Baca posting Bundit tentang buku Who Moved My Cheese, aku langsung googling. Penasaran banget dengan ceritanya. Alhamdulillah langsung nemu ebook & video-nya. Alhasil, kemarin aku asyik menikmati buku pembangun jiwa tersebut. Hasilnya? I feel better
Ceritanya sih sederhana saja, tentang 2 tikus bernama Sniff & scurry serta 2 manusia kerdil bernama Hem & Haw. 4 karakter ini diceritakan berukuran sama dan tinggal di maze yang sama dan menikmati Keju di Station C. Sebagai tikus, Sniff & scurry hanya dibekali insting sementara Hen & Haw dibekali otak. Untuk cerita lengkapnya silahkan baca di sini
Cheese atau keju di cerita ini bisa berarti apa saja. Perubahan, kebahagiaan, kesuksesan, mimpi & cita-cita kita, bahkan keluarga. Itulah cerdasnya buku ini membidik masalah pelik menjadi sebuah dongeng sederhana namun menggugah. Nah, dalam kasus ini, Susi mengidentifikasikan dengan perubahan hidup Susi. 
Memang wajar jika kita takut akan perubahan. Susi pun demikian. Seminggu ini Susi tengah dibuat resah oleh perubahan mendadak yang harus Susi hadapi tanpa persiapan. Sebuah pemikiran buruk tentang kantor baru mengganggu sekali karena Susi belum siap akan perubahan. Pendek kata, Susi merasa kecewa, terluka, marah, tak dibutuhkan, bahkan diacuhkan. Perasaan ini sangat mengganggu kinerja Susi hingga terbersit pemikiran akan mengundurkan diri. Hmm.... 
Syukurlah setelah membaca buku ini perasaan Susi langsung membaik. Dan Susi langsung mendeklarasikan "I'm ready to move with my CHEESE!"
Pertanyaannya kemudian, "Where will I move?" tergantung kemana perubahan membawaku. Meminjam kalimat sakti di buku ini, "Kehidupan selalu cepat berubah. Semua hal disekeliling kita bahkan apa yang sudah kita miliki bisa berubah sewaktu-waktu. Hanya perubahan itu sendiri yang tidak akan berubah."