Sinopsis Muoi: The Legend of a Portrait

Saya mengalami beberapa mimpi buruk setelah menonton film Muoi: The Legend of a Portrait tetapi saya tetap memutuskan untuk menuliskan review dan sinopsisnya. Salah satu pertimbangannya cukup sedehana, ini satu-satunya film horor Vietnam yang saya tonton dan entah kapan lagi ada kesempatan menontonnya. Juga, peringatan bagi diri sendiri, jangan menonton film horor ASIA karena kisahnya terasa sangat nyata dan itu memiliki efek menakutkan yang berlapis bagi saya. Bayangkan, mimpi buruk hampir selama seminggu dan perasaan ngilu-ngilu karena salah satu scene pernah terjadi beberapa kali ketika saya masih kecil. Kecelakaan rambut masuk ke dalam mesin diesel perahu dan.... stop.... demi saya sendiri, tidak saya lanjutkan. Yang jelas, kejadian itu terjadi 3 kali, kalau tidak salah, dalam tahun yang berbeda. Di tahun 80-an memang berita daerah tak sampai diberitakan di TVRI sehingga tidak menjadi berita. Jadi... mumpung saya masih ingat rasanya tanpa perlu menonton untuk kedua kalinya... saya lanjutkan.


Film horor Muoi: The Legend of a Portrait berkisah tentang Yun-hee, seorang penulis dari Korea Selatan yang ingin membuat novel kedua. 3 tahun lalu dia menulis novel yang sukses di pasaran, sehingga editornya sering membujuknya membuat novel kembali. 

Yon-hee sebenarnya belum siap membuat novel baru. Novel pertamanya, Secrets & Lies, karakter antagonis berkelakuan sangat buruk diambil dari sosok seorang teman bernama Seo-Yeon. Meski nama disamarkan, teman-teman tahu bahwa karakter yang ditulis.

Yun-Hee meredam rasa bersalahnya dengan alasan Seo-Yeon tak mungkin membaca novelnya karena dia sudah pindah ke Vietnam ketika novel tersebut meledak di pasaran. Apalagi sampai saat ini Seo-Yeon tetap menghubunginya tanpa menunjukkan wajah marah atau terluka. Bahkan Seo-Yeon dengan baik hati memberinya bahan menulis yang menarik. Sosok hantu Muoi yang melegenda di Vietnam.

Akhirnya Yon-Hee datang ke Vietnam dan bertemu Seo-Yeon yang berubah sangat cantik. Seo-Yeon menyambutnya dengan hangat dan menjadi guide sekaligus tuan rumah yang baik. Pengetahuan Seo-Yeon tentang hantu Muoi memberi semangat baru bagi Yon-Hee apalagi dia diajak bertemu dosen sejarah tampan di Universitas yang tertarik menyelidiki tentang Muoi.


Muoi adalah gadis miskin yang cantik jelita. Kecantikannya menghipnotis pemuda terkaya di desa yang pandai pula melukis. Lukisan Muoi menjadi hadiah terakhir sebelum si pemuda pergi ke luar desa untuk suatu keperluan yang tidak dijelaskan. Sebenarnya, pemuda tersebut sudah ditunangkan dengan orang kaya sehingga ketika Muoi sendiri, gadis kaya ini menyiksa Muoi, mematahkan kakinya, dan menyiram wajahnya dengan cairan keras. Muoi ditinggalkan kesakitan secara fisik dan psikis. Dengan dendam yang membara, Muoi bersumpah akan membalas dendam dan potretnya tidak akan terlihat sebelum dia hidup kembali. Muoi berhasil membalas dendam dan ingin bereinkarnasi kembali. 

Siapa reinkarnasi Muoi? Mungkin teman-teman yang hobi menebak ala detektif sudah tahu ending film Muoi: The Legend of a Portrait.  Jadi saya langsung ke reviewnya.

Film Muoi menawarkan pemandangan indah di Vietnam. Setting flashback ke zaman Muoi masih hidup juga bagus. Intinya sih, untuk setting, saya senang melihatnya. Sampai di tengah saya enjoy menonton film berbahasa Korea ini. FYI, film ini dibuat dalam 2 bahasa, yaitu Vietnam dan Korea karena kerjasama 2 negara. 

Di tengah film saya baru merasa tersiksa. Ketika teror mulai mendominasi film, nah di situ saya sempat break menonton. Tidak kuat melihat adegan thriller-nya. Bukan jenis slasher film, sebenarnya. Yah... layaknya film horor. Tapi karena wajah Asia itu dekat dengan wajah orang Indonesia, jadi terasa lebih nyata siksaannya. Ketika adegan penyiksaan Muoi, saya mulai tak nyaman. Di ¾ film ketika ada adegan rambut masuk ke dalam mesin motor, saat itulah saya memutuskan break dulu. Saya matikan filmnya, dan melakukan hal lain agar lupa. Padahal itu saat klimaksnya film - saat Yon-Hee mulai menebak siapa Muoi sebenarnya. Itu juga sebabnya saya belum pernah mereview film horor Indonesia meski ada 2 film yang memberi kesan mendalam yaitu Kuntilanak dan Wewe.

Pada malam harinya, saya memaksa suami menemani saya menonton dan harus memeluk saya agar bisa menonton sampai selesai. Lebay, ya... bukan karena filmnya sangat menakutkan tetapi saya yang ketakutan sendiri. Saya yang suka menonton film horor ini sebenarnya sangat takut melihat adegan yang berdarah-darah. Saya tahu adegan tersadis sudah lewat, tetapi saya butuh kekuatan untuk kembali menonton sampai selesai. Dan tara... akhirnya saya tuntas menontonnya dan sukses dibuat bermimpi buruk selama beberapa hari. Resiko penggemar film horor yang takut adegan berdarah. Hehehehe

Apa sih istimewanya film Muoi? 
Film Muoi: The Legend of a Portrait seharusnya menjadi film horor pertama di Vietnam. Saya katakan seharusnya karena proses rilis film ini terganjal banyak kasus sehingga mundur dari rencana. Film ini seharusnya rilis di Korea dan Vietnam pada tanggal 25 Juli 2007. Rilis di Korea berjalan sesuai rencana, sementara di Vietnam terganjal izin. Beberapa konten film tidak lolos sensor lembaga film Vietnam. Akhirnya pada tanggal 24 Desember 2007 film ini diloloskan dengan catatan film untuk usia di atas 16 tahun. Melihat minimnya film Vietnam (padahal industry film sudah ada sejak 1920), mungkin saat itu belum pernah ada film yang melabeli 16 tahun ke atas atau film dewasa. Saya tidak tahu tepatnya karena pencarian saya tentang lembaga sensor film Vietnam di google berkali-kali mentok di keyword yang kurang spesifik. Setelah googling dan membaca 2 jam, saya putuskan menulis sesuai yang saya pahami. Selain label film, beberapa adegan juga harus dipotong karena dianggap sangat mengganggu. Dengan kendala-kendala ini, akhirnya posisi film horor pertama di Vietnam jatuh ke film Ngoi nha ma am/Suoi oan hon (Haunted House/Ghosted Stream) yang dirilis pada bulan Agustus.

Oh ya, meskipun film ini dikatakan film horor pertama di Vietnam, tetapi pemerannya lebih banyak dari Korea Selatan: Jo An yang menjadi Yoon-hee, Cha Ye-ryun yang menjadi Seo-yeon, Hong So-hee yang menjadi Eun-jung (mahasiswa yang membantu Yoon-Hee), dan Hong Anh yang menjadi Hong, pak dosen ganteng yang menjadi reinkarnasi kekasih Muoi. Artis utama yang asli Vietnam adalah Anh Thu yang didaulat menjadi si hantu Muoi. Menurut saya, film yang disutradarai Kim Tae-Kyeong ini termasuk bagus, lepas dari pengaruh buruknya pada saya pribadi yang memang takut pada film horor yang berdarah-darah. Makanya, saya tetap menulisnya juga sebagai apresiasi dan terutama, karena efek langsungnya pada saya. Hehehe.....

Terima kasih sudah membaca sampai akhir. Saya senang menonton film dan mereviewnya. Silakan membaca di kategori Sinopsis Film dan Review Film. Siapa tahu kamu menemukan film yang kamu cari.

Sumber foto dan beberapa informasi dari:
http://www.imdb.com/title/tt0937231/
https://en.wikipedia.org/wiki/Muoi:_The_Legend_of_a_Portrait





Share:

24 comments:

  1. Saya penyuka nonton film, tapi belum nonton yang ini

    ReplyDelete
  2. Aku juga suka nonton film klasik kayak gini banyak filosifinya yang bisa dipetik untuk kehidupan sehari2..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setiap film pasti ada amanatnya mbak. dan ya.. saya senang film klasik juga.

      Delete
  3. Eh??? Baru tahu ada film ini. Kaya'nya aku perlu nyari juga deh filenya biar bisa nonton.

    ReplyDelete
  4. Duuh, Mbak, meskipun takut sama film horor berdarah tapi tetap kuat ya menamatkan filmnya...kalau saya mah, hanya baca ini saja sudah membayangkan yang tidak2 hiii #takuuut

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya kalo niat nonton memang gitu mbak. diusahakan selesai

      Delete
  5. saya suka sebenarnya nonton film horor, karena penasarannya itu... tapi yang nggak sukanya setelah nontonnya...pasti kebayang2 melulu dlm jangka waktu yang lamaa...kdg jadi takut kalo sdg sendirian di rumah ... ih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau takut di rumah sendiri, saya jarang mbak. mimpi buruk juga tak seberapa sering. tapi kalau ada adegan berdarah yg menempel kuat dan memanggil trauma masa lalu, biasanya jadi mimpi buruk beberapa hari

      Delete
  6. Udahh ada belum yah di toko toko film The Legend of a Portrait soal nya baru tau mba

    ReplyDelete
  7. Mbaa, aku kalo nonton pilem horo gitu sering ketakutans endiri. Suamiku akhirnya ya seringnya minta aku nggak nonton karena sering ketakutan juga kalau malam. Salam kenal, mbaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya sejak hamil anak kedua malah jadi hobi nonton film horor mbak. biasanya sendirian

      Delete
  8. Sayang saya ga pernah nonton film ini mba susi..saya rasa sepertinya cukup bagus nih ceritanya dan bintang filmnya juga sepertinya bagus juga..Yahh kalau di Indonesia bisa diumpamakan dengan (Alm) Suzanna..ya kan mba..hee

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau dibandingkan Suzanna, masih Jauh.

      Delete
  9. Unik juga tantangannya buat Mbak Susi, yah sampe maksa suami menemani. Tapi justru itulah romantismenya dengan pak suami ya Mbak. CIntanya teruji dan terbukti :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe.. iya, suami tidak suka nonton film horor mbak.

      Delete
  10. film horor vietnam thailand emang lbh serem. aku baca sma nntn sebentar trus kabur

    nggak kuat

    ReplyDelete
  11. Wah... ini dia film yang bisa ditonton bareng-bareng biar seruuu...

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkenan meninggalkan jejak di sini. Mohon tidak memasang iklan atau link hidup di sini. :)

Sahabat Susindra