Ketika Harus Mengambil KPR

Rumah adalah salah satu bentuk tempat tinggal yang selalu didambakan keluarga. Rumah bisa menjadi kebanggaan karena menunjukkan status sosial. Bahkan rumah sederhana pun bisa mengangkat status seseorang di masyarakat. Maka jangan heran jika para pengontrak rumah sangat mendambakannya. Kehidupan bermasyarakat mulai yang terkecil menggunakan strata berdasarkan kepemilikan rumah. Kamu akan memahami statement di atas jika sudah lama berkeluarga dan masih menjadi pengontrak rumah.


Tak semua orang bisa membeli rumah secara kontan atau membangunnya secara perlahan. Jika sudah memiliki tanah, tentu menabung material rumah lebih mudah. Namun bagaimana jika tidak punya tanah atau tinggal di rantau? KPR solusinya. Makanya, selalu ada pasutri yang membutuhkan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR). KPR membantu pasutri membeli rumah secara mengangsur dalam batas waktu yang disepakati bersama. Membeli rumah secara kredit mewujudkan impian memiliki rumah dengan biaya lebih ringan dibandingkan membeli secara tunai. KPR mempunyai fleksibilitas menentukan jumlah cicilan, bank yang menalangi pembelian rumah, dan lain-lain.

Sampai di sini, teman-teman tentu maklum jika banyak yang menjadikan KPR sebagai solusi cepat mendapatkan rumah. KPR pun semakin berkembang sehingga mempunyai 3 jenis yaitu:

1. KPR Non-Subsidi – KPR untuk semua kalangan masyarakat. Bank mendanai pembelian rumah berdasarkan persyaratan yang sesuai dengan ketentuan secara umum dengan suku bunga sesuai kebijakan bank.
2. KPR Subsidi - KPR untuk kelas menengah ke bawah. Prinsip pendanaan seperti KPR non-subsidi. Bedanya adalah pemerintah memberikan subsidi berupa keringanan kredit atau uang muka. Bank memiliki KPR Subsidi karena harus membantu program pemerintah untuk membantu kepemilikan rumah sederhana sehat (RSS). 
3. KPR Syariah – cara transaksi menggunakan prinsip akad Murabahah (jual-beli).

Mengambil KPR berarti sudah berani berkomitmen membayar sejumlah dana setiap bulan sampai batas waktu tertentu. Biasanya, jangka waktu cicilan KPR sangat lama. Sepuluh tahun, lima belas tahun, berapapun jumlahnya, tentu harus dibayar sesuai tanggungan yang disepakati. Namun hidup sendiri tidak selalu seperti rencana kita. Selalu ada resiko yang harus diwaspadai. Jika terjadi kemungkinan buruk, minimal sudah ada cadangan pendanaan. Dan di situlah Asuransi jiwa menjadi oase.

Jika ditanya seberapa perlu kepemilikan asuransi jiwa, jawabannya tentu beragam. Ketersediaan dana dan kebiasaan perencanaan keuangan menjadi salah satu faktor perbedaan jawaban. Perencana keuangan yang baik akan memastikan mengambil asuransi jiwa agar masa tua bahagia dan tidak menyusahkan keturunan. Maka, asuransi jiwa adalah sebuah cara untuk mewujudkan keinginan. Pun demikian bagi mereka yang menganggap penting sekali melindungi anak dari kewajiban membayar hutang orang tuanya, asuransi jiwa adalah jawaban kegelisahan. Maka, lagi-lagi, inovasi asuransi jiwa menjawab keinginan para calon nasabah. 

Asuransi jiwa berjangka AVA Ipro Griya Astra Life adalah salah satu inovasi asuransi jiwa yang mem-back up pendanaan hutang kredit kepemilikan rumah. Asuransi ini memberikan jaminan pelunasan kredit sejumlah sisa pinjaman yang akan ditanggung anak dan istri jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pada tulang punggung rumah tangga (nasabah). Misalnya terjadi kecelakaan yang menyebabkan cacat permanen atau kematian sehingga tidak bisa membayar sisa cicilan KPR. Asuransi jiwa berjangka AVA Ipro Griya Astra Life akan meneruskan pembayaran kredit sampai lunas sehingga keluarga tidak terlilit hutang cicilan KPR. 

Asuransi jiwa berjangka AVA Ipro Griya Astra Life memiliki dua manfaat yaitu:
1. Manfaat asuransi : Astra life akan membayarkan manfaat asuransi berupa pembayaran sisa cicilan/kredit/pinjaman tanpa bunga/denda/tunggakan.
2. Manfaat pengembalian premi: jika pinjaman/kredit lunas lebih awal dari yang dijadwalkan, premi yang dibayarkan akan dikembalikan.



Inovasi asuransi yang menarik sekali, terutama bagi para nasabah KPR cerdas. Asuransi jiwa berjangka AVA Ipro Griya Astra Life akan menyempurnakan perencanaan keuangan nasabah KPR. Pastikan kamu mempelajari asuransi ini sebelum mengambil KPR karena asuransi jiwa tetap dibebankan pada pengambil KPR. Kesiapan kita menentukan asuransi jiwa yang akan menanggung sisa kredit bisa menghemat dana tak terduga yang dibebankan bank kepada nasabah KPR-nya. 

Saya pernah membaca bahwa biaya pengurusan KPR mencapai lebih dari 5% dari total plafon. Lumayan besar, kan? Salah satu biaya kepengurusan adalah asuransi jiwa pilihan bank jika nasabah memberi keleluasaan bagi bank memilihkan asuransi jiwa. Pembeli KPR cerdas tentu ingin menentukan sendiri jenis KPR yang paling menguntungkan, kan? Asuransi jiwa berjangka AVA Ipro Griya Astra Life memberi manfaat lebih seperti yang saya jelaskan di atas. Asyik, kan? Kapan merencanakan mengambil KPR? 


Share:

21 comments:

  1. Wah boleh juga nih infonya mba Sus

    ReplyDelete
  2. iya, ngurus kpr emang mihil, dan biasanya ditanggung sm si pembeli, aku prnh bbrpa kali ngalamin hal itu mbk sus, mgkin klok masalahnya kayak aku gini, solusinya pakek AVA ini ya mbk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Biaya pengurusan memang mahal mbak. Tapi kita bisa cari solusi yg termurah. Boleh kok

      Delete
  3. Butuh kejelian dan harus bijak dalam memilih bank untuk pengajuan KPR. Asuransi pun demikian, terkadang orang salah mengambil asuransi dan kurang cermat dalam menghitungnya untuk jangka panjang.

    ReplyDelete
  4. Pengen punya rumah..tapi kuatir nyicilnya Mba..huhuhu

    ReplyDelete
  5. Alhamdulillah sudah punya rumah mbak :)
    tanah warisan, tapi bangun pakai uang milik sendiri :)

    BTW makasih infonya.... siapa tahu nanti ada saudara atau teman yang berniat mempunyai rumah :)
    nice info mbak ...

    ReplyDelete
  6. saya sudah melalulinya mba susi

    ReplyDelete
  7. Sangat berguna mbak, terutama bagi orang-orang seumuran saya, bisa untuk gambaran masa depan

    ReplyDelete
  8. Udah 3x ambil KPR heheee maklum pindah2 & blm sempat selesai sudah terpaksa jual krn pindah. Bagiku sih rumah bukan utk status sosial tp yg utama adalah utk privacy, jadi rumahku selalu biasa2 aja yg penting bebas kapan mau nyapu :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mau tidak mau Mbak, rumah sekecil apapun menunjukkan status sosial. Karena berarti telah menetap dan jadi warga RT. Beda dengan pengontrak.

      Delete
  9. ulasannya sangat menarik Mba, apalagi bagi yang belum punya rumah :) biar tambah semangat lagi

    ReplyDelete
  10. Aku dulu juga mau ngambil KPR tapi gak jadi. Alhamdulillah sudah punya rumah walau kredit juga hihi

    ReplyDelete
  11. Moga2 bisa segera ketemu KPR yg cocok hehe
    TFS Mbak :)

    ReplyDelete
  12. yeey alhamdulillah aku juga ngambil rumah kreditan kpr semasa masih gadis, ga terasa tinggal 1 tahun lagi cicilannya hahahhaa...

    ReplyDelete
  13. KPR ini kalo nggak salah bunganya melihat usia kita ya, semakin muda mengajukan KPR maka bunga semakin kecil #cmiiw

    Eaaaa jadi tanya2 hihihi

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkenan meninggalkan jejak di sini. Mohon tidak memasang iklan atau link hidup di sini. :)

Sahabat Susindra