Punya saudara kembar sangat menyenangkan. Apalagi jika tumbuh bersama. Kita memiliki teman bermain sejak dalam kandungan. Itulah yang biasa dirasakan oleh mereka yang lahir kembar. 

Cerita tentang anak kembar versi Susi agak berbeda karena Susi telah dipisahkan dari rumah sejak berusia 36 hari. Tapi intinya tetaplah sama. Kami memiliki ikatan hati yang kuat.

Berawal dari mimpi bermain di taman dan melihat sesosok gadis kecil yang sangat mirip yang membuat Susi tahu tentang keberadaan Ida, saudari kembarku. Dan obsesi ingin bertemu itu membuat Susi diopname selama 10 hari di rumah sakit hingga akhirnya dipertemukan. Pertemuan pertama kami dihiasi tangis. Bukan karena haru, tapi 2 anak kembar berusia 5 tahun tiba-tiba bertemu bisa membuat mereka takut dan malu. 
Susi & ida, tanpa sengaja kompakan baju di pantai Bandengan.
See... Susi selalu terlihat tomboy dan Ida selalu lebih feminin.

Salah satu snapshoot foto gagal karena 2 anak kami tiba-tiba ikut action.
Tapi Susi sukaaaa..... foto ini. Hehe.. ijin ikut mejeng, ya.....
Ceritanya papa geli lihat kami berdua asyik nyemil kwaci (favorit kami berdua, tuh),
saat akan curi foto kami, Destin & Nafa tiba-tiba masuk. Xixixixi... Geliiii...
Sejalan dengan waktu, kami berhasil meningkatkan bonding antara kami. Banyak cerita unik kami. Ketika Ida yang menikah di usia 19 tahun melahirkan putri pertamanya, Susi tiba-tiba ingin ke rumahnya. Seluruh keluarga suami Ida takjub melihatku mengetuk pintu mereka karena saat itu Ida sedang proses melahirkan anak pertamanya, Nafa. Dan jadilah, meski tanpa telpon/sms *tahun 1998 tak ada yang punya hp!* Susi bisa menggendong Nafa terlebih dahulu sebelum ibunya dan dengan bangga menyebutnya, "anakku". Setiap Susi berpetualang naik gunung, Ida yang merasakan dingin dan lelahnya. Ada saat dia begitu kedinginan hingga 3 lapis selimut tak mampu meredakan dinginnya, dan muncul biru2 di kakinya. Ketika salah satu dari kami sedih atau kelelahan, maka yang lain akan merasakan hal yang sama. Ketika salah satu dari kami hamil, yang lain akan mempunyai keluhan yang nyaris sama. Pinggang pegal, perut begah, emosi naik turun. Sungguh mengganggu. Itulah sebabnya kami bisa menebak jika ada yang tengah hamil. Seperti saat ini, Susi mengalami gejala2 hamil yang sangat mengganggu. Duuhh..... ribet juga mengalami hamil palsu begini. Kepala pusing terus, mual, mudah emosi, pinggang linu. Hadeeeww..... Hiatus blog-nya jadi terlalu lama....

Kami berbagi dengan cara kami sendiri. Entah bagaimana cara kami mengembangkan ikatan sekuat itu. Yang kami tahu, ikatan itu ada, dan menyatukan kami. 
********************
Cerita ini khusus untuk meramaikan ultah pernikahan mbak Orin yang pertama serta Giveaway perdananya yang bertajuk 1st Giveaway: The sweetest Memories. Semoga pernikahan mereka langgeng dan diwarnai dengan anak-anak yang sholeh/sholehah. Amin.