Cincin berlian sering muncul dalam adegan melamar. Sebuah momentum yang sering memunculkan perasaan bahagia campur haru meskipun hanya menonton drama/film. Rasa-rasanya setiap perempuan pernah berandai-andai seperti apa rasanya jika adegan tersebut terjadi pada dirinya. 

Harga Cincin Berlian Makin Terjangkau


Tak banyak perempuan yang bisa merealisasikan pengandaiannya itu karena pasangannya merasa harga cincin berlian sangatlah mahal. Yang masih berpikir demikian, mungkin karena memang benar-benar tidak mampu atau benar-benar tidak tahu ada berlian asli yang disebut lab grown diamond

Lab grown diamond sedang jadi tren di kalangan milenial. Kalau mau coba searching harga berlian asli akan melihat bahwa harga cincin berlian sudah cukup terjangkau. Kalau tidak tahu jenis diamond ini, mungkin akan auto skip karena merasa harganya jauh di bawah pasaran yang diketahui. Wajar saja, sih, kalau aotowaspada. Harga berlian asli kan memang amat sangat mahal. 

Kalau sekarang sudah tahu ada berlian asli yang disebut dengan Lab grown diamond, .... Gimana? Malahan tak hanya cincin melainkan semua jenis perhiasan. Langsung searching dan ingin beli? Harus... tapi sobat Susindra harus baca penjelasan tentang Lab grown diamond sampai selesai dong ya.


Istimewanya berlian

Apa yang membuat berlian selalu menjadi simbol kemapanan dan kecantikan yang hakiki? Karena ia adalah aksesoris yang kilauannya yang luar biasa. Bukan hanya kilauan, keindahan dan karakteristik unik berlian telah menciptakan karya seni perhiasan yang tiada tanding.

Biasanya keterampilan dan keahlian pembuatnya dalam merakitnya menjadi perhiasan juga sangat berperan. Oh iya, ahli berlian disebut gemolog.

Apa istimewanya berlian? Lebih-lebih karena kilaunya menciptakan  spektrum warna-warna yang indah sehingga daya tarik visualnya menjadi unik.



Gemolog/pakar berlian akan membagi kualitas berlian menggunakan 4 indikator yang disebut "Four Cs, yaitu: 

  1. Cut (potongan), 
  2. Color (warna), 
  3. Clarity (kejernihan) dan 
  4. Carat (karat).

Berkenalan dengan lab grown diamond

Berlian adalah gemstone terbaik di dunia perhiasan. Pada perkembangan teknologi dan zaman, gemstone terbaik ini tak lagi harus lahir dari penambangan. 

Banyak pesohor yang enggan memilih berlian karena merasa bahwa penambangan punya sisi negatif pada alam dan bumi manusia. Dari sinilah muncul jenis baru yaitu lab grown diamond atau berlian lab grown. 

berlian lab ground disebut berlian asli


Lab grown Diamond adalah berlian yang dibuat di laboratorium dengan proses yang lebih singkat daripada berlian hasil tambang. Kita bisa menyebutnya sebagai berlian lab.

Berlian tambang butuh waktu panjang dan melewati proses ekstraksi berupa penambangan serta pengasahan sebelum sampai ke tangan pembelinya. Hal-hal semacam ini membuat harganya melambung tinggi.

Proses ini dapat dipercepat dan ditingkatkan menggunakan lab grown diamond Berlian yang lahir di laboratorium ini memiliki kualitas sama dengan berlian pertambangan. Poin plusnya lagi adalah adanya solusi berlian yang lebih ramah lingkungan.

Oh iya, ada yang menyebutnya sebagai berlian sintetis, namun secara kualitas, berlian ini diakui sebagai produk yang memiliki kualitas sama.


Berkenalan dengan Sol.et.Terre

Sol.et.Terre: Le sol et la terre, sekilas dua kata dalam bahasa Perancis ini sama, tapi beda, lho. Le sol itu artinya tanah (tempat kita berpijak) sementara la terre adalah bumi (tempat kita berkembang biak). Apa hubungannya dengan Sol.et.Terre? 

Kalau arti harfiahnya ya tanah dan bumi. Le dan la hanya merupakan penanda jenis nomina, sedangkan et artinya 'dan'. Ehm... jarang-jarang kemampuan saya berbahasa Perancis terpakai di blog. Jarang yang tahu kalau saya sudah sejak lama sekali menjadi guide furniture untuk para francophone. Sejak tahun 1997! Ga kaleng-kaleng sih sebenarnya karena saya salah satu lulusan terbaik sarjana Pendidikan Bahasa Perancis di angkatan saya. 

Nama Sol.et.Terre melekat pada produsen berlian lab grown yang bereputasi baik. Seperti yang dikatakan oleh aktris dan model terkenal, Chelsea Islan:

"Semua yang kami lakukan di Sol.et.terre didasarkan pada prinsip sustainability, termasuk dalam memilih menggunakan berlian lab grown. Kami ingin rangkaian perhiasan dari Sōl.et.terre tak sekadar memberi keindahan pada pemakainya, tapi juga diproduksi tanpa berdampak buruk kepada lingkungan hidup dan manusia, sehingga dapat ikut melestarikan Bumi/"


Lab Grown Diamond menjadi sebuah alternatif yang sangat tepat bagi semua kalangan, terutama para milenial yang kebanyakan sangat konsern dengan isu lingkungan. 

berlian dan isu lingkungan


Perlu diketahui bahwa setiap satu karat berlian tanah membutuhkan banyak sekali dampak buruk bagi lingkungan. Penambangan berlian membutuhkan alat berat dan bahan peledak. malahan tak hanya itu, butuh juga konsumsi lahan, energi, dan air yang massif. Itulah sebabnya perusahaan penambangan banyak terkait isu kerusakan lingkungan.

Berbeda sekali dengan berlian lab ground yang dibuat di dalam sebuah laboratorium. Meski terlahir dari lab, namun 4 indikator penilaian berlian lolos semuanya, lho. Dan berlian jenis ini sudah ada di pasaran sejak tahun 1980. 

Faktanya berlian jenis ini oleh FTC (Federal Trade Commission) dinyatakan sebagai berlian autentik karena memenuhi karakteristik yang telah ditetapkan. Menurut Pedoman untuk Industri Perhiasan, Logam Mulia, dan Pewartaan yang dikeluarkan oleh FTC, lab ground diamond punya semua karakteristik berlian tambang, yaitu terbuat dari karbon murni yang mengkristal; memiliki beragam warna; memiliki tingkat kekerasan sebesar 10; memiliki berat jenis 3,52; dan indeks bias 2,42. Dengan demikian, berlian lab grown tidak lagi memiliki perbedaan mendasar dengan berlian hasil penambangan.

Kalau sobat tertarik dengan produk ini, bergabunglah dengan jutaan orang lainnya yang telah memilih berlian lab ground sebagai perhiasan terbaiknya. Karena berdasarkan data yang disebarkan pada press rilis Sōl.et.terre, pada kurun waktu 5 tahun terakhir, masyarakat Inggris memiliki ketertarikan yang kuat terhadap berlian lab grown. Lonjakannya mencapai 2000 persen, berdasarkan penelitian yang menggunakan 1.500 sample calon pengantin pria dan wanita dari generasi muda. Hasilnya 70% dari mereka memilih lab grown diamond dengan alasan harganya yang terjangkau dan sustainable.

Jadi... tunggu apalagi?