Makanan untuk sarapan yang murah meriah semasa kuliah di Unnes adalah gudangan di pasar krempyeng Banaran (Semarang). Murah meriah, kenyang, berserat tinggi. Yang jelas selalu ngangeni. Kangen perjuangan semasa kuliah - mencoba mandiri, jauh dari rumah, belajar keras, dan ehm... mantan pacar? Haha... yang terakhir itu disensor saja.
Setelah lulus kuliah dan kembali ke kota asal di Jepara, gudangan menjadi menu yang khas juga karena kebetulan rumahku dekat dengan pasar. Beberapa hari sekali ke pasar dan membeli sayur gudangan. Sebenarnya tidak tepat di sebut gudangan, ya... di Jepara namanya urab'an atau ada yang menyebut kuluban. Yah, itu dia namanya. Bumbunya juga beda dengan gudangan Semarang.

Gudangan Semarangan menggunakan bumbu lombok, bawang putih, dan kencur, kemudian dicampur dengan sayur dan kelapa parut. Jadi ada pedes-pedesnya sedikit.Sayurnya juga identik dengan sayur daun singkong dan kecambah. Uraban jepara meski sekilas sama variasinya beda. Bumbu utamanya adalah lengkuas, bawang merah, dan terasi. Ketiga bumbu dasar itu dicampur dengan sayur dan kelapa parut. Rasanya lebih gurih. Kelihatannya tidak ada sayur urap dengan bumbu lengkuas selain di Jepara.
Sayur yang dipakai untuk gudangan khas Jepara adalah sayur nangka muda, daun singkong dan rumput laut. Ini yang paling khas. Tapi ada juga yang menjual mirip gudangan Semarangan, yaitu sayur daun singkong dan kecambah meski bumbunya tetap lengkuas, terasi dan bawang merah.
Uraban daun singkong, nangka muda, dan kecambah
Uraban nangka muda, daun singkong, dan rumput laut
Cukup dengan uang RP 1000,- atau Rp 1500, sebungkus nasi uraban siap ditenteng di tangan. Menunya terdiri dari nasi, sambal trasi, lodeh tempe gabug, rempeyek ikan asin. Murah meriah. Jangan bilang aku tega, ya.. soalnya banyak orang yang beli seharga Rp 500,- per porsi. Lagi pula jika beli Rp 1.500,- porsinya bisa jumbo.

Nasi uraban dibungkus daun jati. rasa nasinya jadi
gurih-gurih gimanaaa... gitu.
Usai dari pasar langsung ke warung ibu yang cukup dekat dari situ. Biasaaa.... nebeng sarapan pagi usai mengantar Destin sekolah. 
Menu sarapanku pagi ini. (penampakan nasi urab yang kubeli tadi seperti ini.
 Ini nasi yang seharga Rp 1000,-
Sate kikil - khas Jepara juga
 Mumpung kepedean jeprat-jepret, sekalian isi meja di warung ibu aku foto. Hihi.... banyak abang2 yang bilang, "Aku ga difoto sekalian, mbak?" "Mas mau jadi makanan khas Jepara?" Jawabku cuek padahal sih aslinya malu. Ada blanggem (singkong goreng), pia (mendoan gandum pake udang di tengah), roti goreng, onde-onde (roti goreng wijen), pisang goreng, rondo royal (tape goreng), lepet jagung, dan sate kikil. Satu lagi yang spesial dan ngangeni di warung ibuku, ketan serundeng yang yummy. Hayoo... dari aneka makanan itu, mana yang belum kenal?
Roti goreng, blanggem, pisgor, onde-onde, pia, rondo royal,
lepet jagung, satu kikil
Ketan serundeng buatan ibu
Puas sekali sarapan pagi ini. Apa sarapan sahabat pagi ini? Selamat beraktivitas, ya.....