Seuntai Cerita Bersama Warung Blogger

Dear Warung Blogger, aku memiliki sedikit cerita yang ingin kubagi bersamamu.

Aku tak pandai menulis surat yang mendayu. Aku tak pandai merangkai kata indah dan melagu. Aku bahkan terus saja menunda-nunda membuat surat ini karena saat ini aku tak memiliki ide atau kemampuan menuliskan isi hatiku. Otakku membatu oleh lelah fisik dan sakit yang sering menderaku setiap hari Jum’at – malam Senin. Iya, ritmenya selalu sama. Hari Jum’at berarti di kening dan leherku menempel salonpas koyo agar reda pusingku, dan obat yang sudah bosan kuminum harus terus dijejalkan di tenggorokanku. Pun begitu, aku harus berlagak sama sehatnya seperti teman-teman lain karena tak mau dianggap berbadan lemah. Janji resign dari dunia crafter terus kuingkari karena terlanjur mencintainya. Menggabungkan dunia crafter dan blogger terus menjadi angan-angan yang ingin kuwujudkan.


Dear Warung Blogger,
Bulan Mei selalu menjadi bulan istimewa untukku sebagai blogger. Di bulan ini, ada kamu yang tiba-tiba hadir 4 tahun lalu. Iya, mak cekaklik kalo kata orang Jepara. Atau suddenly kalo bahasa londo sana. Satu tahun setelah sakit hatiku pada google yang menghapus blog pertamaku dan membuat kembali blog ini dengan akun baru. Aku menyambutmu dengan berbunga-bunga. Apalagi ketika aku lolos tes menjadi admin dan peramusaji di warungmu. Ah ya, tanpa kusadari, usia blog Susindra ini dan usiamu hanya terpaut satu tahun 1 hari jika ditengok dari posting pertama blog ini. Luar biasa sekali bukan? Ada satu keinginan untuk merayakannya bersamamu. Agar kamu dan ia bisa berpesta bersama. Mungkinkah itu? 

Melalui surat ini, aku ingin menyampaikan terima kasih tak terhingga karena telah mengijinkanku menjadi salah satu pengasuhmu. Aku selalu melakukannya dengan penuh bangga dan syukur. Apalagi di usiaku yang sudah tak muda lagi. Begadang dan merencanakan kamu akan dibawa ke mana membuatku selalu bersemangat. Kamu sudah seperti anakku sendiri, yang kusayang dan selalu kupikirkan ke mana langkahmu akan dibawa. Percayalah, aku dan teman-teman admin yang menjadi peramusaji ingin membawamu semakin besar dan dekat dengan para anggotanya. Kamu mau itu kan?

Dear Warung Blogger,
Sudah cukup lama aku menjadi peracik pecel dan mendoan di warungmu. Meski tak sepopuler penjaja es teh dan kopi, setidaknya aku berusaha tetap ada di sana. Melayani pengunjung warung dengan senang hati sembari sesekali menyapu agar warungmu tetap nyaman dipandang. Aku melakukannya dengan sukahati. Ikhlas karena menyayangimu. Meski tak jarang ada label galak disematkan padaku, aku menerimanya dengan bangga. Untuk sebuah warung sebesar kamu, perlu orang-orang bermuka ramah yang siap membantu, seperti halnya harus ada waktunya menarik sudut bibir membentuk lengkungan galak agar pengunjung lain tak terganggu. Kamu setuju itu kan? Kamu sendiri menghendaki agar para peramu saji di warung pandai membaca situasi. Kode etik warung blogger dijadikan sapu dan sulak agar para pengunjung yang datang selalu tertib ketika mengeluarkan pendapat. Potong potensi kekisruhan dan gesekan secepat mungkin agar tak ada seteru antar anggota. Jangan sampai warung blogger hanya menjadi tempat buang url lalu melenggang pergi tanpa kulonuwun dan menyapa sesama pengunjung. “Merepotkan,” keluh beberapa pengunjung. Biarlah. Terkadang kita perlu menarik segaris senyum dan deretan sapaan agar menjadi tempat beramah-tamah yang asyik.  16 peramusaji menempati pos masing-masing siap membantu para anggota warung blogger di grup, twitter, blog, page, Instagram, WhatsApp dan cluecities. Senang mengetahui kamu tumbuh dan berkembang. Aku senang, sungguh senang hatiku. Semoga segera terwujud pertemuan-pertemuan yang direncanakan bersama. Semoga Warung Blogger bisa lebih dekat menyapa para anggotanya. 

Dear warung blogger,
Apakah kamu sudah terkantuk-kantuk ketika membaca di sana? Maafkan aku yang tak pandai merangkai kata. Aku sekedar memungut kata dan kalimat yang bertebaran di otakku. Merangkai seuntai ceritaku bersamamu. Tapi percayalah, surat ini tulus dari hati. Mewakili banyak do’a, harapan dan kesan yang kumiliki selama bersamamu sebagai anggota maupun sebagai admin. 

Selamat untuk bertambahnya usiamu. Semoga Warung Blogger semakin besar dan menjadi komunitas yang dapat mengiringi keberhasilan seluruh anggotanya. Aamiin ya rabbal alamiin.

Peluk cium dari Jepara,
Susi Susindra

Share:

27 comments:

  1. kok aku engga di foto ya hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Foto itu setelah peserta bubar. Ikut tidak?

      Delete
  2. Peluk cium dari Bojonegoro :-*

    ReplyDelete
  3. Mbak Susi, surat ini manis sekali. Genggam erat sesama pramusaji, biar pelanggan makin betah dan bertambah :*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih Vi...
      Iya, lakukan yg terbaik kita bisa tuk membuat pelanggan betah

      Delete
  4. Mbak Susi, surat ini manis sekali. Genggam erat sesama pramusaji, biar pelanggan makin betah dan bertambah :*

    ReplyDelete
  5. Betul sekali Kak, terkadang dalam berkomunitas itu harus terus meregenerasi. Jika virus semangat tidak kakak tularkan lambat laun ia akan dilupakan. Penting menjaga konsistensi dan kekompakan. Harapan kita bersama, semoga WB makin sukses dan solid sesama anggota..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, benar. Regenerasi terus berlanjut di WB. Yg tua merangkul yg muda dan sebaliknya. Jadi semua tetap mesra.

      Delete
  6. Selamat ulang tahun, webe. Semoga makin jaya :D

    ReplyDelete
  7. pesen es teh tanpa gula satu mbakyu..

    ReplyDelete
  8. Ternyat pramusajinya banyak..kirain mbak Susi aja hehe..

    Mbak Susi, knp sering pusing jumat-malam senin? Apa kurang tidur? Atau matanya mbak Susi kecapean pas bikin bros? Istirahat mbak..semoga pusingnya hilang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kelelahan akut Say. Beberapa tahun terakhir tidurnya sangat minim. Rata2 hanya 4 jam/24 jam. Kadang malah kurang. Jadi fisiknya melemah

      Delete
  9. Selamat ulang tahun ya warung blogger, pesen pecelnya dong sama mendoan yg angetan.

    ReplyDelete
  10. Selamat ultah warung blogger, terima kasih Jeng Susi peramu saji nan setia. Surat dari seorang bunda yang mengasihi dan tumbuh bersama buah hatinya nih Jeng.
    Salam

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih Jeng Prih. Iya nih, seperti anak sendiri yg harus dijaga dan dibesarkan.

      Delete
  11. bener-bener anugrah ya mba kalau bisa menemukan komunitas yang klik..happy milad warung blogger :*

    ReplyDelete
  12. Surat yang manis Mba Susi.
    Ohh, bolehkah kalau kupanggil Bunda Susi?
    Salam kenal, Bunda.

    ReplyDelete
  13. #ngiriii deh ane, pengen ikutan :(

    ReplyDelete
  14. warung blogger membuat yang jauh jadu dekat dan yang tidak kenal menjadi kenal... :)

    Terima kasih warung blogger....

    Salam kenal ibu susi :)

    ReplyDelete
  15. wah kisah yang mendayu bareng warung blogger mbak..... keren yah rame" mantap mbak susi.....

    ReplyDelete
  16. Eh selamat ulang tahun warung blogger ... semoga makin ngehitzzzz #Telat #maaf

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkenan meninggalkan jejak di sini. Mohon tidak memasang iklan atau link hidup di sini. :)

Sahabat Susindra