Saya sedang asyik menulis ketika sebuah mobil pick up berhenti di depan rumah. Di bak belakangnya, sebuah kardus ukuran besar berdiri gagah membuat saya penasaran. Aih... saya ini... ikutan kepo saja. Tapi bukan karena iri, ya. Namanya hidup bertetangga, masih bersaudara pula, beramahtamah adalah salah satu kunci hidup bahagia bertetangga. 

Tips mesin cuci awet ala Susindra

Saya mendekat dan menyapa Mbakyu dengan wajah cerah. Setengah mencandainya yang baru mendapat bonus dan langsung beli mesin cuci baru.

“Duh, langsung beli mesin cuci baru, padahal sudah punya mesin cuci di belakang” sapa saya. Lha, dijawab dengan keluhan karena mesin cucinya rusak lagi dan lagi.

Waduh! Mesin cuci rusak kok beli baru, to Mbakyu? Kan ada jasa service mesin cuci. Lagi pula, mesin cuci milik Mbakyu itu usianya belum ada lima tahun. Masa sih sudah rusak dan tidak bisa diperbaiki? Akhirnya kami lanjut ngobrol ngalor-ngidul perihal mesin cuci. Saya menitip banyak nasihat agar mesin cucinya awet, tidak gampang rusak. Bayangkan, mesin cuci saya usianya sudah lebih dari 12 tahun, belum ganti yang baru, Mbakyu dalam sepuluh tahun ini sudah berganti mesin cuci 2 kali. Ckckckck.... 

Saya termasuk ibu rumah tangga yang menganggap mesin cuci itu sangat penting. Makanya, ketika sadar saya sedang hamil muda, saya langsung membujuk suami membeli mesin cuci. Kami masih jadi pengantin baru, saat itu, baru 3 bulan menikah. Tentu saja, dengan bujukan tepat, sebuah mesin cuci diantar sore harinya. Aduh, saya sering senyum-senyum jika teringat masa itu. Apalagi, mesin cuci tanda cinta itu masih berfungsi bagus sampai saat ini. Tentu saja, kinerjanya sudah berkurang cukup banyak. Kabarnya, per lima tahun, kinerja mesin cuci dengan penggunaan tepat akan berkurang sekitar 15%. Agar tetap bagus, harus sering-sering dicek ulang di service mesin cuci yang recommended

Bagian mesin cuci 
Saya dan suami memiliki kebiasaan gaten pada alat elektronik. Penting sekali untuk melihat kondisi motor penggerak, tabung cuci, agitator, control panel, saluran air masuk dan pembuangan, juga kabel listrik. Di perumahan yang mempunyai pemukiman tikus, bagian kabel dan bawah mesin cuci paling rawan. Saya tahu karena pernah tinggal di rumah seperti itu. Kabel bagian bawah mesin cuci saya memiliki tanda gigitan tikus yang sudah saya bungkus dengan lakban. Sejak saat itu, saya harus memastikan kabel melekat dengan mesin cuci dengan lakban agar tidak digigit tikus. Di bagian bawah mesin cuci rutin saya bersihkan dari sisa sampah makanan yang dibawa tikus. Masih banyak tips mesin cuci awet ala saya dan suami. Mau tahu? Benar-benar mau tahu atau mau tahu saja? #meniruiklan

Tips mesin cuci awet ala Susindra
1. Lindungi kabel dari gigitan tikus. Caranya, tempelkan kabel ke dinding mesin cuci dengan bantuan lakban. Dengan demikian, kabel tidak akan tergenang air di bawah.
2. Rutin bersihkan area bawah mesin cuci dengan menggesernya sedikit lalu menggosok lantai bawah mesin cuci.
3. Bersihkan permukaan mesin cuci setelah digunakan. Lap dengan kain bersih dan kering.  
4. Jika tidak digunakan, buka penutup mesin cuci agar tidak tumbuh jamur atau bau tidak sedap di dalam mesin cuci. 
5. Selang air yang rawan jamur harus diberi saringan berupa kain tipis yang diikatkan di ujungnya.
6. Perhatikan manual pemakaian mesin cuci. Pada mesin cuci saya, setelah tiga kali penggilingan harus beristirahat satu-dua jam.
7. Perhatikan beratnya cucian sesuai kapasitas mesin cuci.
8. Segera jemur jika cucian sudah selesai. Pakaian basah (meski bersih) jika dibiarkan dalam mesin cuci bisa tumbuh jamur dan kapang serta menimbulkan bau tidak sedap.
9. Sebulan sekali, bersihkan area cuci (tabung cuci). Di bagian yang sulit dibersihkan bisa dijangkau dengan air panas 80 derajat dan sabun cuci. Masukkan keduanya seperti mencuci biasa lalu jalankan mesin cuci. Bagian kotor di belakang tabung cuci akan ikut larut. Bilas sampai bersih.
10. Lima tahun sekali, cek kondisi mesin cuci ke service mesin cuci terdekat.

Nah, itulah cara saya memiliki mesin cuci yang sangat awet. Sudah lebih dari dua belas tahun, lho. Saat itu harganya masih Rp 604.000,-. Murah banget, ya? Coba bandingkan dengan harga mesin cuci saat ini. Hmm.... hampir sepuluh kali lipat, ya? 

Kalau saya pribadi, sih, lebih baik merawat mesin cuci yang sudah ada dengan baik daripada membeli kembali. Teman-teman coba, deh, tips saya. InsyaAllah awet sekali jadinya. Jangan lupa, bawa ke service mesin cuci terdekat setiap lima tahun sekali. Belum tahu tempatnya? Coba cari melalui Sejasa.com saja. Ada banyak rekomendasi tempat service mesin cuci recomended terdekat. Datanya lengkap dan seluruh Indonesia, lho. Saya sudah mencoba, ternyata kota Jepara ada di database web-nya. Di kotamu pasti ada, coba deh.