Rambu-Rambu Menjadi Orang Tua

Ceritanya, saya sedang bersemangat menulis tentang Rambu-Rambu Menjadi Orang Tua. Tiba-tiba saja ide ini muncul dan saya ingin membuatnya sebagai sebuah buku. Idenya sederhana sekali. Saya mengingat beberapa kejadian tantrumnya anak-anak di area public. Anak yang menjerit2 karena ingin dibelikan sesuatu dan tidak dituruti. Anak yang memukul ibunya di sekolah. Anak yang nampak tidak nyaman dengan lingkungannya. Pengamatan-pengamatan kecil seperti itu.

Entah mengapa, ide itu begitu mendesak sehingga sejak pagi (sebelum anak-anak sekolah), saya sudah menulis draft Rambu-Rambu Menjadi Orang Tua. Tentang hal-hal sederhana yang biasanya dilakukan orang tuanya. Sepele… tapi dampaknya besar sekali. Anak menjadi pribadi rapuh, penuntut, sulit bergaul, pesimis, cengeng, tak mudah menerima perubahan. Kurang lebih seperti itulah. Sederhana sekali kan? Semoga saja proyek ini kelar dan kelak menjadi buku.

Nah, karena saya (akhirnya) bisa bergabung di komunitas Dblogger, saya menitipkannya di blog baru saya, Catatan Wanita. Blog ini nantinya khusus untuk opini dan kontes blogdetik yang tak pernah habis itu. Suami saya sih yang selalu heboh meminta saya membuat blogdetik. Ia terlalu pede pada kemampuan menulis istrinya yang masih ala kadarnya ini. Untuk menghargai usahanya 2 hari ini naik turun kursi untuk mencari sinyal Indosat, saya mulai memantapkan diri menjadi Dblogger. Masih sederhana sekali sih, karena saking lambatnya, saya bahkan tak bisa memberi gambar atau link, tetapi oke lah. Memang harus alon-alon waton kelakon. Lihat pilihan template-nya... nggak banget ya. Hahaha... Saya sedang suka yang feminim dan sekaligus fresh, sih.

Oh iya, sudah tahu kan kalau saya juga punya blog lain yaitu Susindra, Jelajah Jepara, dan Bahasa Perancis? Kagum boleh, tapi jangan bingung ya…..
Share:

34 comments:

  1. Dunia orangtua dan anak lahan yang kaya materi.Layak digali dan ditempa menjadi artikel yang menarik, selanjutnya dibukukan
    Pilihan bijak
    Keep blogging
    Sukses selalu Jeng
    Salam hangat dari Surabaya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih apresiasinya, pakde. menjadi booster semangat bagi saya.

      Delete
  2. Replies
    1. Terima kasih mak. Hanya berusaha menullis saja.

      Delete
  3. Saya menunggu dengan sepenuh doa semoga "Rambu-Rambu menjadi Orangtua" Segera menjadi buku. Aamiin...

    ReplyDelete
    Replies
    1. InsyaAllah saya garap serius, pak.
      Terima kasih ya untuk do'a dan harapannya. Semoga sesuai

      Delete
  4. aq ngurusin Sisi Lain terus, blog yg lain terabaikan XD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kamu masih muda. nanti akan ada waktunya.

      Delete
  5. etapi itu mewakili wanita loo Mak, mawar dan merah, Romantis menurutku *

    ReplyDelete
  6. next time aku kesana tantee *ke blog tante yang lain :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jangan next time doong... sekarang aja gimana?

      Delete
  7. jadi penasaran dan langsung menuju ke tkp

    ReplyDelete
  8. alon-alon waton kelakon. menuju kesuksesan yang siap menjemput bunda..
    keep spirit...

    ReplyDelete
  9. Replies
    1. :)
      Mumpung sedang lancar ide mbak. Kopdar di Jogja kemarin benar2 membawa banyak perubahan bagi saya.

      Delete
  10. Banyak sekali mbak, semoga semangat menulis mbak menular ke saya ya mbak :)

    ReplyDelete
  11. didukung suami jadi lebih semangat donk mba :) btw, idem mba susi, saya diblog detik gak bisa pos foto n link...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kenapa begitu ya mbak? pakai kartu yg AON malah sama sekali tak bisa membuka, apalagi komentar/posting.

      Delete
  12. Keren Mbak, semoga sukses dan blognya membawa manfaat bagi sesama :)

    ReplyDelete
  13. ditunggu bukunya mbak, mau ngintip tipsnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, aku lebih nunggu tipsnya mbak Lidya loh.

      Delete
  14. Suka sama yg gambar mawar...luv luv roses :)
    Ditunggu tulisan rambu2nya, Mbak ^_^

    ReplyDelete
  15. seruu nih mba...,bs banyak belajar dr tulisan mba.
    sukses slalu mba^_^

    ReplyDelete
  16. berat banget jadi orang tua... salah sekali saja... ya sudah

    ReplyDelete
  17. Tugas ortu memang berat dan selamanya.
    tai kesalahan kecil yg segera disadari sangat wajar. yg bahaya adalah pernyataan cinta yg berlebihan hingga merapuhkan kepribadian anak.

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkenan meninggalkan jejak di sini. Mohon tidak memasang iklan atau link hidup di sini. :)

Sahabat Susindra