A Monster Calls : Sinopsis dan Review-nya

Tahun 2016 lalu, ada beberapa film horror yang menceritakan kisah anak kecil: Before I Wake Up dan A Monster Calls. Saya suka film horor anak karena sangat bagus dan memberi kesan mendalam bagi saya. Mama, Good Night Mommy, Before I Wake Up, dan A Monster Calls. Film Mama dan Good Night Mommy sudah pernah saya review. A Monster Call selanjutnya. Dalam waktu dekat saya akan menggenapi dengan menulis tentang Before I Wake Up. Keempat film horror anak ini mempunyai plot yang tidak klise, penggarapan serius, dan memang sangat bagus. Antara takut dan haru, saya lebih banyak merasa terharu. Bahkan menangis. Seperti saat saya menonton film A Monster Call.

Chemistry Lewis McDougal & Liam Nelson sangat kuat

Connor O’Malley, seorang anak laki-laki berusia 13 tahun yang mandiri dari Inggris. Tiap pagi, dia menyiapkan sarapan dan mencuci baju sendiri sambil belajar. Bahkan saat ke sekolah pun ia sendiri. Ternyata, Lizzy, ibunya Connor sakit kanker stadium 4 dan sering berada di atas tempat tidur. 

Di sekolah, para guru dan kepala sekolah memperlakukannya dengan rasa iba. Perlakuan istimewa ini membuat Harry, seorang murid favorit meradang. Ia pun mem-bully-nya. Connor tak terlalu terganggu dengan perilaku jahat mereka. Ia menghadapi terror yang jauh lebih besar dari usianya, yaitu mimpi melihat gereja dan rumah-rumah amblas ke dalam tanah, sementara tangan kecilnya berusaha menahan agar ibunya yang terperosok ke dalam rekahan bumi. Ia juga sering didatangi monster pohon yew setiap pukul 12:07. Kemarahan terbesar Connor adalah peluang tinggal bersama nenek yang jahat kaku dan sering mengkritik semakin besar karena ibunya semakin parah dan harus dirawat di rumah sakit. 

Seorang bocah besar dan pohon yew tertua

Monster pohon yew memaksa Connor mendengarkan 3 cerita, dan ia harus menggenapkan jadi  quartet cerita dengan versi Connor. Bagaimana pun Connor menolak, monster pohon yew tetap memaksa.

Kisah pertama tentang seorang raja tua yang menikahi penyihir, lalu meninggal. Tahta diberikan pada cucu saat cukup usia karena ketiga anaknya meninggal. Maka, ratu (penyihir) pun dinobatkan dengan batas waktu 1 tahun. Seperti seharusnya, ratu tak rela kekuasaannya berakhir dalam 1 tahun. Ia menginginkan cucu pengeran sebagai suami. Sang pangeran melarikan diri bersama kekasihnya. kelelahan, mereka tertidur di bawah pohon yew. Saat bangun, si gadis sudah mati sehingga pangeran bisa menggerakkan penduduk agar menggulingkan kekuasaan ratu yang jahat. Pohon yew menjelaskan pada Connor bahwa meski ratu adalah penyihir jahat, pangeran yang membunuh kekasihnya sendiri agar mendapatkan mahkotanya kembali. Ia menjadi raja yang adil dan memakmurkan kerajaannya. Moral ceritanya adalah, meski jahat, penyihir layak diselamatkan karena ia bukan pembunuh. Bagi Connor, penyihir itu adalah neneknya yang jahat

~Tak ada orang yang benar-benar jahat, atau benar-benar baik. Sebagian besar berada di antara keduanya~

Cerita kedua tentang seorang dukun tamak yang ingin menebang pohon yew di sebelah gereja untuk dijadikan obat. Usahanya dihalangi oleh pastor muda bersemangat yang meminta jamaahnya jangan berobat pada dukun. Imbauannya diikuti warga. Sang dukun tak punya pelanggan. Dengan marah ia meracuni kedua putri pastor. Semua obat modern tak bisa mengobati. Harapan hanya ada pada sang dukun. Pastor dan istrinya memohon dengan sangat bahkan merelakan keimanan mereka demi kesembuhan putrinya. Sang dukun menolak sehingga dua putri meninggal. Pohon yew yang marah menghancurkan rumah pastor. Moral ceritanya adalah, keimanan sangat berharga. Itu adalah setengah obat segala penyakit. Connor dan monster yew menghancurkan rumah pendeta bersama-sama. Saat Connor terjaga, seluruh ruang tengah rumah neneknya telah hancur olehnya. Sang nenek sangat sedih namun tak kuasa memarahi cucunya. 

Teror Connor sesungguhnya
Cerita ketiga tentang seorang yang tidak kasat mata, yang lelah tak dilihat semua orang. Dia tak tahan lagi dan ingin terlihat. Maka ia pun memanggil monster dan menghancurkan semua. Saat terjaga, ia berada di kantor kepala sekolah karena telah menghajar Harry sampai parah dan masuk rumah sakit. Kepsek tak tega menghukum Connor yang sedang tertimpa musibah. Pulang dari sekolah, Connor menjenguk ibunya. Sang ibu berpesan, “Suatu hari jika kamu mengingat masa kini, saat kamu tak mau membicarakan masalahmu padaku, kamu harus tahu bahwa ibu paham. Ibu mengerti semua yang ingin kamu katakan tanpa mengucapkannya. Dan jika kamu ingin menghancurkan benda-benda, hancurkan saja. Aku akan bersamamu. Kuharap aku punya 100 tahun bersamamu…”

Connor berlari ke monster yew dan membangunkannya meski belum pukul 12:07. Monster yew bersedia bangun dan menagih cerita keempat. Ia memperlihatkan mimpi buruk Connor dan memaksanya membuat kisah keempat. Connor yang kelelahan akhirnya mengatakan bahwa ia ingin mimpi buruknya berakhir. Ia selalu tahu ibunya berada di ambang ajal, namun ia tak mau mengakuinya. Dia merasa bahwa dirinya yang masih lemah menjadi penyebab ibunya jatuh (mati).  Setengah dirinya ingin semua berakhir: ibunya mati sehingga penderitaannya berakhir. Namun ia ingin mempertahankan ibunya. Pohon yew mengatakan bahwa itu adalah kebenaran yang selalu ia tunggu. Tidak penting apa yang kita pikirkan, yang terpenting adalah apa yang kita lakukan. Connor yang kelelahan akhirnya tertidur di tangan pohon yew. Pohon yew berjanji akan menemaninya ke rumah sakit untuk bertemu ketakutan terbesar Connor: kematian ibunya.

Menjelang tengah malam, nenek Connor akhirnya menemukan cucunya di bawah pohon yew. Ia tampak sangat terburu-buru mengemudi. Ketika macet, Connor mempunyai waktu untuk meminta maaf pada neneknya. Mereka akhirnya berbicara dari hati ke hati. Akhirnya mereka sampai di rumah sakit. Connor dan monster yew telah menyatu. Suatu kejutan, ternyata Lizzy mengenali monster pohon yew dan meninggal dengan tenang pada jam 12:07. 

Harapan melalui 3 kisah legendaris dari monster yew

Review:

Connor O’Malley , tak bisa disebut anak-anak tetapi terlalu muda untuk disebut lelaki, begitu pembuka ceritanya. Adegan kemandirian Connor menyentuh hati saya sebagai ibu. Lewis MacDougall memerankannya dengan sangat baik. Wajah sendu anak yang biasa dibully oleh keadaan terlihat sangat natural. Teman yang jahat, kemandirian yang dipaksakan di usianya, menjadi perawat ibu yang sakit di usia semuda itu, kesadaran bahwa maut sudah sedemikian dekat, serta keinginannya dijauhkan dari nenek yang menurutnya jahat. 

Connor selalu bermimpi dunia di sekitarnya amblas ke dalam tanah dan terbangun dengan kegagalannya mempertahankan genggaman ibunya yang ikut terperosok ke dalam tanah. Mimpi buruk ini adalah penggambaran realita yang dihadapi Connor. Semua ketakutannya bermanifestasi menjadi mimpi yang terus berulang setiap malam. Kehadiran monster pohon yew dan ceritanya yang sesuai dengan kondisi Connor sehingga penonton melihat sosok Connor dengan lebih baik. Di balik anak laki-laki berwajah sendu itu, tersimpan beban yang sangat dalam. Kenangan akan rasa cinta ibunya menjadi kisah bahagia sekaligus sumber rasa sakitnya. Ia marah dengan kondisi ibunya. Ia marah pada nenek yang tak pernah ia kenal namun selalu memarahinya jika bertemu. Ia marah pada teman-teman sekolah yang memukulinya. Ia menahan semua rasa marah di dada sekecil itu. Monster yew dengan 3 ceritanya membuka pemahaman Connor bahwa tidak penting apa yang kita pikirkan, yang terpenting adalah apa yang kita lakukan. 

Trailer yang sangat bagus.


Film A Monster Call dibuat berdasarkan novel karya Patrick Ness. Alurnya sangat enak dinikmati. Teknologi sinematografinya bagus, acting para tokohnya juga memberi kesan kuat. Terlebih, sound sangat pas di setiap adegan. Liam Nesson yang menjadi monster pohon yew menjadi tokoh protagonis yang kuat. Keduanya membangun chemistry yang menyatu. Aktris gaek Sigourney Weaver memerankan nenek kaku yang dengan susah payah memahami cucu yang tak pernah menyukainya.  Felicity Jones juga memerankan tokoh Lizzy yang sekarat dengan sangat bagus sehingga diperkirakan masuk nominasi penghargaan. Baik Macdougal, Nessen (monster), Weaver dan Jones diprediksi menjadi nominator banyak penghargaan karena review yang sangat positif. Detail pengerjaan spesial efek oleh Paul Costa (pembuat di film The Revenant dan The Impossible) disempurnakan sound effect-nya oleh Fernando Vélasquez. Sinematografi Oscar Faura juga menuai banyak pujian. Overall, film ini sangat-sangat bagus dan reccomended. Rating film 7,6/10 dari 22.008 pereview dengan metascore 76. Sampai saat ini, sudah memenangkan 26 piala dan 36 nominasi.
Pohon yew di samping gereja - sumber Wikipedia

Spoiler sedikit mengenai pohon yew. Pohon yew [Taxus baccata] adalah pohon tua di Inggris yang masih bisa kita temukan sampai sekarang. Terutama di Wales Inggris. Salah satu yang sangat terkenal adalah di St. Andrew, Totteridge Hertfordshire. Biasanya berada di halaman samping gereja tua. Di abad pertengahan, pohon yew di tanam di antara gereja dan makan sebagai upaya pelestarian karena hampir punah. Usaha tersebut masih dilakukan sampai sekarang. kabarnya, pohon yew merupakan salah satu bahan obat kemoterapi. 


A Monster Calls
Sutradara : J.A. Bayona
Penulis naskah dan novel asli: Patrick Ness
Produser: Balén Atienza 
Editing Jaume Marti
Rilis : Oktober 2016
Pemain, sinematografi, special effect dan sound sudah disebutkan di atas.

Keterangan lengkap dan foto dari IMDB A Monster Calls

Share:

10 comments:

  1. Apik filmnya mbak, aku juga suka horor apalagi ada yg bikin terharu gitu. Kasihan Connor ya, masih kecil sudah menanggung beban berat dan membuat psikologisnya terganggu.

    ReplyDelete
  2. Duh film horor ya? Kupikir film anak-anak

    ReplyDelete
  3. seru ya kayaknya filmnya hihi aku jadi pengen nonton.. Horror tapi ga menyeramkan ya kayaknya.. Lebih kayak dongeng ala-ala monster gitu ya?

    heyyyyyjudeeeee.wordpress.com

    ReplyDelete
  4. Sering liat film ini kalo pas lagi mo no ton streaming, tryta bagus ya. Next deh ditonton ;)
    Thx mbak Susi reviewnya

    ReplyDelete
  5. Horor tp kanya gak serem2 amat ya, Mbak. Ntar coba download ah

    ReplyDelete
  6. Saya juga udah nonton film ini dan surprise ternyata bagus banged, kirain hanya film anak biasa trnyata dalem sekali dan lewis mcdougal sangat menjiwai peran nya, saya jadi sangat menyelami perasaan anak yang tau akan ditinggal ibu nya akan spt itu, saya punya 1 putra, anyway setuju 100% sama review nya mba...terimakasih

    ReplyDelete
  7. Dari ceritanya yg banyak pesan moral jadi pengen lihat.
    Meski horor tapi sepertinya tidak menakutkan

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkenan meninggalkan jejak di sini. Mohon tidak memasang iklan atau link hidup di sini. :)

Sahabat Susindra