Mengenang moment indah bersama suami dan memilih satu saja untuk posting kontes ternyata tidak mudah. Seperti memilah-milah satu lidi paling indah diantara ribuan lidi yang telah terlanjur terikat menjadi sapu. Apalah daya…. Diri sudah terlanjur menjadi banci kontes yang selalu haus untuk menantang kemampuan menulis.  Seperti posting satu ini yang khusus dipersembahkan untuk mbakyu cantik bernama pena ladyonthemirror yang merayakan pernikahan ke 10 pada tanggal 11 bulan 11 tahun 2011. Angka yang sangat spesial tentunya.

***MOMENT TO REMEMBER*** 

Menikah, memiliki anak. Kalimat yang sangat sederhana namun tak pernah mudah pelaksanaannya. Terlebih saat mengikuti proses kelahiran anak. Beragam perasaan berkecamuk jadi satu. Rasa bahagia karena kerinduan melihat bayi di rahim istri akan segera berakhir. Rasa cemas melihat istri bertaruh nyawa ketika melahirkan.  Dan saya mengenang kecemasan, ketakutan, dan tangis haru suami saat itu sebagai momen yang sangat indah.

Saya memiliki riwayat melahirkan yang sulit untuk duo Destin-Binbin. Harus bersusah payah menahan sakit selama 3 hari. Menunggu pembukaan 2-10 selama lebih dari 24 jam. Tak jarang saya hampir menyerah pada “kemudahan” Caesar.  Dan dimasa-masa sulit tersebut suami benar-benar mensupport saya. Bukan lagi suami siaga, namun lebih dari itu. Wajah pucatnya tak mampu menyembunyikan gejolak di hatinya. Dan anehnya, saya bahagia melihat kecemasannya. Saya melihat cinta di rasa takutnya. Dan rasa takut tersebut menguatkan tekad saya untuk bertahan dan melahirkan secara normal. Seperti kisah kelahiran Binbin.

8 Juni 2008, saya merasakan tanda awal kelahiran Binbin. Kami ke bidan dan diberitahu telah bukaan 2. Keesokan harinya saya kembali ke sana dan tetap bertahan di bukaan yang sama. Tanggal 10 pagi saya sudah tak kuat lagi dan memaksa memeriksakan diri. Baru bukaan 4. Normalnya tentu tak lama lagi akan melahirkan. Namun sampai jam 12.00 siang, dan sudah bukaan 10, Binbin belum mau lahir. Bahkan ketuban pun belum merembes sama sekali. Akhirnya pada pukul 13.06 binbin lahir secara bungkus. Ya. Placentanya tidak pecah sama sekali hingga Binbin lahir dalam bentuk seperti telur. Bayi bungkus sebutannya. Persis seperti kelahiran saya yang juga menjadi bayi bungkus. Jika pada jaman saya, placenta dibuka dengan garam rosok, Binbin ditangani bidan hingga menggunakan gunting. Rasa sakit di jalan lahir hampir tak tertahankan. Namun kebahagiaan melihat mata bening cemerlang Binbin segera menghapus sakit dan lelah. Dan mata cemerlangnya mengingatkan saya pada bintang-bintang sehingga kami sepakat memberinya nama Bintang Akbar Kedua Susindra. Bintang besar. Calon jenderal kami.

Selama proses kelahiran Binbin tersebut suami selalu memeluk saya. Mengirim kekuatan baru dengan ciuman di kening. Dan saya tetap mengingat keindahannya meski masih dibayangi trauma akan kelahiran tersebut. Itulah moment yang ingin saya bagi pada para sahabat. 


***A PRECIOUS MOMENT TO REMEMBER.***

Posting ini dibuat khusus untuk meramaikan kontes MOMENT TO REMEMBER.
Diposting pada pukul 11:11 malam pada tanggal 11 bulan 11 tahun 11.
Selamat ulang tahun pernikahan ke 10, mbak. Semoga pernikahan kalian tetap langgeng dan penuh cinta kasih. Dikarunia buah dati yang sholeh/sholehah. Amin