Sinopsis Dark Places: Siapkah Kamu Mengorek Masa Lalu?

Masa lalu bisa menjadi musuh terbesarmu. Kelam, menikam, menjadi terror yang tak bisa dihapus waktu. 

Libby Day (Charlize Theron) hidup seperti layang-layang tanpa tali sejak berusia 8 tahun. 1985 adalah hari kematian masa depannya yang diawali dengan pembunuhan sadis ibu dan 2 saudari perempuannya. Pelaku yang dihukum adalah saudara tertuanya sendiri, yang ia tahu sangat mencintainya. Ia menerima ratusan surat bela sungkawa yang disertai lembaran uang atau cek untuk menopang hidupnya. Sebuah buku juga dibuat berdasarkan kisah nyata hidupnya. Ia berhasil melalui usia 38 tahun ketika sadar bahwa yang tunjangan dan royalti buku yang diterimanya itu sudah habis dan ia harus mencari uang. Pada saat yang sama, sebuah tawaran aneh datang dari Lyle wirth (Nicholas Hoult). Ia bendahara sebuah kelompok pecinta kisah pembunuhan sadis bernama KILL CLUB. Klub orang yang terobsesi pada kisah pembunuhan dan sangat suka mereka ulang pembunuhan seperti pecinta infotainment yang hafal dengan kisah hidp artis bahkan nama anaknya. Libby Day tidak berminat namun butuh uang. Dia juga sudah lama menutup diri dari pergaulan karena trauma masa kecilnya itu. 
Lyle & Libby menyusuri masa yang telah berlalu 30 tahun

Singkat cerita, Libby Day mau mengorek alam bawah sadarnya. Ia terpaksa menemui Ben Day (kakaknya, terpidana, diperankan Corey Stoll) yang telah mendekam di penjara sejak kejadian mengerikan itu. Itu adalah pertemuan mereka yang pertama. Ben mengatakan ia hidup dengan baik di penjara, dan menjadi sarjana. Libby masih tetap kaku, mengabaikan kasih masnya yang berusaha tidak menyalahkan Libby karena menjadi saksi pemberat sehingga dia dipenjara seumur hidup. Setelah pertemuan itu, Libby dan Lyle berusaha menemukan satu persatu puzzle peristiwa kematian ibu dan 2 saudari perempuannya. Ben yang bersikap aneh, tuduhan ia mengikuti sekte pemujaan, Debby si pengadu, dugaan Ben mencabuli teman perempuannya, ayahnya yang pengedar ganja, peternakan mereka yang bangkrut, juga sikap aneh ibunya di malam kematiannya. Ucapan selamat ibunya, seakan itu firasat akan mati. Semakin dalam Libby mengorek masa itu, dia semakin tenggelam dalam pusaran kegelapan. Ia mencermati satu-persatu, mencari pesan dan kesan yang dia tangkap, dan hasilnya sangat mengejutkan. Bahkan merubah hidup Libby dan Ben secara keseluruhan. 
Apa karakter Ben sesungguhnya?
Dark Places adalah novel Gillian Flyn yang difilmkan. Carlize Theron dipercaya memerankan Libby day, gadis tersesat yang tidak menyadari waktu berlalu sampai kenyataan memukul kepalanya dengan keras. Hanya karena butuh uang dia tergerak untuk menelusuri masa lalu yang pernah membuatnya mendapatkan banyak dana perwalian. $700 adalah upah yang dia minta untuk menghadapi mimpi buruk yang dia simpan dalam kurun waktu 30 tahun. Dia hidup dari belas kasih peristiwa pembunuhan tragis keluarganya, namun ia bahkan tak berminat mengingatnya. Dari situ terkuak keresahan ibunya yang cerdas sekaligus cantik tetapi membenamkan diri di peternakan yang bahkan tidak ia kuasai cara mengurusnya. Tahun 1985 memang banyak petani Amerika yang tercekik hutang bank dan penulis dengan cerdas menyelipkannya sebagai setting cerita. Juga, pada tahun ini ada beberapa isu remaja yang terlibat kegiatan pemujaan.  Ketika digabungkan, jadilah cerita yang kuat. Pembaca/penonton dibuat penasaran dengan sosok Ben Day yang baik namun mulai membangkang. Dia terjebak pergaulan dengan Diondra dan Trey yang dikenal nakal. Dia juga dibenci masyarakat karena laporan Sally, teman sekolahnya yang mengaku dicabuli. Namun dari tingkah lakunya, ia terlihat baik, tidak tegaan. Fakta dia tidak membenci adik yang menjebloskannya ke penjara seumur hidup itu aneh. Saya harus mengorek tentang Ben karena dia unusual karakter. Pasti ada sesuatu. Ketika scene Diondra mengaku hamil, setitik cahaya muncul di otak saya. White lies... itulah kuncinya. Ben rela dipenjara demi cintanya pada gadis jahat pemadat yang juga memiliki putri serupa. 

Cinta memiliki banyak bentuk. White lies adalah salah satu bentuk cinta yang paling egois sekaligus paling tinggi. Seperti kebohongan ibu Libby yang mengantarkan nyawanya bersama 2 anak perempuannya, meninggalkan sisa 2 anak yang menjalani hidup mengerikan. Seperti kebohongan Ben yang membuatnya di penjara seumur hidup, itu juga demi cinta. Dua anak-ibu ini tahu cara mengorbankan segalanya dan menciptakan ruangan gelap yang hanya dapat dimengerti si bungsu Libby.
Potret cinta keluarga

Film ini ratingnya 6,3. Termasuk kecil, memang. Mengusung genre drama, misteri, dan thriller memang tak mudah mendapat simpati berupa rating bagus. Apalagi gambaran remaja madat, bersekte, kekerasan dan konten “itu” membuatnya masuk ke daftar film dewasa (R untuk Restricted). Tetapi lepas dari itu, untuk penggemar cerita misteri ala detektif, menurut saya film ini bagus.  Mungkin ada yang bingung dengan urutan flashbacknya karena memang dibuat sesuai pola ingatan Libby - pesan dan kesan yang ditangkap anak berusia 8 tahun. Apalagi, penggambaran tahun 1985 yang kuat, ada adegan berwarna hitam putih khas tahun itu, kostum yang mendukung, dan karakter masyarakat yang mewakili kekuatan setting, seharusnya film ini lebih diapresiasi. Menurut saya loh ya. Mungkin beda dengan pendapat sahabat yang membaca Review dan Sinopsis film Dark Places ini. Silahkan klik label Review Film untuk membaca review dan sinopsis semua film yang pernah saya posting di sini dan temukan banyak sisi menarik sebuah film yang mungkin bisa Sobat ambil manfaatnya.

Quote be me. Itulah kesan dalam yang saya peroleh dari film ini.
Foto dan beberapa sumber diambil dari artikel Dark Places di IMDB

Tambahan:
Saya sudah menonton film Gone Girl, novel dan film pertama Gillian Flyn yang menurut saya bagus juga. Akhirnya saya cari gambar novel Dark Places untuk informasi. FYI, bukunya masih berbahasa Inggris. tapi jangan khawatir, saya yakin setelah film ini, pasti akan dibahasaIndonesiakan. Semoga, ya. Sudah nonton film Gone Girl? Bagus loh. Coba lihat juga.
Novel Dark Places. Sumber gambar dari Mia Membaca

Share:

18 comments:

  1. pertanyaannya, jika anda dikasih ke masa lalu? apakah anda ingin melakukan perubahan2?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masa lalu saya cukup gelap, tapi tak bisa dirubah tanpa resiko perubahan diri saya sekarang. Saya banyak salah pilih kesempatan karena mengutamakan keluarga saya. Bukan tidak mungkin, pilihan saya akan tetap salah meski diulang kembali, karena itulah saya, family person

      Delete
    2. Ah ya, agar tidak salah paham, masa lalu gelap yg saya utarakan itu mengacu pada fakta saya korban pefofilia & poligami. Saya tidak malu mengungkapkannya.

      Delete
  2. Bagus filmnya memang. Cuma kurang apik mengemasnya kalau menurut saya. Jauh lebih bagus novel Gillian Flynn sebelumnya yakni Gone Girl ketika difilmkan. Imho. :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ah, ya, Gone Girl itu bagus. Kuat di setting dan suspense-nya. Terima kasih sudah diingatkan

      Delete
  3. Baca review ini lgs cek film nya di youtube hehehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe... Di youtube hanya ada trailer dan wawancaranya

      Delete
  4. jadi penasaran pengen nonton filmnya, coba donlot dulu ah.. :)

    ReplyDelete
  5. sepertinya juga maniak film nih mbak susi :) salam kenal ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha... Salam maniak film thriller!
      Saya beruntung film ini sedikit adegan berdarahnya - yah... Kata masa lalu dan pikiran gelap menyimbulkan less blood buat saya yg takut adegan berdarah

      Delete
  6. Lebih penasaran sama novelnya ketimbang filmnya...
    Novel lebih kompleks menurut saya...
    klo film durasinya paling 1 hingga 1,5 jam saja :)
    Tapi sayangnya blm ada edisi bahasa Indonesia ...
    Makasih ulasannya

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkenan meninggalkan jejak di sini. Mohon tidak memasang iklan atau link hidup di sini. :)

Sahabat Susindra