Kemarin adalah hari yang luar biasa. Sejak pagi tiba-tiba saja saya ingin memasak yang istimewa. Jadillah sayur asem kacang panjang dan ayam khas KFC serta es krim (pondan) buatan sendiri untuk anak-anak. Karena sengaja beli ayam banyak, semua sengaja kuolah ke menu kesenangan duo D&B ini dan memasukkan kembali ayam yang telah berbumbu ke dalam chiller.

Destin pulang sekolah jam 11 siang dan segera kuiming-imingi semangkuk es krim sepulang sekolah madrasah nanti. Da senang sekali. Tiba-tiba listrik padam pukul 11.45 dan tak jua hidup sampai jam 7 malam. Alamat es krim buatan saya tidak bisa dinikmati. :(

Gelap, suntuk, kami sepakat jalan-jalan ke Saudara Tahunan. "Mall supermini di Jepara dan satu-satunya" sambil menunggu listrik hidup. Tak lama kemudian Duo DnB telah menenteng plastik kecil. Destin membeli susu UHT rasa Strawberry dan twister. Binbin menenteng es krim dan susu UHT rasa coklat. Kami kembali pulang pukul 8 malam dan sampai rumah masih gelap. Akhirnya kami kembali menuju kota, tepatnya ke kantor PLN.

Duo D&B bisa membuka bekal dimana saja.
Sampai di kantor PLN, Binbin langsung bersila di teras dan membuka "bekal". Destin segera meniru adiknya. Papa bertanya ke bagian gangguan untuk bertanya. Tak lama kemudian kami menemukan jawaban mengapa selama itu. Katanya telah beberapa kali dihidupkan selalu mati, kemungkinan karena banyaknya pencurian listrik.

Pada dasarnya kami memang sangat sabar dan menerima penjelasan tersebut dengan lapang dada. Bahkan sejak siang kami terus saja bergurau tentang adonan es krim yang tak akan jadi tanpa dibekukan. Telah lama kami tahu, resiko tinggal di area industri mebel memang akan mendapat prioritas utama. Listrik memang jarang mati selama itu kecuali jika ada pemadaman bergilir.

Ah ya sudah. Toh anak-anak sudah bersila menikmati hidangan mereka sendiri-sendiri di teras kantor PLN. Sambil bercanda saya mengatakan, besok pagi akan saya posting di blog dengan judul "Piknik di PLN". Dengan sabar kami menunggu seluruh bekal anak-anak habis dan mereka mencuci tangan di wastafel dekat kami.

Diperjalanan pulang, kami bertemu dengan mobil PLN dari arah rumah kami. Ah, syukurlah listrik sudah hidup.

Catatan kecil malam tadi ada badai dan angin yang sangat kencang dan listrik kembali mati sejak pukul 3 pagi. Saya agak cemas dengan keadaan ibu yang tinggal di dekat pantai Kartini Jepara dan memutuskan siang ini akan menengok ke sana. Dan .... pagi ini kembali kami harus bersabar kapan es krim kami jadi. Ah, indahnya bersabar.