Setelah sitirahat 2 minggu sambil melakukan ini-itu khas saya yang susah diam, akhirnya saya siap melihat kembali catatan-catatan yang saya coret selama berada di Karimunjawa. Yea... waktunya menulis tentang plesiran saya minggu lalu ya temans...

Sebenarnya, saya sedang agak malas mengerjakan karena menemukan beberapa kloningan blog serupa dengan meng-copas tulisan saya. Ada rasa sakit hati juga jika full copas dan hanya dibersihkan html-nya. Saya menulis dengan keterbatasan waktu dan ATK, dan para Copaser dengan segala kemudahan mengkloningnya. Saya sakit hati komandan! Dan saya menjadi malas menulis apapun. 

Saya mengenal banyak sekali pemilik blog atau pengisi blog yang tak layak disebut blogger karena menulis blog hanya untuk berjualan dan seluruh isinya adalah hasil copas dari blog lain. Saya sendiri berkali-kali menuliskan artikel untuk blog semacam itu dengan imbalan ala kadarnya. It's ok menurut saya. Menulis adalah sebuah kemampuan yang didapat dengan banyak menulis, dan jika tulisan saya dibayar, saya mengerjakannya dengan senang hati. Namun sakit tetap terasa jika tulisan dicuri secara membuta. Tulisan adalah mahakarya sang pencipta yang dianugerahkan pada pribadi yang mau mencoba menulis. Itu adalah Hak Kekayaan Intelektual yang dilindungi undang-undang.

Sudahlah.. tak perlu berpanjang kata. Waktunya bercerita tentang wisata Karimunjawa saya saja. 15 tahun yang lalu saya pernah ke pulau ini dan menikmati full 8 hari di sini. Kala itu transportasi masih jarang sehingga sekali terlambat, harus menunggu 3 hari lagi. Beruntung, saya tinggal di rumah penduduk Karimunjawa yang sangat baik dan menikmati aneka tour gratis. 15 tahun yang lalu pariwisata di karimunjawa belum digarap seperti sekarang.



Kembali ke pulau ini setelah 15 tahun....  saya sangat terkesan dengan sambutan air super jernih dan karnaval ikan yang menyambut kami. Ribuan ikan berenang secara teratur membentuk barisan panjang yang berkelok-kelok tak putus. Allahu Akbar! Sungguh kuasa Allah tak terbantahkan. 15 tahun berlalu.... dan keindahan alamnya tetap mempesona. Itulah pulau karimunjawa. Perjalanan di kapal selama 4 jam langsung terbayar lunas bahkan sebelum turun dari kapal. Subhanallah.. sungguh nikmat Allah tak terkira di pulau yang bergelar The Caribbean van Java ini.

Saya tak berlama-lama di pulau Karimunjawa. Saya hanya bisa menyempatkan waktu 1,5 hari karena ada banyak pesanan flanel dan pita yang tertunda. Jadi wisata saya kali ini lebih banyak bersifat napak tilas kenangan yang terjaga di otak saya - kecuali si ganteng kekar berbulu mata lentik yang mempesona itu. Ahai... tak tersisa kenangan bersamanya yang layak dikenang karena kami telah meniti jalan berbeda sedemikian lama (bicara apa sih ini?)

Dermaga pulau Karimunjawa yang elok


Baru masuk ke area dermaga, begitu banyak spot foto yang sangat indah menyapa semua penumpang kapal KMP Siginjai maupun Bahari Express. Beningnya laut, warna-warni karang yang indah, hijaunya bukit, birunya langit. Saya langsung merasa berada di surga duniawi. Bedanya dengan surga duniawi yang lain, semua manusia yang ada berpakaian sopan.

Pulau Kecil

Dermaga pulau Kecil karimunjawa  
Pulau kecil Karimunjawa termasuk pulau wajib kunjung jika ke karimunjawa. Karena pulau ini pantainya sangat bersih, putih, dan indah. Dan di sini ikan-ikan karang hias sangat mempesona. Bahkan jika kamu tak bisa diving sekalipun. Karena air laut di sini seperti kaca aquarium yang memperlihatkan keindahan biota laut yang ada di dalamnya.

Hotel Terapung dan Penangkaran Hiu

Hotel apung yang bagus untuk tepat tetirah. 
Hotel Apung ini pas banget untuk tetirah, menjauh dari keramaian dan menyatu dengan debur ombak yang tak seberapa besar. Ada sensasi berdesir di dada karena di depan hotel adalah penangkaran ikan hiu kecil. Meski belum berbahaya, ada beragam sensasi yang didapat di tempat ini. Ada rasa cemas karena mengingat reputasi ikan hiu, Ada rasa berbesar hati karena ternyata hiu pun bertekuk lutut di bawah kita. Entahlah.. mungkin itu hanya perasaan saya saja. 

Pantai Batu Topeng

Salah satu bukti eksistensi saya di sini - saya memang jarang mau difoto

Pantai Batu Topeng termasuk pantai yang baru ditemukan. Pantainya bagus untuk menyepi. Selain pasir putih dan laut jernih, bebatuan besar menjadi pemandangan wajib. Ada pedagang warungan jika ingin membeli es atau gorengan. Tak ada pedagang asongan atau penduduk asli yang berseliweran. Bagus untuk menyepi.


Bukit Bunga dan tulang ikan Paus Besar bernama JOKO TUO



Bukit bunga di kala musim kemarau
Tasbih batu raksasa


Kerangka ikan raksasa bernama JOKO TUO - dipercaya sebagai penjaga kepulauan ini
Pemandangan dari atas bukit


4 Spot indah di satu lokasi. Kerangka ikan raksasa JOKO TUO, tasbih raksasa, dan bukit bunga nan indah. Plus... pemandangan seluruh kota Karimunjawa yang tak seberapa besar. Luar biasa sekali menikmati senja di tempat ini

Hidangan Luar Biasa Lezat



Hidangan lezat sangat membantu saya menikmati semua menu wisata. Dan saya terkesan dengan masakan yang disajikan untuk setiap tamu. Makanan khas Karimunjawa dimasak oleh ibu-ibu asli dari sana. Ikan bakar bumbu Srepeh dan Kare cumi khas Karimunjawa. Saya menyadari ada rasa tak biasa digigitan pertama, yaitu rasa khas dari temu kunci dan temu kunir. Jujur... saya tak banyak memakai 2 temu-temuan ini, dan terkesan dengan banyaknya resep berdasar temu kunci dan kunir di sini. Unik... sangat unik... dan rasanya sangat ngangeni karena si ibu pengurus paket wisata saya pandai memasak. Rasanya pas di lidah meski minus vetsin. Mungkin karena kesegaran ikannya, dan saya selalu kangen dengan aneka masakan itu. 100% pengen ke sana lagi dan lagi dan lagi. Ke sana bareng saya yukkk....

Temans.... ikut giveaway saya yukk... sampai 30 November 2014 nih.... Hadiahnya? Banyaaaakkkk...... Totalnya 6,7 juta rupiah. Klik GIVEAWAY III SUSINDRA YA....


Ini hadiahnya utamanya: 
2 Tiket Seminar dan Workshop bersama tokoh-tokoh nasional ini
Hadiah keren lainnya: 
Kreasi khas Jepara
Dan masih banyak lagi