Alhamdulillah, bulan puasa sudah terlampaui setengahnya. Alhamdulillah saya dan keluarga masih diberi nikmat menjalankan ibadah puasa dan ibadah lain di bulan yang penuh berkah ini. 

Beberapa waktu lalu saya bersemangat kembali ke aktivitas blogging, namun kendur kembali karena jam kerja yang tak menentu. Saya kesulitan membagi waktu antara pengerjaan order flanel dan belajar membuat bunga flanel terbaru. Akhirnya baru kali ini saya sengaja menyempatkan waktu untuk menulis. Masa sih di hari anak nasional ini saya melewatkannya juga? :) Sementara google saja membuat edisi khusus Hari Anak Nasional Indonesia. Saya ngiri dan tersindir dong... hehe.. Ini nih buktinya...



Hari minggu lalu bisa jadi hari istimewa bagi Destin dan Binbin. Sudah 6 bulan mereka tidak bermain bersama di pantai, dan hari itu kami membawa mereka ke sana. Mereka bahagia sekali. Ada rasa haru di dada. Juga pengakuan bahwa kami bukanlah orang tua yang ideal bagi mereka. Hiks.... 

Berbekal serantang kolak saja, kami berangkat berempat ke pantai Prawean Jepara. Pantai ini tetap jadi pantai favorit Susindra karena tempatnya sepi. Hanya ada pantai, 1-2 keluarga pengunjung, dan nelayan/pemancing ikan. Anak-anak bebas bermain tanpa tergoda membeli jajan. Hahaha.... ortu yang pengiritan.

Papanya anak-anak sempat iseng mencoba levitasi dengan kamera merk china kami. Sempat tertawa juga, sih. Memang bisa pakai kamera jelek gitu? "Ya.. seadanya saja..." jawab mas Indra suami saya. Ini dia hasilnya.

Destin Ber-levitasi

Binbin pengen niru, tapi gagal terus. :D

Puas bermain di darat, mereka eksplor ke laut. Seperti biasa.. Binbin selalu meniru mas Destinnya. Nempeeelll.. terus seperti ketan. 



Mereka asyik bermain berdua, dan mas Indra asyik memfoto mereka. Tahun ini kami jarang banget mengabadikan moment di foto. Folder foto kami di tahun 2013 hanya sedikit sekali. Bahkan ultah Binbin  bulan Juni kemarin pun tak diabadikan. 

Sementara mereka sibuk bertiga, saya menikmati me time dengan mendengarkan lagu Opick sambil membaca buku Blogcamp: The blog of leadership. Saya mojok di dekat semak bersama dengan barang-barang yang kami bawa. menjelang waktunya berbuka, anak-anak segera kami giring ke sudut lain untuk membilas badan dan berganti pakaian. Setelah anak-anak bersih, kami menikmati bekal kami. Bukber di pantai, pasca puasa seharian itu rasanya... wow.... Destin yang puasa penuh langsung berkata, "Bekalnya terlalu sedikit, Ma. Masih lapar." hahaha... ya iya lah. kan ga mungkin makan samai kenyang di pantai. kami harus bergegas pulang agar bisa sholat Maghrib. 

Meski mereka tak meminta, saya yakin, moment ini akan mereka ingat dan inginkan lagi. Semoga saja minggu depan bisa mengajak mereka ke pantai kembali. Mungkin minggu depan ke pantai lain di daerah Semat. Sudah lama tak ke sana. 

Ini ceritaku di hari anak nasional. Apa ceritamu?