area kapal tidak seimbang kanan-kirinya sehingga terbalik ketika memutar badan kapal. Ini penggambaran terlogis menurut saya yang beberapa kali ke pulau Panjang dengan perahu nelayan tetangga saya atau perahu Sapta Pesona. Saya mengamati cara nahkoda memilah jalur jalan yang dipilih para nahkoda perahu. Kebetulan rumah saya memang sangat dekat dengan lokasi kejadian ini.
Kapal jenis Johnson - foto pinjam dari suara merdeka

Berikut daftar korban tenggelamnya kapal di pesta Lomban Jepara:
1. Ahmad Irfan Romadhon bin Ahkyat, 5 th, pelajar TK, alamat Ds. Bakalan Rt 01/I Kec. Kalinyamatan Kab. Jepara.
2. Sukarjo, 50 th, Islam, Ds. Gamong Rt 2/II Kec. Kaliwungu Kab. Kudus.
3. Junaidi, 50 th, Islam, swasta, alamat Kel. Katonsari 1/II Kec./Kab. demak
4. Rasmu, 65 th, alamat Ds. Pulodarat Rt 6/1 kec. Pecangaan
5. Adiba Haprifan zuna, 16 th, islam, pelajar alamat Perum bukit asri Jpr
6. Sukarni, 45 th, Tanah Abang 3/5 Kel. Bulu Jpr
7. Adelia, 10 th, Tanah Abang 3/5 Kel. Bulu Jpr
8. Difa, 7 th, Ds. Katonsari 1/2 Demak
9. Muh Khadar Zaki, 5 th, Katonsari 1/2 Demak
10. M. Khumaidi, 38 th, Ds. Tegowanu Wetan 5/2 Grobogan
11. Siti Rodhiyah, 45 th, swasta,
Ds. Pulodarat Rt. 6/1 Pecangaan Jp
12. Tumini, 45 th, swasta,
ds. Bungu Rt. 3/3 Mayong Jpr..
13. Zumrotun, 40 th, swasta, Ds. Kalitekuk Kec. Karanganyar Dmk
14. Muhammad Afan Andika putra bin Marasdi, 7 tahun

Semoga arwah yang meninggal dunia diterima Allah SWT seluruh amal perbuatan baik mereka, dan diampuni dosanya. Bagi para keluarga korban diberi ketabahan menerima cobaan berat ini. Amiin….


Share:

25 comments:

  1. Semoga tidak terulang kemabli di tahun-tahun mnedatang keadaan seperti ini ya Mba.

    Salam wisata

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiin.... tragedi yang sangat miris, mas.
      kapal resmi menuju pulau panjang "Sapta Pesona" memang sudah dibekali pelampung dan jaket. meski jumlah tak sebanyak penumpang, savety sudah diperhatikan. kapal yg ini murni kapal nelayan. dan saat itu puluhan kapal-perahu dari Jepara dan kota sekitar banyak yg ada di lokasi kejadian. ramai sekali.

      Delete
  2. Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Semoga keluarga korban diberi ketabahan. Semoga menjadi pelajaran ke depannya. Selalu sedih dengan berita seperti ini ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiin.... miris mbak, melihat/mendengar mobil ambulan lalu lalang di depan rumah.

      Delete
  3. Innalillahi wa innailaihi rojiun
    Aq denger kabar ini mbak, sedihnya :(

    ReplyDelete
  4. Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun. Turut berbela sungkawa atas tragedi pesta Lomban di Jepara. Semoga arwah para korban diampuni dosanya oleh Alloh Ta'ala dan mendapatkan tempat yang layak di akhirat nanti. Keluarga korban tetap tabah dan selalu mendapat rahmat dan hidayah dari Alloh Tuhan yang Maha Penyayang, amin.

    ReplyDelete
  5. turut bela sungkawa
    sempat g percaya wkt ada yg tanya ada kapal tenggelam soalnya dr pg aq posisi di sekembu mbak
    buat pelajaran banyak org ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Peristiwa seperti ini pernah terjadi ketika aku Sd kelas 5-6. tak terlalu ingat kecuali salah satu wajah korban. Kebetulan aku di sana, siap ke puau panjang juga. Tiba2 diminta turun. Aku melihat mayat anak gadis usia sekitar 8 cm, sudah biru semua dan terlihat sangat cantik dengan gaun pengantin cilik yang sedang in. Ingatan itu masih sangat jelas, meski bukan trauma. Coba bayangkan yang mengalami.

      Delete
  6. Waduh ...
    Inginnya bergembira ... malah kena musibah ya Bu
    semoga ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua
    Semoga tidak terjadi lagi

    salam saya Bu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, pak. tentunya ini pelajaran yang sangat berharga.

      Delete
  7. Innalillahi turut sedih atas peristiwa yang terjadi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, mbak. aku juga. Beruntung tak ada keluargaku, mbak. tradisi lomban yg datang dari luar kota atau Jepara jauh sana. kalo warga sekitar malah asyik mengais rejeki dengan berjualan di sepanjang jalan. malamnya baru mulai jalan2 ke pantai Kartini.

      Delete
  8. Semoga bisa dijadikan pelajaran untuk semua pihak, terutama dari pihak pengurus pantai wisata kartini Jepara agar lebih memperketat perijinan dan fasilitas keselamatan pada kapal wisata, mengingat kapal yang terkena musibah ini tidak dilengkapi dengan pengaman yang memadai.

    ReplyDelete
  9. innalillahi wa inailaihi rojiun..
    amiin, semoga arwahnya di terima di sisi Alloh SWT.

    ReplyDelete
  10. kira kira sebulan yg lalu, kami sekeluarga berwisata ke pantai bandengan. saya, suami dan 2 orang balita. kami naik perahu ke pulau panjang, nakhkodanya menawarkan keliling pulau panjang dg tambahan biaya 3rb per orang. suami langsung menolak krn membawa 2 balita dan ingin segera turun. untungnya saat balik perahu hanya terisi separo. kalau diliat, jalur perahu wisata beda dg perahu nelayan
    makanya saya dan suami sempat shock waktu dengar berita ini.
    semoga tdk terulang kembali

    ReplyDelete
  11. turut berduka sedalam-dalamnya

    ReplyDelete
  12. Semoga para korban di berikan tempat yang layak.

    Ikut berduka cita ya Mbk Sus...

    Semoga tidak terulang kembali hal yang seperti ini.

    ReplyDelete
  13. Ini berita yang paling lengkap yang saya, baca, Anda bisa menerangkan dengan jelas gambaran kapal yang ditumpangi, menerangkan dengan jelas kondisi sekitar pulau panjang, dan saya dan bisa memberi asumsi terjadinya keclakaan dan itu menurut saya yang lebih bisa dipercaya dari pada kabar yang saya dengar dari mulut kemulut.
    Saya orang jepara, tepatnya di welahan.
    Satu lagi, Anda mempunyai bakat untuk menulis berita, ini yang sangat sulit dicari dijepara.

    ReplyDelete
  14. ikut berduka cita...., sayang keselamatan tak diperhatikan

    libur lebaran kemarin kami juga menyebrang pulau di Lampung, naik perahu kecil, ombaknya kecil tapi dengan perahu kecil terasa sangat diguncang2..., takut2 asyik

    ReplyDelete
  15. ngeri ya mbk...
    allahummaghfirlahum warhamhum wa'afihi wa'fuanhum....amin

    ReplyDelete
  16. Rata-rata kecelakaan laut diakibatkan karena kelebihan penumpang.
    Dan karena suasananya ramai, maka nakhodanya juga mungkin agak buru2 biar bisa narik lagi.
    Semoga ini menjadi perhatian panitia atau penanggung jawabnya dan menjadi musibah terakhir.
    Semoga Lomban tahun depan aman goleman...

    ReplyDelete
  17. Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun.

    Semoga tidak terulang lagi. pesta rakyat yang harusnya penuh suka cita harus berakhir duka cita

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkenan meninggalkan jejak di sini. Mohon tidak memasang iklan atau link hidup di sini. :)

Sahabat Susindra