Saya mulai menjadi blogger setelah banyak membaca blog ibu-ibu yang menceritakan keseharian dengan anak-anaknya. Saya senang membacanya. Saya merasa mampu menulis pengalaman saya di blog seperti mereka. Maka, saya pun mulai membuat sebuah diary online dan membangunnya. Maka, jangan heran jika posting terbanyak di blog saya berlabel “Diary Mama” dilanjutkan dengan “Diary Destin”, “Diary Binbin” dan “Diary Papa”. Memang blog ini awalnya adalah blog keluarga. Ketika saya keasyikan menjadi “ratu giveaway” saya terpaksa mengakui bahwa blog ini sudah bercampur niche. Apalagi ketika saya keranjingan menulis review film dan mulai menerima Job review. Tak apalah... sudah terlanjur, toh saya menikmatinya. Dari ketidaksengajaan ini blog saya berkembang sampai sekarang. Maka, bolehlah kiranya saya membagi tips kecil berjudul 7 Kesalahan Umum Blogger Pemula

yang-harus-dilakukan-blogger-pemula

Selama saya aktif di grup dan komunitas blogger, saya menyadari bahwa faktor U sangat berpengaruh pada alasan seseorang membuat sebuah blog. Banyaknya blogger kelas atas yang menunjukkan rate card blog membuat para blogger pemula terperangah. "Wow... penghasilan blogger bisa sebanyak itu, aku juga mau," adalah reaksi para blogger pemula. 

Tak salah, sama sekali tidak salah. Semua berhak menetapkan tujuan menulis blog. Mungkin yang salah adalah tidak menyadari bahwa ada jalan berliku sebelum seorang blogger benar-benar berpenghasilan yahud. Usaha itu bukan hanya menulis sehari sekali atau dua kali. Ada media sosial pendukung yang ciamik, pengakuan audiens (baca = penggemar), tulisan yang berbobot, keaktivan di grup/komunitas, rajin submit artikel, menguasai materi, dan yang terpenting adalah tahu apa yang ditulis dan ditujukan bagi siapa. Hmm... banyak ya? Saya ingin menambahkan rentang waktu, tetapi dengan usaha gigih, rentang waktu bisa memendek. Banyak juga blogger yang usianya belum satu tahun tetapi hasilnya sudah bisa mengalahkan blogger aras-arasen yang menulis selama lima tahun. Blogger gigih jenis inilah yang harus kita tiru. Semangat, kegigihan, dan cara dia membangun personal branding bisa kita tetapkan. Mereka blogger profesional yang menetapkan target dan menaati apa yang ia tetapkan.

Saat ini saya sedang tidak ingin menulis tentang tips menjadi blogger profesional. Mungkin suatu saat. Saya sendiri masih didera keraguan, apakah saya ini blogger profesional atau bukan. Sejatinya saya hanya blogger yang memang suka menulis dan tahu ada beberapa pelanggan tetap saya yang selalu menunggu tulisan saya. Makanya saya mencegah diri saya memberi tips cara menjadi blogger profesional dulu meski saya memilikinya. Saya harus mencobanya terlebih dahulu sebelum membaginya agar tidak terkesan OMDO. Blog Cakrawala Susindra adalah blog personal yang menulis suka-suka. Jika saya asal memberi tips, reputasi saya bisa hancur nanti. ;) sepakat? Tapi saya akan tunjukkan melalui gambar di bawah ini, silakan dipahami dan ditiru. 


Kali ini saya ingin menulis tentang tujuh kesalahan umum yang dilakukan para blogger pemula.


1. “Jika tulisanku bagus, kunjungan pasti banyak”. Pendapat ini adalah momok terbanyak para blogger pemula. Ketika usai menekan tombol “terbitkan” mereka akan rajin mengecek dashbor demi melihat berapa jumlah kunjungan di posting tersebut. Ketika jumlahnya tidak terlalu banyak, mereka akan bertanya-tanya, “Masa sih tulisanku tidak bagus?”. Ketika ada blogger lain yang mengaku satu posting-nya dikunjungi seribu kali lengkap dengan bukti, blogger pemula ini akan semakin down saja. Padahal, dengan usaha yang sama kerasnya dengan pemilik seribu kunjungan per posting ini, hasilnya tidak akan jauh berbeda. Tidak percaya? Coba tanya blogger yang berhasil menembus trafik tinggi, bagaimana caranya. Malu bertanya? Stalking-lah selama satu minggu saja. Apa yang dia lakukan dan belum kamu lakukan? Maka lakukanlah dan bersiaplah untuk terkejut. 


2. Blogger lain pasti menyukaiku”
Banyak blogger pemula yang merasa bahwa pershabatan di antara blogger itu abadi. Jika sudah bersahabat dengan sesama blogger berarti setiap posting-nya akan dikunjungi. Pemikiran semacam ini sangat menjebak sebenarnya. Tentu saja, mendapat sahabat sangat karib dari sesama blogger sangat memungkinkan. Saya sendiri juga memiliki banyak sahabat blogger. Tetapi perlu diingat bahwa persahabatan di dunia maya bisa sangat mudah renggang jika kita “lupa” memupuknya. Bagaimana caranya? Rutin blogwalking, meninggalkan komentar tulus dan sesuai posting, men-support tulisan dengan meng-share atau me-retweet, membuat posting tentang sahabat, dan masih banyak lagi. Intinya adalah jangan berharap mendapatkan sebelum kamu memulainya terlebih dahulu. Apa yang kamu dapatkan adalah apa yang kamu berikan. 
media-sosial-wajib-para-blogger-by-susindra

3. "Jadi blogger itu mudah dan semua orang akan suka tulisanku". Pikiran semacam ini tumbuh dari ketidaktahuan, meskipun beberapa orang menyebutnya kesombongan. Jarang sekali terjadi, pembaca langsung jatuh cinta pada gaya penulisan dan apa yang kita tulis. Para blogger pemula biasanya menggampangkan pekerjaan membangun sebuah blog dan melakukannya asal-asalan. Makanya, setelah usai menulis, dia tidak banyak membagi link tulisannya ke media sosial. Promosi tulisan harus dilakukan berkali-kali secara konsisten agar ditemukan pembacanya. Buat target dan jadwal promosi tulisan dan patuhi. Selain itu, kita perlu terus berlatih menulis unik dan berkarakter sembari membuka diri pada teman-teman blogger lain. Setiap komentar dan atau kunjungan di blogpsot, saya yakin ada 3 alasan yang menjadi penyebabnya: 1) kunjungan balik karena telah berkomentar “manis” di blognya, 2) tulisan mendapat posisi bagus di SERP Google, 3) memiliki penggemar sendiri.

4. Tidak menambahkan foto dan label di posting blog. Foto adalah salah satu elemen essensial sebuah blog. Secara kasat mata, manusia tertarik pada gambar visual sebelum benar-benar membaca apa yang tertulis di situ. Tulisan yang panjang tidak akan terlalu melelahkan jika diselingi gambar. Tulisan sedikit pun akan menarik jika diberi gambar. Percaya tidak jika gambar adalah salah satu elemen yang terbaca pertama kali di google search. Hmm... ini peluang yang sangat bagus, bukan? Jangan lupakan gambar di setiap posting blog. Ada banyak situs yang memberikan gambar sekelas profesional secara gratis seperti pixabay.com. Saya mencontohkannya di posting ini. Semua gambar dari pixabay. Bagaimana dengan label? Entah sudah berapa puluh kali saya menemukan blog yang tidak menyertakan label, padahal saya tertarik dengan tulisannya dan bermaksud melanjutkan membaca topik yang berada dalam satu tema. Contohnya posting "Bagaimana cara menembus media sosial", yang dengan sendirinya sangat menarik minat saya. Namun karena tak ada label, saya harus berusaha keras menelusuri dari arsip blog dan terus mencari sampai akhirnya menyerah. Saya termasuk pembelajar gigih yang tak mudah menyerah. Jika kebetulan bertemu pengunjung yang suka pencarian instan, kita sudah rugi sekali. Label menyatukan semua tulisan yang memiliki satu tema sehingga ketika seseorang tertarik pada satu tulisan, pembaca akan mencari label yang sama dan membaca posting yang lain. Dengan sendirinya jumlah kunjungan blog akan semakin bertambah. Apalagi jika tulisan sangat bermanfaat sehingga kita mempunyai pelanggan tetap yang setia menunggu tulisan terbaru kita.

5. Mendapat penghasilan dari blog. Banyak yang menjadi blogger demi uang. Anggapan yang tidak salah, karena memang blog adalah salah satu penghasil uang. Namun tulisan bagus dan kunjungan yang melimpah belum bisa diandalkan sebagai jaring uang. Di sinilah seninya menulis blog. Bagaimana kita menempatkan diri kita “layak” dipilih sebagai partner ketiga oleh sejumlah vendor yang membutuhkan jasa blogger untuk menaikkan citranya. Blogger pemula boleh menetapkan tujuan ini, namun harus diingat bahwa ia harus memantaskan diri dahulu. Jangan lupa untuk terus berupaya bagaimana cara blog mendapatkan google adsense atau job review. Aktif menulis blog secara berkala, mengaktifkan media sosial (minimal facebook, G+, twitter & instagram, lebih dari 4 ini akan lebih baik)


6. Menjadi blogger = terkenal. Setiap hari ada blogger baru dan sebagian di antaranya bertujuan menjadi terkenal. Faktanya, ada seribu blogger yang telah berjuang agar menjadi terkenal juga. Apakah keinginan ini tidak masuk akal? Jangan salah, menjadi terkenal karena ngeblog sangat mungkin terjadi jika kita mau bekerja 10 kali lebih banyak daripada blogger lainnya. Bekerja? Iya, kamu tidak salah baca. Pekerjaan sampingan seorang blogger terkenal adalah mengoptimalkan media sosial lain dan menyingkronkannya dengan blog, mem-branding dirinya dengan apa yang paling dikuasai. Tak perlu membranding sebagai ahli finansial jika kenyataannya kamu hanya sedikit mengetahuinya. Lebih baik mem-branding diri dengan apa yang benar-benar diri kita. Hanya ibu rumah tangga? 100% bisa. Tunjukkan bahwa kita adalah Ibu Rumah Tangga Profesional yang peka terhadap keadaan dan "lebih bersinar" di antara IRT lain. Jangan lupa, semua media sosial kita harus terkenal dan memiliki banyak follower aktif yang rela menjawab dan membagi tulisan kita jika ingin menjadi blogger terkenal.

7. Menjadi brand sebuah produk mudah didapatkan jika dekat dengan brand incaran. Beberapa teman menyatakan keinginannya menjadi brand sebuah produk seperti teman yang lain. Keinginan yang tidak salah, tentu saja. Bukan pula cita-cita yang terlalu muluk. Semua mungkin bagi blogger. Tetapi perlu diingat bahwa sebuah brand akan benar-benar memilih partner kerja yang tepat untuk mereka. Ada serangkaian pertanyaan yang mereka buat sebelum benar-benar memilih. Apa saja itu? 1) jumlah audiens aktif di media sosial, 2) pengaruh pada audiense, 3) keaktifan di media sosial 4) kepercayaan pembaca 5) jumlah subscriber 6) tulisan yang bermutu. Jadi jangan kecewa jika setelah berakrab-akrab ria dengan target ternyata yang mendapatkan blogger lain. ;)

Bagaimana? Sudah cukup membuka cakrawala? Atau malah merasa tersindir, dihempas, dipukul lalu diinjak-injak pula? Hihihi... 

Saya tidak punya maksud menyindir siapa-siapa di sini. Hanya berusaha sedikit membagi ilmu yang saya tahu. Tak salah jika memiliki 7 pemikiran di atas. Semua orang wajar memilikinya. Meski saya menyatakannya sebagai 7 Kesalahan Umum Blogger Pemula, tetapi sesungguhnya saya ingin membagi sedikit pengetahuan bagaimana cara merubah mindset dari blogger pemula menjadi blogger yang lebih tahu apa yang ingin dicapai dan bagaimana caranya.