Wanita makhluk istimewa. Diberi kelembutan dan Ketegasan. Meski terlihat lemah, namun lebih tahan dan lebih cepat bangkit jika jatuh dan tersakiti.
Pagi ini Susi tidak ingin membicarakan kelebihan dan kelemahan wanita karena sudah ada di sini. Lengkap dengan bagaimana behind the scene proses penciptaan wanita. Meski bangga menyeruak kala membacanya. Pagi ini Susi ingin bercerita tentang hasrat terdalam Susi untuk menjadi wanita seutuhnya.
Alhamdulillah Susi telah menikah dan melahirkan 2 anak laki-laki, Destin (6.5 tahun) dan Binbin (3 tahun) serta berbahagia bersama mereka. Susi suka memasak dan tetap memaksakan diri mengerjakan pekerjaan sehari-hari karena Susi tidak suka punya asisten rumah tangga. Hanya satu kegelisahan Susi yaitu pilihan penampilan. Sampai detik ini, di usia menjelang 32, Susi tetap nyaman memakai celana jeans pendek/panjang dan kaos oblong jika bepergian. Susi tetap tidak nyaman dengan bedak dan segala macam kosmetik. Rasanya kok jauh sekali dari kesan wanita meski Susi memanjangkan rambut. 
Kenapa Susi gelisah? Dalam rangka pernikahan keponakan tanggal 1 Juni nanti, beberapa hari ini Susi mencoba memakai beberapa gaun & gamis di butik kakak. Ternyata Susi terlihat anggun memakai gamis maupun gaun ala Malaysia yang sedang trend saat ini. Satu persatu kucoba, aduuuhhh... ternyata aku bisa terlihat cantik jika mau. *narsis* Sejak itu beberpa kali Susi terbayang-bayang memakai gaun. Apakah sudah waktunya menjadi wanita muslimah anggun? Siap-siap menghitung dana yang dibutuhkan. Tapi bagaimana dengan rencana backpacking Susi ke Perancis, ya? Ups... ada setan lagi ngrayu. makasih ya sudah baca curhat ga penting Susi pagi ini.
Salam hangat selalu dari Jepara Bumi Kartini. Jangan lupa ikuti Giveaway Susindra, ya.