Sudah lama tidak makan ramen. Masa pandemi ini ya Allah mager-nya enggak ketulungan. Nyaris tidak keluar kecuali sangat penting dan butuh. Untung saja ada ramen pedas level 30 dari Mi BonCabe. Pedas, nikmat, dan endolita rasanya.


Yah, begitulah dampak pandemi yang cukup menetap bagi saya, yaitu sulit diajak keluar rumah. Tapi kalau memang harus keluar ya tetap saja dilakukan, dong. Tapi makan di luar diubah jadi pesan antar ke rumah. Bagaimana dengan sobat Susindra di sana? 


Mi ramen dan sejarahnya

Entah kenapa kalau membayangkan mi ramen pasti merah membara dan rasanya pedas. Sudah menancap seperti itu. Padahal aslinya, cabe itu hanya komplimen alias tambahan saja. 

Kita semua pasti tahu dong, kalau ramen itu dari Jepang. Dan makanan ini menjadi sangat lekat diingatan karena Naruto. Seri animasi dari Jepang yang menemani tumbuh kembang anak generasi y dan z sampai sekarang. Anak saya dua-duanya anak gen z yang masih mengulang-ulang seri ini tanpa bosan.

sejarah ramen


Kalau bicara sejarahnya, aslinya adopsian dari Cina. Pada masa Dinasti Ming ada seorang ilmuwan Konghucu yang diasingkan di Jepang. Ia menghidangkan mi ramen kepada Tokugawa Mitsukuni. Sejak saat itu si pencicip menjadi salah penyebar pertama ke seluruh Jepang, selain dari kawasan pemukiman keturunan Tionghoa di Kobe dan Yokohama. 

Mi ramen menyebar dengan cepat ke seluruh Jepang. Masing-masing mi ramen punya citarasa sesuai dengan lokalitas kota. Ada satu kesamaan, yaitu bahan pengenyal yang disebut kansui. Secara harfiah kansui artinya air dari Danau Kan. Danau ini merupakan danau air asin di Tiongkok yang menjadi bahan alami pengeyal mi. Oleh karena jauh, maka kansui dibuat dari bahan pengganti kimiawi. 

Tahun 1980, untuk memperbaiki perekonomian masyarakat, mi ramen digarap dengan maksimal sebagai media promosi. Mi ramen dikomersialkan sedemikian rupa. Beberapa kota mempunyai citarasa ramen yang khas sehingga bisa menjadi media promosi pariwisata. Mi ramen jadi kuliner khas Jepang.

Saya ingat pernah menonton variety show tentang promosi ramen di berbagai kota, dan acara ini sangat sering diputar ulang di televisi Indonesia. Sepuluh tahun kemudian saya mendapati anak sedang asyik menonton tayangan yang sama dan langsung meminta dibelikan mi ramen….


Kenalan sama Mi BonCabe, yuk

Kalau ingin makan mi ramen yang enak dan praktis, saya punya rekomendasinya. Bisa dimakan kapan saja di mana saja. Pengen makan mi ramen di puncak gunung juga bisa. Anggap saja sedang traktir teman-teman makan ramen di puncak gunung. 



Mi ramen yang saya rekomendasikan ini merupakan perpaduan mi yang kenyal dan BonCabe yang pedas enak. Semuanya bersatu jadi mi yang lezat sekali. Sudah tahu namanya? Yuhui, namanya Mi BonCabe yang versi kuahnya.

Untuk yang belum tahu, nih, BonCabe itu produknya enggak cuma BonCabe yang disukai oleh sejuta umat itu, tapi juga ada produk berupa mi dan makaroni. Semuanya enak sekali dan berciri khas yang sama.

Anak-anak saya sangat suka pada Snack BonCabe Makaroni Krispi. Bisa jadi camilan keluarga sesekali agar tidak itu-itu saja. Jadi kalau mau cari camilan ringan berempah dan ada pedasnya, langsung ingat ini aja.



Untuk Mi BonCabe, ada dua versi yaitu goreng dan kuah. Versi gorengnya enak, pedas, mi kenyal, dan ada taburan BonCabe-nya. Bumbunya berbentuk pasta sehingga lebih sehat. Mi BonCabe kuah tak kalah enaknya. Yang versi kuah ini yang saya ulas. Mumpung punya fotonya.


Kelebihan Mi BonCabe

Mi BonCabe bisa jadi andalan keluarga yang suka makan mi atau suka makan ramen. Rasanya enak di lidah. Lebih sehat juga. 

 


Berikut daftar kelebihannya:

1. Mie pedas 

2. Mie kenyal

3. Mie diproses dengan oven, jadi lebih sehat.

4. Berbahan natural

5. Tanpa pengawet

6. Tanpa pewarna buatan

7. Bumbu liquid lebih fresh

8. Bumbu mudah bercampur dengan mi


Bisa jadi alasan untuk sering makan mi, nih. Apalagi mudah ditemukan di warung dekat rumah. Di toko berakhiran –mart dan -maret juga ada. Andalan kita kalau belanja, kan? Cari di bagian mi saja, pasti ketemu. Biasanya di bagian atas.


Mi BonCabe rasa Ramen Pedas Level 30

Kami keluarga yang sangat suka pedas, tapi kalau makan di warung ramen selalu pesan yang versi moderat saja. Kadang kala pesan yang level pedasnya dua kali dari biasanya. Yah, karena kalau tambah level pedas juga tambah harganya. Itu kalau di sini, mungkin di kota lainnya beda.

Asyiknya makan mi ramen dari Mi BonCabe itu, level 30-nya masih murce. Masih 5 ribuan. Masak dua juga baru 10 ribuan. Hihihi. Emak-emak perhitungan karena sekali keluar itu berlima dan saya satu-satunya perempun. Dua anak saya sudah joko alias sudah remaja. Makannya banyak.

 


Mi kuah dari BonCabe yang versi ramen itu enak banget. Mie-nya sudah pedas tapi masih ada cabe di bumbunya dan taburan koya khas BonCabe pula. Tekstur mi kenyal seperti makan ramen. 

Cara memasaknya mudah banget:

  1. Rebus Mi BonCabe selama 3-4 menit saja. Atau bolehlah sesuai selera
  2. Tuang bumbu ke dalam mangkuk sambil menunggu mi matang
  3. Tuang mi beserta air rebusan ke dalam mangkuk. Tak perlu mengganti air.
  4. Aduk rata semuanya
  5. Ketika akan dimakan, taburi dengan koya BonCabe


Air yang digunakan untuk merebus tak perlu dibuang, ya. Dijadikan kuah saja, lebih enak….


Eeeenak banget! Satu bungkus sudah kenyang kalau saya. Suami habis dua. Mi BonCabe level 30 pedasnya sudah lumayan banget, bahkan untuk penyuka pedas. 

Lihat merahnya kuah. Sangat menggoda, kan? Ayo ke minimart dekat rumah, borong dan masak Mi BonCabe-nya. Endes-nya sampai jadi endolita saking enaknya.