Andai Susindra Punya ASUS VivoBook S510

Malam yang nyaman, dengan segelas kopi mengepulkan uap harum, saya duduk di depan rumah dengan anak lanang, Destin. Di saat seperti ini kami biasanya berdiskusi bebas. Tema tak terbatas. Tangannya memegang buku Pemrograman Visual Basic 6.0, sementara di sebelahnya buku Membuat aplikasi Mini Market dengan Visual Basic 6.0 dan Access. Kedua buku ini pernah saya pakai untuk belajar VB sederhana di tahun 2010. Karena usia dan tanpa panduan, saya malas meneruskannya. Biasa… Mahmud yang menjadi full time mom kadang pengen belajar ini itu untuk mengisi waktu. Dan bayangan bisa membuat aplikasi sederhana sendiri memang sangat indah. Tapi, ingin dan komitmen memang jarang bergandengan tangan jika tak disertai niat yang sangat kuat. Tapi tak mau menyerah, saya mulai mengenalkan pada anak lanang yang berusia 12 tahun itu. Siapa tahu dia lebih mampu menguasainya. Siapa tahu memang minatnya.

“Aku pengen bisa bikin aplikasi game sendiri, Ma. Kalau laku, uangku banyak,” katanya beberapa hari lalu. Dengan tanggap saya mengatakan, ia perlu belajar keras untuk itu dan berjanji mencarikan buku untuk belajar membuat aplikasi sederhana dan dasar. Saya katakan, “Jika kamu sanggup, kamu bisa kursus membuat game online.”

Sebenarnya saya kurang paham aplikasi apa yang dipakai pembuat game, tetapi jika dia enjoy belajar VB, saya yakin ia akan lebih mudah belajar apa yang dia kehendaki. Selama ini ia sudah ikut-ikutan hacking poin game ala ala kidz zaman now. Ia sudah jual beli akun pula ketika masih SD. Saat saya tahu, saya langsung membuat program detoks game untuknya. Alhamdulillah berhasil. Tapi cita-cita menjadi pembuat game tidak saya larang karena siapa tahu itu sebuah batu loncatan. Jika ia mampu, mengapa tidak?

Sore tadi saya membongkar koleksi buku, menata sesuai kategori, dan merapikan kembali. Niat lainnya adalah mencari buku yang saya janjikan pada Destin. Alhamdulillah ketemu. Makanya, malam ini kami duduk berdua. Percakapan ngalor ngidol kami akhirnya sampai pada perangkat pendukung belajar Visual Basic, yaitu laptop yang mumpuni.

"Aku mau laptop ini," seru si sulung Destin dengan semangat

“Mama, Laptop ASUS yang terbaik, ya?” tanyanya.

“Iya, Nak,” jawab saya kalem. Padahal dalam hati deg-degan pengen segera menulis untuk lomba berhadiah ASUS VivoBook S510  

“Memang sangat bagus,” katanya masih dengan intonasi kagum.

“Ketika bicara tentang bagus, Nak, kamu harus melihat bagaimana pribadi pemakainya. Seperti semua manusia unik, semua laptop dibuat sesuai keunikan pribadi pemakainya” jawab saya. “Mudahnya gini, kamu lebih suka jenis sandal seperti apa dan mau dipakai ke mana? Suka sandal jepit atau sandal gunung kalau mau dolan? Laptop juga gitu. Apa yang kamu butuhkan dan apa yang kamu sukai, seperti itu cara mencari laptop terbaik untukmu.”

“Tapi kan ASUS paling bagus untuk siapa pun. Macamnya banyak,” katanya tak mau kalah. “Ada yang khusus untuk game. Pernah pakai, Ma, wuah!” Dia mengacungkan jempol, matanya berbinar-binar.

Ealah, kidz zaman now, mereka lebih update daripada emaknya. Emaknya saja belum pernah pegang ASUS ROG, dia sudah pernah mencoba. Akhirnya saya membuka laptop dan mengajaknya melihat laptop ASUS yang dijadikan lomba. Tak lama kemudian ia membuat seruan-seruan kecil terkait penampilan fisik yang tipis, ringan dan bagus. Ia pun segera berandai-andai: seandainya Susindra punya ASUS VivoBook S510 

“Mama harus menangin satu,” katanya. “Untukku, untuk kita semua.”

Anak ini, selalu menganggap ibunya bloger hebat yang bisa meluluhkan hati juri. Dia ikut bangga melihat aktivitas menulis saya. Saat ditanya, dia pernah menjawab ingin menjadi blogger review game. Duh… ini salah saya yang di tahun 2009 menyerahkan pengasuhan mereka pada gawai dengan sedikit pengawasan. Hiks… meski sudah 4 bulan ini detoks game online, kadang masih muncul rebellion-nya. Mengasuh anak milenial memang butuh usaha keras. Dan untuk mengapresiasi kepercayaannya, saya membuat posting, sesuai dengan interest anak SMP saya ini. Baiknya saya tulis saja sesuai urutan ketertarikan Destin, karena ia mewakili pencari laptop yang awam dan tahunya semua bagus. Apalagi saat ini lazim melihat anak sekolah SMP-SMA mempunyai laptop sendiri.

1. Ringan digendongan enak dibawa ke sekolah, hang out dengan teman, atau ke perpustakaan

Buku-buku tebal, itulah kawan anak-anak sekolah saat ini. Buku paket semakin menyerupai ukuran tinggi bantal. Makanya saya tersenyum saja saat ia berteriak, “Ringannya laptop ASUS!”


Laptop ASUS memang semakin ringan saja, karena ketebalan dan berat menjadi salah satu penyebab orang membeli laptop. Berat 1,5 kilogram dan ketebalan 1,79 cm memudahkan siapapun saat mobile. Bahkan bagi anak SMP sekali pun. Bagi emak-emak bloger seperti saya, memiliki arti meringankan punggung. Malahan, bisa makin ‘wanita’ karena tak harus menggendongnya dengan tas punggung. Hand bag ukuran besar bisa dijadikan wadah laptop saat harus membawa laptop ke mana-mana. Mobilitas memang menjadi prioritas penting. Bahkan dijinjing biasa juga sangat nyaman dan pas di genggaman. (Jadi ingat repotnya saya tiap akan menulis di ruang referensi Jepara di Perpustakaan Jepara karena laptop saya masih tebal dan berat).


2. Bawa laptop ukuran 15,6” full HD seperti membawa laptop 14”

Saat membeli laptop, ukuran panjang dan lebar jadi salah satu pertimbangan saya. Saya kurang suka laptop berukuran besar. Apalagi tas laptop saya ukurannya 14.
Duh… maafkan. Emak-emak memang agak perhitungan kalau belanja tambahan demi satu produk. Tapi membayangkan membawa laptop ukuran di atas 14” juga males banget. Iya, kan? Iya, kan? Eh, siapa bilang. Itu kan saya saja, yang lain suka-suka saja. 
Kalau kamu seperti saya yang enggan membawa laptop ukuran besar tapi ingin bisa memiliki layar sangat lebar, ASUS VivoBook S510  memang jawaban paling tepat. Kamu akan dapat sensasi membawa laptop ukuran 14" rasa 15,6 full HD”. Lha kok bisa? 
NanoEdge 7.8 mm, itulah ukuran bingkai layar laptop ASUS VivoBook S510 . Super tipis dengan rasio 80% antara layar dan body. Makanya, ukuran panjang dan lebar laptop lebih kecil daripada laptop dengan ukuran layar yang sama.

Laptop ukuran besar namun tetap ringan

3. Bisa membaca bersama 5 teman di taman dengan nyaman.

Selain desain tipis, layar laptop juga didukung oleh 178° teknologi wide-view. Jadi, mau melihat layar dari sudut mana pun, warna dan kontras tetap hidup dan tajam. Mau berbagi konten atau membaca bareng dengan 5 teman di taman juga tetap nyaman. Ya kali… karena mereka masih tipis banget badannya. Kalau emaknya yang lebar… Ya salam… mengapa pula ukuran dibawa-bawa. -_-

4. Ada pelangi di layar laptopku.

Layar laptop ASUS paling tajam, deh, kayaknya. Teknologi ASUS Splendid jadi salah satu syarat mendapatkan gambar visual terbaik, apapun konten yang sedang kita lihat. Nah, teknologi ini bisa diatur sesuai kebutuhan pemakainya. Mode normal paling nyaman tuk pemakaian sehari-hari. Ganti ke mode vivid jika ingin melihat kontras gambar lebih optimal. Saat di luar, ganti dengan mode eye care tuk mengurangi paparan warna biru. Daaan… untukmu yang butuh mode lainnya, bisa di-setting manual. Kalau yang ini, yang paham suami saya yang suka menggambar di laptop, kayaknya.


5. Main game sambil nonton video, atau membuat infografis sambil menonton tutorialnya?

Punya anak 2, laptop 1, bayangkan serunya. Mereka sudah lama berlatih bergantian. Saat week end, 2 jam setiap anak. Total 4 jam karena mereka mengambil hak bersamaan. Saat Destin bermain game, Binbin hanya melihat saja. Begitu pun sebaliknya.
Punya laptop yang sangat bagus ini, keduanya bisa melakukan secara bersamaan. Memang tidak semua game, sih, tapi saya pernah mencobanya untuk game di Facebook. (Ketahuan kalau saya juga suka main game. Dulu…)
Nah… kalau emaknya yang suka main-main dengan ilmu baru, bisa belajar infografis sambil menonton video tutorialnya. Masih ringan, tuh. Kok bisa? Tak lain karena performance atau kinerja yang luar biasa. Gabungan  Intel® Core™ i5 terbaru, RAM 4GB DDR4 2133MHz dan grafis NVIDIA® GeForce® 940MX. Itulah jawabannya. Gambar visual  menjadi sangat smooth.

6. Mencari Jerawat di wajah Zhang Xioa Fan atau tali pengikat saat ia terbang?

Duh, anak saya sangat suka film Legend of Chusen. Setiap hari menonton dan berulang-ulang! Tapi saya juga sih. Meski sudah nonton 5x tamat masih sering nonton kembali. Filmnya sangat bagus, latar film ciamik. Editing sangat bersih. Kami sering menghentikan film demi melihat editan filmnya. Memang bagus banget, sih. Tapi siapa tahu flaw-nya terlihat jika pakai teknologi Tru2Life?


Penyuka video, baik penikmat maupun pembuat memang akan dimanjakan oleh teknologi Tru2Life. Algoritmenya cerdas mengenali piksel sehingga bisa mengoptimalkan sesuai kebutuhan. Penambahan ketajamannya bisa up to 150%. Gambar jadi makin hidup dan realistis.

7. Internet ngebut, sekencang The Doctor.

Pencari wifi sangat dimanjakan, nih. ASUS tahu saja jika hunting wifi menjadi salah satu budaya anak muda dan kakak tetua zaman sekarang. Ngopinya segelas, streaming-nya sampai puas. Kopi sudah lama menjadi dingin, atau bahkan kandas. Berebut wifi juga jadi kebiasaan. Ultra-fast dual-band 802.11ac Wi-Fi membuatmu merajai semua sinyal wifi! Kecepatannya mencapai 867Mbps atau 6x lebih cepat dari 802.11n! whuzz… whuzzz… whuzz… salip semua pencari wifi!

8. Transfer data sekejap mata

Masih dengan semangat sembalap, Valentino Rossi mengalahkan semua lawannya. Ups…
Pilihan slot USB-nya beragam

Serba cepat, itu salah satu permintaan pasar, selain serba ringan dan praktis. Kecepatan transfer data ASUS VivoBook S510  seri S sangat impresif karena super cepat.  Port USB 3.1 dengan konektor USB Type-C™ reversibel membuat kecepatan transfer 5x lebih cepat daripada koneksi USB 2.0. Ada port USB 3.1 type-C, USB 3.1, 2 port USB 2.0,  HDMI, dan SD card slot. Apapun akses transfer data yang kamu butuhkan, semua ada di sini.

9. Bayangkan memiliki tim dan mekanik di pit stop balap saat mengisi baterai ASUS VivoBook S510 

Kehabisan baterai itu azab terpedih di abad ini. Beda jauh dengan zaman Siti Nurbaya. Makanya, quick-charge jadi salah satu tawaran menarik. Bayangkan, dalam waktu 49 menit, baterai polimer lithium terisi 60%. Cepat sekali ya. Berasa jadi pembalap dan punya tim menkanik handal yang mengisi bahan bakar, serta mengganti ban dengan super cepat. Sebagai bonus tambahan, teknologi ASUS battery health akan memperpanjang masa pakai baterai. HEBAAAATTT…

10. Menulis atau jari menari ala Felicity Smoak?

Mungkin tak banyak yang menyadari bahwa ciri keyboard ergonomis yang membuat tangan makin lincah bergerak saat mengetik. Meminimalisir typo seakan tangan memiliki mata sendiri. Pernah nonton Felicity Smoak mengetik di film seri TV Arrow? The Overwatch-nya Arrowverse ini adalah tokoh paling keren menurut saya. Clumsy tapi merajai dunia maya. Matanya ke mana tangannya ke mana. Nah, jarak 1,4 mm antar tombol keyboard diklaim paling ergonomis. Tambahan lagi, keyboard memancarkan cahaya rendah dan nyaman di mata. Mengetik di mana pun makin asyik dan makin cepat.


11. Laptop pribadi untuk pribadi yang unik.

Pemakai HP ASUS seperti saya sangat terbantu dengan adanya sensor sidik jari. Data HP aman dari anak-anak dan suami. Ups…. Sensor ini membuat kode saat membuka HP terasa sangat kuno. Nah, bagaimana jika sensor ini digunakan di laptop yang memiliki storage 1 tera? Akan jadi sangat menyenangkan. Dan memang menyenangkan. Dengan satu sentuhan di sensor sidik jari, laptop yang terkunci layarnya akan segera terbuka dan Windows Hello menyapa. Sapaan sederhana sekali, tetapi nyatanya sangat menyenangkan hati. Sebuah emo smilling face ditambah sapaan Hello Susi Susindra! Senangnya!

12. Tak perlu menghangatkan minuman bersoda lagi.

Zaman dahulu, ada reviewer laptop yang menuliskan caranya menghangatkan kopi kalengan. Cukup diletakkan di sebelah kipas laptop saja. Hahahaha…. Meski tak sampai meniru caranya, nyatanya, dulu laptop jadul bisa menghangatkan minuman bersoda saat menulis di sebuah kafe. Kan asem tenan, to? Makin ke sini, laptop makin berkurang panasnya. Meletakkan laptop di paha kaki tidak terlalu menyiksa panasnya. Tapi lama-lama tetap saja panas, kaaaaan….

Teknologi ASUS IceCool memberikan kontrol kipas yang lebih canggih. Apalagi tata internal hardware laptop lebih tepat lokasinya. Sistem pendinginan laptop menjadi semakin baik. Saat dites, suhu rata-ratanya 35°C - lebih rendah dari suhu tubuh. Kinerja komputasi semakin baik dan laptop tetap dingin meski dipakai belasan jam.

Tak sempat menghangatkan soda.... (gambar dari pixabay)

Banyak bener ya kelebihan laptop ASUS VivoBook S510  seri ini. Tak heran  jika tahun ini ASUS mendapatkan juara pertama versi IDC (International Data Corporation) dan GfK (Gesellschaft für Konsumforschung), percaya kan? Baru menyentuk aplikasi yang terlihat, sesuai teknologi hardware saja sudah luar biasa. Bayangkan jika benar-benar di depan mata dan siap dicoba. Pasti saya akan menenukan lebih banyak lagi.

Kelebihan ASUS Flip S S510UQ adalah kemampuan tenaga yang besar, fitur-fiturnya yang menarik namun dirilis dengan harga yang terjangkau daripada produk lain dengan level yang sama. Produk ASUS VivoBook S510 ini telah dipasangi prosesor Intel Core i5 generasi ke-7 ditambah lagi grafis dengan berbasis NVidia GeForce. Dan harganya hanya Rp 9.799.000,-. Lebih murah daripada laptop lain di level entry sama. Masih ada pula tambahan garansi senilai Rp 900.000,-. Coba cari di e-commerce langgananmu. Biasanya ada cashback lumayan. 

Berikut ini keterangan spesifikasi ASUS VivoBook S15 S510:

CPU: Intel® Core™ i7 7500U Processor (4M Cache, up to 3.5GHz)
Operating System: Endless OS
Memory : 16GB DDR3L 2133MHz SDRAM
Storage: 128GB SATA 3 M.2 SSD + 1TB HDD
Display: 15,6” (16:9) LED backlit FHD (1920x1080) with slim bezel
Graphics: Discrete graphics Nvidia GTX 940MX 2GB GDDR5 VRAM
Input/Output: 1 x Type C USB3.0 (USB3.1 GEN1), 1 x Fingerprint (On selected models), 1 x HDMI, 1 x USB 3.0 port(s), 1 x Microphone-in/Headphone-out jack: 2 x USB 2.0 port(s)
Kamera: VGA Web Camera
Konektivitas: Integrated 802.11a/b/g/n/ac (WIDI Support), Bluetooth V4.1
Audio: Built-in Stereo 1.6 W Quad-Speakers And Digital Array Microphone
ASUS SonicMaster Premium Technology
Baterai: 3 Cells 42 Whrs Battery
Ukuran: WxDxH) 361.4 x 243.5 x 17.9 mm
Berat: 1,7Kg with Battery
Warna: Rose Gold
Harga: Rp9.799.000
Garansi: 2 tahun garansi global senilai Rp900.000

Aaaarh…  semoga saya berhasil menyenangkan anak lanang dan menjadi 1 dari 5 pemenang yang beruntung di VivoBook S510  Surprise 2017: Writing Competition.

Andai saya bisa mendapatkan laptop ini….. 
Andai Susindra mendapatkan salah satu hadiah ini…

Bismillah, harus yakin saat submit url blog. InsyaAllah semua akan baik di masanya. Aaamiiin…

Tulisan ini disertakan dalam ASUS VIVOBOOK SURPRISE 2017 WRITING COMPETITION

Note:
Gambar visual laptop dari https://www.asus.com/us/Laptops/ASUS-VivoBook-S15-S510UQ
Gambar vector felicity dari http://lordmesa.com/characterprofile/felicity/
Gambar vector handsome boy dari http://freepik.com
Gambar minuman soda dari www.pixabay.com
Share:

12 comments:

  1. canggih dan tipiiis, aku pengen

    ReplyDelete
  2. Aminn semoga destin dapet ya mam.. Amin ya allah amin ya allah semoga dapet Asus

    ReplyDelete
  3. Laptop ini paling nyaman buat nonton drama korea ����

    ReplyDelete
  4. Ya mbak aku juga mau, sesuai budget, tapi aku masih nabung

    ReplyDelete
  5. Wah aku mupeng nih sama laptop ini, pastinya ngebantu banget buat kerjaan stripping waakkakakka

    ReplyDelete
  6. Laptopnya keren banget ini.. jadi pengen punya juga...

    ReplyDelete
  7. Coba download unity mbak, aplikasi pembuat game. Lebih mudah dipelajari karena tidak banyak membutuhkan kemampuan coding.
    Semoga beneran dapat lapton ini ya, biar Destin makin semangat belajar

    ReplyDelete
  8. Laptopnya bagus banget ya bun, cocoklah buat dipakai untuk kegiatan apa saja.
    Semangat bun, semoga beruntung ya! :D

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkenan meninggalkan jejak di sini. Mohon tidak memasang iklan atau link hidup di sini. :)

Sahabat Susindra