UKP Pancasila: Festival Prestasi Indonesia Tahun 2017

Sumber foto: Tribunnews
“Mamaa….. Aku ikut lomba hapalan Pancasila!” seru Binbin tanggal 12 Agustus lalu. Saya menyambutnya dengan sukacita lalu memintanya membacakan hapalan 5 sila. Tentu saja dia hapal. Sejak TK, Pancasila dijadikan salah satu hapalan wajib, dan dibaca tiap hari sebelum kelas dimulai. Begitulah situasi di lingkungan sekitar saya. Pancasila, sangat akrab di keseharian mulai dari anak-anak sampai dewasa. Dan, sebagai ibu, saya bangga melihatnya mengajukan diri mengikuti lomba. Juga, beberapa hari ini dia sering pura-pura berlatih menjadi komandan upacara. Hmm… semoga semangat kebangsaannya terpupuk dengan subur.

Saya salah satu orangtua murid yang sangat setuju dengan kewajiban melapalkan Pancasila di awal pelajaran. Mulai dari menghapal, anak akan mengingat lekat. Apalagi contoh-contoh pengamalan ideologi bangsa kita ini bisa ditemukan di kehidupan sehari-hari. Budaya gotong royong, saling menghargai, kesopanan dan kehangatan warga desa, sampai keberagaman agama, adalah nilai-nilai Pancasila yang dibahasakan sehari-hari. Bahkan, bedah rumah warga menggunakan dana urunan dan tenaga secara gotong royong pun masih dilakukan. Dan itu benar-benar terjadi pada 2 warga di desa saya, tahun lalu. Warga urunan dan dikoordinir RT. Urunan terdekat adalah bulan ini, yaitu Rp 25.000 untuk pembangunan TPQ dan Rp 25.000 untuk pembangunan sekolah desa. Tak banyak, tetapi sangat membantu. Budaya saling antar atau menawarkan hasil bumi pun masih membudaya. Saling sapa, dan memperhatikan warga yang lewat, juga masih kental. Saat mencari anak yang tidak pulang sampai sore, bantuan warga sangat bisa diandalkan. Di lingkungan semacam inilah anak-anak saya dibesarkan. Di kehangatan ini, saya bisa berbangga hati menyatakan, pepatah salah satu suku di Afrika: 

It take a village to raise a kid
Butuh 1 kampung untuk membesarkan seorang anak
Sebagai bagian dari seni hidup dan kehidupan sehari-hari desa kami yang sangat pancasilais. 


Bahagia rasa hati ini saat mengetahui ada Unit Kerja Pembinaan Ideologi Pancasila atau disingkat UKP Pancasila. Nama lainnya adalah UKP PIP. Bagi teman-teman yang belum tahu apa itu UKP Pancasila, latar belakang pembentukan, siapa yang membentuk, dan tugasnya apa, silakan baca definisi UKP Pancasila yang saya ambil dari Wikipedia

Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasilaatau disingkat UKP-PIP adalah Lembaga Nonstruktural yang didirikan pada tahun 2017 melalui Peraturan Presiden(Perpres) Nomor 54 Tahun 2017 tentang Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila. Lembaga ini merupakan unit kerja yang melakukan pembinaan ideologi Pancasila dengan tugas membantu Presiden dalam merumuskan arah kebijakan umum pembinaan ideologi Pancasila dan melaksanakan koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian pembinaan ideologi Pancasila secara menyeluruh dan berkelanjutan. Yudi Latief yang menjabat sebagai ketua, bersama sembilan dewan pengarah lainnya dilantik oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 7 Juni 2017 di Istana Merdeka.

UKP Pancasila dibentuk untuk lebih mengaktualkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa bernegara, yang dilakukan secara terencana, sistematis dan terpadu. Jadi, diharapkan, ideologi negara ini diamalkan dalam kehidupan sehari-hari oleh semua warga Indonesia mulai dari pemangku jabatan sampai rakyat sipil. Pengamalan ini dinilai sangat penting dan urgent. Saat menulis ini, saya jadi ingat pada P4 atau Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila. Wah… ketahuan banget ya, saya ini generasi apa. Hehehe…

Oh ya, saat ini, ada Festival Prestasi Indonesia yang digagas oleh Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila. Dengan mengusung tema Pancasila Sumber Inspirasi Maju bagi seluruh rakyat NKRI. Festival ini diadakan  pada tanggal 21-22 Agustus 2017 di Jakarta Convention Center. Pagi tadi, acara ini dibuka oleh Presiden Jokowi. 

Di Festival Prestasi Indonesia, ada 72 ikon prestasi yang dipilih oleh UKP Pancasila. Seleksi ketat diberlakukan agar benar-benar mendapatkan 72 orang yang tepat. Salah satu syaratnya adalah pernah mendapatkan penghargaan atau juara tingkat nasional dan internasional. Nia Sjarifuddin yang menjadi salah satu tim seleksi menyatakan, “Bagi yang belum mendapatkan penghargaan, kami melihat apakah karya dan tindakan ikon terpilih memiliki dampak nyata dan pengaruh besar bagi lingkungan maupun prestasinya. Kriteria lainnya adalah, ikon afirmatif dan representatif.:” maka, 72 ikon terpilih diambil dari 4kategori: Saintis dan innovator, olahraga, seni budaya, dan pegiat sosial. Berikut daftarnya:

1 A’ak Abdullah Al-Kudus 
2 Ahmad Arif 
3 Ahmad Bahruddin
4 Alan Budi Kusuma
5. Audrey Yu Jia Hui
6 Baihajar Tualeka. 
7 Bambang Ismawan
8. Bayu Santosa
9. Bonifasius Mau Taek
10. Brigadir Muhammad Saleh
11. Ciciek Farha & Supohardjo. 
12. Chandra Sembiring 
13. Eng Eniya Listiani Dewi 
14. Herawati Supolo Sudoyo
15. Yudi Utomo Imardjoko 
16. Lie A. Dharmawan, 
17. Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid
18. Eka Kurniawan
19. Eko Supriyanto
20. Eko Yuli Irawan
21. Franki Raden
22. Garin Nugroho 
23 Handi Mulya
24. Heri Dono 
25. Herwin Hamid
26. I Gusti Kompyang Raka
27 Bambang Iriant
28 Joey Alexander
29 Komang Sastrawana
30 Lia Putinda Anggawa M. 
31 Lilyana Natsir 
32 Liem Swi King
33 Lintang Pandu Pratiwi 
34. Lisa Rumbewas
35. Luthfi Bima Putra
36 Lynna Chandra. 
37 Masril Koto 
38 Muammar ZA 
39 Michael Gilbert
40 Muhammad Gunawan 
41 Muhammad Winesqi Nibras
42 Nano Riantiarno
43 Nisa Wargadipura & Ibang
44 Nyoman Nuarta
45 Oka Rusmini
46 Hj. Suraidah
47 Tim Robotika
48 Riri Fitri Sari
49 Khairol Anwar
50 Tim Robotik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) 
52 Rahayu Supanggah
53Romo Carolus
54 Romo Kirdjito
55 Rudy Hartono
56 Sabar Gorky
58 Sri Wahyuni
59 Suraiya Kamaruzzaman
60 Suryono
61 Susi Susanti
62 Syahrozad Nalfa Nadia
63 Tontowi Ahmad
64 Taruna Ikrar
65 Taufik Hidayat
66 TGH Hasanain Juaini
67 Tiara Savitri
68 Tim Paralayang Indonesia
69 Wregas Banutedja
70 Wuri  Wuryani
71 Yogi Ahmad Erlangga
72 Zaenal Beta

Sumber foto: Tribunnews.com

Itulah daftar 72 orang berprestasi di Indonesia ikon UPK Pancasila tahun 2017. Semuanya sangat diapresiasi di gelaran Festival Prestasi Indonesia di JHCC hari ini sampai besok. Malam ini ada Pagelaran Seni Pancasila Gemilang, menampilkan  Erwin Gutawa, juara vokal internasional 2017 Liyodra, K.H. Mustofa Bisri dan sejumlah seniman lainnya. Ayo, buruan siap-siap ke sana. Atau… bisa juga ikuti & follow akun media sosial UKP Pancasila di bawah ini:

FB Page https://www.facebook.com/GenPancasila/
Twitter https://twitter.com/ukp_pancasila
Instagram https://www.instagram.com/ukp_pancasila


Share:

1 comment:

  1. mba, 72 yang terplih apakah karena ultah kemerdekaan yg ke 72?

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkenan meninggalkan jejak di sini. Mohon tidak memasang iklan atau link hidup di sini. :)

Sahabat Susindra