Siang kemarin, 10 november 2011, kembali saya mendapati kasus penipuan atas nama Telkomsel Poin. Kakak kandung saya tiba-tiba menelpon dengan perasaan gembira yang terdengar jelas pada telpon saya. Bagaimana tidak? Seseorang yang mengaku dari telkomsel menelpon dan mengabarkannya menerima hadiah uang ratusan juta secara tiba-tiba akan menjadi shock tersendiri. Apalagi saya yakin sekali jika suara penelpon yang sangat manis dan enak di telinga menjanjikan masa depan semanis madu. Kakak saya menelpon karena ingin meminjam no rekening bank saya untuk transfer hadiah yang akan dia terima hari ini juga.

Saya mendengarkan uraiannya dengan sabar. Menanyakan beberapa detail penelponan tersebut sambil berusaha tidak terlalu mengecewakannya. Saya memintanya untuk datang ke GRAPARI JEPARA di jalan Pemuda.  Kebetulan memang sangat dekat dengan rumahnya. Memang terdengar nada kecewa di suara kakak, namun saya tetap berpendapat bahwa kita tetap harus waspada terhadap penipuan. Kemudian saya memintanya mengirimkan no telpon si penelpon. Mengetahui no telpon ini termasuk penting untuk mengenali penipuan. Dan benar saja, no telponnya +6282178834393. 

Dengan sangat terpaksa saya menelpon kembali kakak saya untuk melupakan hadiah uang tunai-nya karena telpon tersebut jelas-jelas penipuan atas nama Telkomsel poin. No telpon yang menghubungi kita seharusnya adalah 116 untuk Simpati dan Kartu As, dan 111 untuk kartu Halo. Lagi pula, menurut surat edaran GM Corporate Comunication Telkomsel Ricardo Indra, pengumuman telkomsel poin disampaikan melalui surat. Bukan melalui telpon, apalagi mentransfer sejumlah uang saat itu juga. 

Lagi-lagi, kita para konsumen harus lebih cerdas dan waspada dari penipu karena tak ada tindakan tegas aparat untuk kasus penipuan seperti ini. Terus WASPADA.... WASPADA... WASPADA .. DAN WASPADA!!!!!!!!!!!!!!