Soto adalah salah satu menu masakan berkuah yang mudah ditemukan. Di kota mana pun dari ujung ke ujung Indonesia, kelihatannya ada masakan soto. Maka tak heran jika ada menu masakan Soto Kudus, Soto Jepara, Soto Semarang, Soto Banjar, Soto Padang,  dan masih banyak lagi. Memang citarasanya tak selalu sama, tetapi nama yang diberikan tetap sama: SOTO. Beberapa kota menggunakan dialek setempat seperti Tauto Pekalongan, Sroto Sokaraja, dan Coto Makassar. 

Kelapa Muda, Soto Padang dan Puncak Kiambang
Jika berada di Ranah Minang, menu gulai pakis tak boleh dilewatkan. Tetapi bagi saya yang menyukai kesegaran soto, maka Soto Padang menjadi menu pilihan sarapan yang segar. Apalagi jika ditemani kelapa muda asli yang segar. Hmm... Membuat semangat yang sempat lesu langsung bangkit kembali.

Rumah makan Ajo Puncak Kiambang, itulah nama yang tertera. Saya mencoba menerka artinya namun gagal. Akhirnya saya menyusul teman-teman yang berkerumun di pagar pembatas. Mereka memegang kamera dan bergantian mengambil foto. Aha... ada pemandangan elok rupanya. Hamparan sawah di Puncak Kiambang memang luar biasa. Tak heran jika teman-teman antusias memotonya.

Berburu keindahan Puncak Kiambang
Puncak Kiambang sangat terkenal dengan pemandangan eloknya, apalagi jika ditambah dengan pemandangan gunung Singgalang. Woaaa.... bak akik yang pernah sangat kekinian itu... Jika teman-teman hendak ke Padang atau Bukittingi, sempatkanlah berhenti sejenak di KM 44 kabupaten Padang Pariaman. Nikmati zamrud katulistiwa sambil menyicip menu khas di sini, yaitu gulai pakis dan atau soto Padang dengan ketupat. Aih, ketupat.... kenapa pula saya memesan nasi? Menyesal tiada guna.

Soto dan kelapa muda pesanan saya, akhirnya datang juga. Padahal saya masih asyik bercengkrama dengan teman-teman perjalanan yang baru saya kenal satu jam sebelumnya dan akan bersama sampai besok malam. Ketika pesanan datang, buyarlah topik pembicaraan. Kami asyik menikmati soto yang ada di depan kami. Hmm.. soto padang memang unik, lezat dan gurih. Kelapa mudanya.... Manis.... tak heran sih ya, jika sangat terkenal dan jadi tempat pelintas Puncak Kiambang berhenti sejenak melepas lelah sambil mencicipi kuliner setempat.

Butuh lensa mata asli atau DSLR untuk menangkap indahnya Puncak Kiambang dari rumah makan
Soto Padang Ajo Puncak Kiambang, atau mungkin soto Padang lainnya (karena saya belum memiliki pembanding) mempunyai ciri khas yaitu daging diiris tipis dan digoreng sampai kering. Jadi rasanya mirip keripik yang diberi kuah dan bihun. Overall, sedap lah... tapi tidak ada rasa manisnya. Hahahaha.... teman-teman tahu tidak, kalau sampai makan siang, saya belum sadar jika masakan di Padang itu tidak ada rasa gurih dari gula? Serius! Mau tahu menu makan siang saya di Pasar Lereng yang terkenal? Jangan bosan ikuti perjalanan saya bersama Sobat WEGI dan PT Semen Padang, ya?