Wanita tua itu tekun membuat kasur. Ia dikenal sebagai pembuat kasur terbaik di kampungnya. Dari kasur ia berhasil menghantar anaknya Bagus sebagai pegawai negeri di kota.
Berkali-kali Bagus membujuknya tinggal di kota. Bujukan terberat adalah ganteng-lucunya Binbin sang cucu. Badan gempal, celoteh lugu. Tak mudah diabaikan. Siapa yang mengerti keinginan terdalam hatinya?

Menanti  nafas terakhir di rumah yang sama dengan sang suami tercinta.