19 januari 2011, saya bertandang pertama kali di blog pakde Cholik dari posting KUCB mbak Lidya. Saat itu saya pertama kali meninggalkan jejak di kontes KUCB. Tak dinyana, siang itu juga saya mendapat kunjungan balik sekaligus undangan untuk mengikuti kontes Unggulan Cermin Berhikmah yang disingkat KUCB. 



Merasa tertantang, karena lama tidak menulis cerpen, saya segera membuat cerita tentang seorang murid SD bernama Lara. Pada hari itu juga saya mendaftarkannya.  

Setelahnya saya tetap intens berkunjung sambil belajar membuka diri. Mengapa membuka diri? Karena sebelumnya saya adalah blogger pingitan. Saya hanya menulis, tak memiliki sahabat blogger. Kalau tidak salah waktu itu hanya berjumlah 11 sahabat. Setiap kali membaca komentar para sahabat di blog pakde, dan saya merasa cocok, saya langsung berkunjung. Terkadang hanya menjadi silent reader. Saya langsung memasukkannya ke daftar BlogTeman. Saya yang terkadang cerewet ini sering malu menampakkan diri. Setelah nyaman dengan gaya bahasa dan cerita, baru saya masuk ke kolom komentar.  Sejak saat itulah saya memiliki banyak sekali teman.  Saat ini sudah mencapai 143 teman.  Ini sungguh-sungguh pencapaian tersendiri.

Photobucket
17 Februari 2011, saya membaca di Cbox, Bang Aswi memberi selamat pada saya karena menjadi juara 2 KUCB. Juga ucapan selamat yang mengalir di kolom komentar. Terkejut, excited, tak percaya. Saya segera membuka blog pakde Cholik dan menemukan nama saya, serta hadiah yang saya terima. Subhanallah... hadiah uang Rp 300.000,- serta sebuah buku untuk kontes pertama saya! Itu lebih dari sesuatu banget! Saya heboh memberitahu rekan kerja saya (waktu itu saya masih ngantor). Saya segera menelpon suami, setengah menahan tangis serta teriakan bahagia, saya menceritakan pencapaian terbaru saya. Hiks.... selalu ada yang hangat tiap menceritakannya.
Hadiah Buku dari kontes KUCB dan hadiah buku untuk
posting ke 1000 pakde Cholik. difoto jadi satu karena datang
bersamaan.
Itulah pengalaman pertama saya yang sangat berkesan di dunia perblogeran, dan menjadi titik awal mengapa akhirnya saya menjadi banci kontes. Bukan ingin mengejar hadiah semata, terlebih untuk meramaikan hajat sahabat, belajar berukuwah di blogosphere, serta menantang diri sendiri untuk menulis.

Apakah selalu pengalaman indah? Tentu saja tidak. Saya lebih sering tidak menang, dan ada beberapa posting kontes saya yang bahkan tidak dikunjungi sohibul hajat. Ada keinginan untuk mengedit kembali -- membuang tulisan "posting ini dibuat khusus untuk ..." namun tak mau saya lakukan. Posting tersebut memang posting kontes, kok. Meski pemilik kontes tak bersedia meninggalkan jejak di posting tersebut. @_@ Ah, yang penting kita berpartisipasi. InsyaAllah mendatangkan sahabat baru. Seperti Mbak Una, pemilik hajat ini yang menyambut baik permintaan saya untuk ikut kontes meski kami baru saja mengenal.  Semoga berkenan ya. Syukur-syukur jika bermuara sama seperti cerita di atas. ;)

*******
Artikel ini dibuat khusus untuk meramaikan First Giveaway mbak Sitti "Una" Rasuna Wibawa yang memiliki blog Corat-Coret Una