Before I Wake: Review dan Sinopsis Lengkapnya

Ada beberapa film horror bagus dan tidak klise yang saya tandai judulnya. Saya berjanji dalam hati akan menuliskannya di Cakrawala Susindra. Saya sudah menyatakannya di posting A Monster Calls sebelumnya. Jadi, hutang saya sudah lunas. Film Mama, GoodNight Mommy, A Monster Calls dan Before I Wake yang keempatnya berkisah tentang horor anak sudah saya tuliskan. Masih ada beberapa film horor anak yang belum saya tulis, sih, misalnya: The Orphan, The Boy, The Orphanage, Poltergeist (ternyata sudah saya posting), atau The Others-nya Nichole Kidman yang endingnya bikin tercengang. Tapi memang hanya 4 film yang saya sebut sebelumnya yang membuat saya ingin menulis dan menjabarkan ala saya. Alasannya karena keempatnya tidak klise dan ada yang bisa digali lebih dalam.

Oke, kita mulai. 
Before I Wake adalah salah satu film yang meninggalkan kesan kuat bagi saya. Apalagi, saat saya menonton, saya baru saja terpesona dengan acting Jacob Tremblay di film Room. Memang dasarnya dari pesona Si Jacob yang imut dan bisa bikin ibu seperti saya jatuh cinta. Apalagi usianya sepantaran dengan anak saya Binbin. Karakter lugu tapi cerdas memang disukai para ibu. Atau hanya saya sendiri?



Sinopsis lengkap Before I Wake 

Mark dan Jessie adalah sepasang suami istri yang baru saja kehilangan anak tunggal mereka. Jessie masih sering dibayangi ingatan buruk melihat Shawn tenggelam di bak mandi. Untuk menyembuhkan luka, mereka mengadopsi anak laki-laki berusia 8 tahun bernama Cody Morgan. Mark juga memasang 3 sisi pengaman di bak mandi anak karena khawatir peristiwa yang sama terjadi. Sementara Jessie, selalu siaga di samping pintu kamar mandi.

Tak butuh waktu lama bagi mereka untuk mencintai Cody. Ia anak berusia 8 tahun yang cerdas  dan menyenangkan. Cody pun sangat menyukai kamar barunya yang berkorden kupu-kupu. Dia memang sangat menyukai kupu-kupu. Pada malam pertama, dia menghabiskan waktu semalaman untuk membaca buku tentang kupu-kupu yang ia bawa dari rumah sebelumnya. 

Jessie membuka kotak Cody dan menemukan minuman stimulan antidur. Dia menasihati Cody agar tidak meminumnya. Saat itulah, keduanya benar-benar berkomunikasi untuk pertama kalinya. Saling terbuka pada ketakutan mereka. Cody mengatakan bahwa ia takut tidur, karena Canker Man akan datang tiap kali dia tidur. Jessie menceritakan ketakutannya akan penyihir saat kecil. Ternyata hanya dahan yang mengetuk jendela ketika tertiup angin. Ia menasihati Cody, “Kadang, sesuatu yang buruk menghilang setelah kita memahaminya.” 


Pada malam Cody pertama kali tertidur, Mark dan Jessie dibuat terkesima oleh munculnya banyak kupu-kupu indah. Namun semuanya menghilang dengan cepat. Jessie yang mengalami kesulitan tidur merasakan kehadiran anak kecil di sekitarnya ketika mengambil minum di malam hari. Ia merasa bahwa Shawn datang karena marah. Karena kehadirannya digantikan Cody. Saat Jessie mengatakan pendapatnya, terapisnya menjawab bahwa itu yang dinamakan waking dreams. Rasa bersalah Jessie sendiri yang menyebabkannya. Para insomnia (pengidap sulit tidur) cenderung mengalami waking dreams atau bermimpi dalam kondisi sadar. 

Suatu siang, Cody bertanya siapa anak laki-laki yang fotonya menghiasi ruang tengah. Mark mengatakan bahwa itu adalah foto Shawn anak mereka yang telah berada di surga. Malamnya, Shawn muncul di depan mereka dan bisa dipeluk karena terasa nyata. Saat Cody bangun, Shawn menghilang. Pada pagi harinya, Cody meminta maaf dan berjanji tidak akan melakukannya lagi.

Mengetahui bakat Cody, Jessie pun memanfaatkannya. Ia sengaja memperlihatkan video tentang Shawn yang mereka abadikan. Ia ingin Cody lebih mengenalnya sehingga Shawn ciptaan Cody lebih nyata dan bisa berbicara. Mark marah saat menyadari niat Jessie. Ia mengingatkan Jessie agar mencintainya, bukan memanfaatkannya seperti itu. 

Ketegangan kedua orangtua angkatnya membuat Cody juga gelisah. Juga kehadiran temannya yang nakal, Tate. Mimpi buruk mulai menyelinap di antara mimpi indah. Canker Man juga mulai datang. Tate, teman sekolahnya yang jahat menjadi korban pertama. Di saat yang sama, Jessie mendatangi dokter untuk mengeluhkan masalah tidur anak angkatnya. Ia meminta resep obat tidur. 

Pada malam harinya, Cody meminum obat tidur yang cukup kuat. Sosok Shawn muncul kembali membuat mereka bahagia. Namun, mimpi Cody memburuk. Makhluk jahat mengincar mereka. Mark menjadi korban selanjutnya. 

Cody dikembalikan ke panti karena ketahuan diberi obat tidur. Jessie mencari tahu jatidiri Cody dengan menelusuri siapa saja keluarga adopsi dan apa yang terjadi pada mereka. Ia bertemu ayah angkat Cody sebelumnya dan disarankan membunuh Cody selagi bisa. Jessie menelusuri file Cody lebih jauh dan menemukan catatan kematian ibu kandung kodi karena kanker pancreas. Cody yang berusia 6 tahun tak bisa mengingat wajah ibunya dengan baik dan mengapa ia meninggal. Maka, muncullah sosok Canker Man yang kurus dan berbalut perban.


Cody dibawa ke rumah sakit dan diberi suntikan tidur karena ketahuan 2 hari tidak tidur. Ketika Jessie sampai di sana, ia melihat manifestasi mimpi buruk Cody. Semua orang yang ditelan Canker Man ada di sana. Juga semua perawat dan petugas adopsi yang terikat di tembok. Suasana rumah sakit menjadi menyeramkan. Jessie berusaha membangunkan Cody. Setengah sadar, Jessie membawa Cody pulang. 

Di rumah, Jessie memberikan jurnal Andrea Morgan, ibu kandung Cody. Andrea menuliskan buku tentang bakat Cody di dalam buku diary. Jessie juga menceritakan kisah seorang anak kecil berbakat yang membutuhkan ibu dan seorang ibu muda yang membutuhkan anak. Ia juga menceritakan tentang anak jahat yang terbangun, sepasang suami istri yang bersatu kembali, dan seorang ayah yang bertemu anaknya. Cody bertanya, “Apakah mimpi semacam itu bisa menjadi nyata?”


PS: Bagian rumah sakit yang seram, asal muasal The Canker Man dan asal mula lucid dreams yang dimiliki Cody saya simpan agar kamu sangat penasaran. ;) Harus tonton film ini.

Review Film Before I Wake ala Susindra:

Film Before I Wake menceritakan tentang para insomnia (pengidap penyakit sulit tidur) karena kegelisahan. Jessie mengalami sulit tidur sejak kematian Shawn. Ia dihantui rasa bersalah karena mengetahui Shawn meninggal di bak mandi. Cody takut tidur karena sosok Canker Man yang memakan orang di sekitarnya akan datang. Cody memang memiliki lucid dream sekaligus kemampuan mengubah keadaan di sekitarnya dari mimpi. Cody kecil masih sulit mengendalikan kemampuan istimewanya.

Lucid dreams atau mimpi sadar adalah istilah yang diciptakan oleh psikiater sekaligus penulis berkebangsaan Belanda, Frederik (Willem) van Eeden (1860–1932) dalam jurnal ilmiah berjudul "A Study of Dreams". Ini adalah sebutan untuk sebuah mimpi yang pemimpinya sadar bahwa ia sedang bermimpi, sehingga ia mampu berpartisipasi secara aktif dan mengubah pengalaman imajinasi dalam dunia mimpinya. Mimpi sadar dapat terlihat nyata dan jelas. Mimpi sadar atau lucid dream telah diteliti secara ilmiah dan keberadaannya sudah diakui. Celia Green adalah pengarang buku ilmiah pertama berjudul Lucid Dreams (1968). Alan Worsle, dan Richard Feynman adalah 3 pemimpi yang tercatat secara medis. Bedanya, di film ini, lucid dream Cody dibuat sebagai teror. 


Karakter Cody diperankan dengan apik oleh Jacob Tremblay. Dia adalah salah satu aktor cilik berbakat yang memukau saya di film Room (2015) yang sukses besar dan melambungkan namanya. Film Before I Wake dibuat sebelum dia memerankan tokoh Jack di sana. Bahkan, proses syuting film Before I Wake selesai pada Desember 2013. Namun nasib buruk menghantui film karena perusahaan mengalami kebangkrutan. Film ini tercatat berkali-kali di jadwal ulang penayangannya.Di Amerika Serikat, film ini dijadwalkan tayang di Netflix tanggal 28 April 2017.

Memang patut disayangkan karena film horror fantasi yang bagus ini mengalami nasib kurang baik. Padahal nama Mike Flanagan sebagai sutradara sekaligus penulis skenario bisa menjadi nilai jual film horor. Saya suka dengan film garapannya. Sebagian besar berupa film horror atau thriller seperti Occulus yang pernah saya tulis review-nya, film Hush tentang terror yang dialami penulis wanita bisu-tuli yang diperankan Kate Siegel (Jadi pengen menulisnya di sini), juga film Ouija: The Origin of Evil (sudah menonton semua film-nya tapi kurang menarik). Penulis dan sutradara dari Massachusetts  ini memang lebih banyak membuat film horror. Untuk film Hush, saya masih serem dan sering merinding sendiri. Adegan tangan Maddie dipatahkan di film Hush masih membuat pergelangan tangan saya ngilu. Saya memang senang menonton film horror namun takut pada darah dan luka. Rasanya seperti nyata sakitnya.  Aneh dan agak bertentangan antara ketakutan dan kesukaan, tapi, hei… itulah misteri hidup. 

Kembali ke film Before I Wake. Karakter Mark sebagai bapak yang baik diperankan dengan apik oleh Thomas Jane. Dia sedih namun cepat move on. Mungkin karena dia lelaki sehingga lebih mudah berlogika. Saya senang dengan adegan adu argumennya dengan Jessie. Dia mengatakan bahwa seharusnya Jessie mencintai Cody apa adanya, bukan memanfaatkannya untuk kepentingan pribadi. Bertemu Shawn yang telah tiada bukan cara yang baik untuk menghilangkan duka. Ia menganggap itu adalah penganiayaan anak. Tentu saja hal itu ditentang oleh Jessie.

Karakter Jessie diperankan oleh Kate Bosworth dengan baik juga. Dia sosok yang agak sulit saya simpulkan. Bukan karena Kate gagal memerankan tokoh Jessie, tetapi karena saya melihat sosok wanita cerdik dan egois dalam dirinya. Seperti apa sebenarnya dia? Apakah dia wanita yang penuh cinta, atau wanita yang cerdik dan bisa memanipulasi Cody? Dia ibu yang sangat mencintai anaknya, itu benar. Tetapi, apakah ia benar-benar mencintai Cody? Atau sebatas menggunakan bakat Cody untuk mendapatkan keinginannya? Jika kita jeli, ada ending twist di sini. Bukan happy ending seperti yang terlihat sebenarnya. Saya baru benar-benar menyadari saat memikirkan, mengapa dia membayangkan suaminya bertemu Shawn, alih-alih kembali pada mereka di dunia? Bukankah itu aneh? Dalam imaginasi saya, Jessie ingin membuat eksperimen dengan Cody. Ia akan mencoba membuat Cody mengembalikan Tate dan ibu angkatnya terdahulu, baru kemudian mengembalikan Mark. Dan eksperimen terbesarnya adalah menghidupkan Shawn kembali. Apakah itu mungkin? Jawabannya mungkin hanya ada di angan kita. Saya tidak yakin akan ada film Before I Wake 2 mengingat drama yang dialami pada pendistribusian film. Tapi… mengingat ratingnya di atas 6, bahkan sebelum diputar di Amerika Serikat, kemungkinan sekuelnya sama besarnya. Karena it just a showbiz. Akan sangat menarik jika ada sekuelnya. Apakah kamu sepakat?

Beberapa sumber pendukung dan foto:
http://www.imdb.com/title/tt3174376/?ref_=ttfc_fc_tt
https://id.wikipedia.org/wiki/Before_I_Wake_(Film_2016)
https://en.wikipedia.org/wiki/Lucid_dream

Share:

11 comments:

  1. Sepertinya menarik, nanti cek situs film online, untuk download. Btw, sepertinya saya pernah mengalami lucid dream, tapi nggak yakin juga karena masih kecil. Cuma saya sadar saya sedang bermimpi, bahkan saya bertindak biasa aja, karena tau ini hanya mimpi.

    ReplyDelete
  2. Wohohoo.. Ini seru kayaknya, sebenrnya aku kurang suka film horor dalam artian yg bnar2 ada hantunya. Tapi kayaknya ini lebih ke misteri ya mba, tanpa ada hantu yg bikin serem. Jadi penasaran sama filmnya.

    ReplyDelete
  3. Agak kurang tertarik dengan film horor, tapi mengetahui cerita menarik. Film ini tak ada salahnya untuk ditonton.

    ReplyDelete
  4. jadi mengingat-ingat, aku pernah mengalami lucid dream apa tidak, dan rasanya pernah....sepertinya setiap orang pernah mengalaminya ya..

    ReplyDelete
  5. Wah kayaknya seru.
    Kadang lucid dream aku berbentuk aku di kejar-kejar musuh atau orang jahat. Salah satu ketakutan aku sih haha.
    Iconnya kupu2, mirip film Mama ya, yang endingnya jadi kupu2 hih

    ReplyDelete
  6. aih, mbak susi suka banget sih nonton film horor. tapi insomnia memang salah satu gangguan jiwa yang harus diobati lho mbak. dan memang kalo udah parah bakal berhalusinasi seperti film ini

    ReplyDelete
  7. Aku udah nonton filmnya, penasaran emang sampe akhir, ternyata endingnya ada twistnya haha. Si mister Canker Man ternyata ... ... :D

    ReplyDelete
  8. Aku suka nih pilem horror. kalo dilihat dari sinopsisnya sepertinya latar belakang kisahnya oke juga, pemainnya bisa mengeksekusi setiap perannya namun sepertinya kegagalan disebabkan sutradaranyakah? tapi tetep menarik buat ditonton nih

    ReplyDelete
  9. Aku penasaraaan :)))
    Mau nyari filmnya aaahhhh

    ReplyDelete
  10. Kalo aku, setiap tidur malam, maupun siang pasti selalu mimpi jalan-jalan ssama pemandu yang berbeda tapi kadang ada yang mirip dengan pemandu sebelumnya, hanya wajah yang bisa di ingat soalnya selalu fokus jalan" bisa terbang jadi seperti berenang gitu agak aneh ya hehe, lebih aneh setiap nama yang ku kenal di mimpi pasti hilang dari ingatan saat terbangun

    ReplyDelete
  11. Baru aja nonton malamaa ini di star movies.... �������� aku suka film horror... Kecuali fim Indonesia banyak porno nya.. Maaf bukan gak suka karya dlm negeri tp kebanyakan film horror kita lebih ngedepanin pakaian minim dan jalan cerita yg itu-itu saja.

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkenan meninggalkan jejak di sini. Mohon tidak memasang iklan atau link hidup di sini. :)

Sahabat Susindra