Review Dan Sinopsis Film Horor Mama

H-1 ramadhan lalu seorang teman yang rupanya menjadi penggemar review dan sinopsis film horor Susindra mengirim sebuah pesan sms ke nomor saya yang isinya suka dengan posting saya tentang film-film horordi blog ini. Ia merekomendasikan sebuah film horor berjudul Mama. Saya tak segera mencari film ini karena menjelang Ramadhan. Tapi akhirnya penasaran jualah yang membuat saya menontonnya pada malam hari. Saya membuat review dan sinopsis film horor mama ini sebulan kemudian, setelah menonton film ketiga kalinya. Baru kali ini saya mengeluarkan dari draft. Saya memiliki banyak pesanan bunga flanel dan pita yang harus segera saya selesaikan dan sudah 4 hari absen posting. Saya ucapkan terima kasih untuk semua rekomendasi film yg di sms dan sekaligus maaf karena saya memang membatasi pertemanan dengan pria kecuali kalo sudah lama kenal atau berteman baik dengan suami saya. Maaf jika permintaan mengenal lebih dekat saya tolak. ;) 

Menonton film horor Mama ini memang harus extra hati-hati karena film horor ini luar biasa unik tema ceritanya. Saya mengatakan unik karena hantu di film mama mempunyai sisi manusiawi yang jarang diekspos di film horor Amerika. Sebuah entitas tak dikenal berwujud hantu, memiliki sisi kewanitaan yang unik yaitu keibuan dan kasih sayang. Jujur, sosok hantu seperti ini hanya pernah saya tonton di film horor Indonesia yaitu hantu Suzanna ketika menjadi Kuntilanak yang sering diputar di TV ketika saya kecil dulu. Mungkin karena unik inilah, maka film pendek Mama (2008) besutan Andréas Muschietti dibuat versi film dengan menggandeng Guillermo del Torro sebagai produser eksekutif.

Di atas saya katakan hati-hati karena saya sendiri sebagai seorang ibu yang memiliki 2 anak laki-laki merasakan betapa pentingnya sosok ibu bagi anak. Sosok tersebut memang bisa digantikan oleh pengasuh namun tak ada cinta yang lebih besar dari cinta yang dimiliki seorang ibu kepada anaknya. Agar lebih jelas, saya akan menulis sinopsis lengkap film horor Mama ini terlebih dahulu sebelum mendiskusikan tentang sosok mama di sini. 

Di awal film diceritakan seorang, seorang laki-laki bernama Jeff D’Assange membunuh istrinya dan rekan kerjanya karena krisis keuangan di tahun itu (2008). Karena takut, ia melarikan diri membawa 2 anak gadisnya Victoria (3 tahun) dan Liliy (1 tahun). Mereka mengalami kecelakaan mobil di sebuah hutan bersalju dan terjebak di kabin hutan. Jeff yang kalut bermaksud membunuh dirinya sendiri setelah membunuh kedua anaknya. Tiba-tiba, sesosok dalam gelap membunuhnya dan mengambil alih tugasnya untuk membesarkan Victoria dan Lily. 
Victoria & Lily D'Assange - Saya minat mengadopsi mereka. ;)
5 tahun berselang, Lucas D’Assange, saudara kembar identik Jeff masih berusaha menemukan saudara dan 2 keponakannya yang menghilang. Ia menyewa pemburu untuk mencari mereka ke seluruh pelosok negeri. Singkat kata, 2 pemburu sewaannya menemukan Victoria dan Lily di kabin. Mereka berdua langsung dibawa ke klinik psiatrik dibawah wewenang Dr Gerald Dreyfuss karena kondisi mereka sangat liar seperti binatang setelah terisolasi selama 5 tahun. Mereka menyerang siapa saja yang mendekat. Victoria yang ketika hilang berusia 3 tahun masih mengenali sosok Lucas sebagai ayahnya. Terjadi persidangan Lucas dan Jean Podolsky (bibi dari pihak ibu) atas perwalian mereka berdua yang dimenangkan Lucas dengan bantuan Dr Gerald. Dr Gerald ingin mempelajari kondisi Victoria-Lily untuk tujuan penelitiannya, terutama, ia tertarik pada sosok Mama yang menurut dia adalah tokoh khayalan Victoria-Lily. Sebagai peneliti yang telah bersama mereka selama 87 hari, dan selama itu ia merasa masih ada banyak rahasia yang harus ia buka atas nama penelitian. Bersama Annabel, Lucas mengasuh Victoria dan Lily di rumah institut Dr Gerald tanpa tahu bahaya yang mengintai mereka. 

Lucas mengalami kecelakaan fatal yang menyebabkan ia koma di rumah sakit berhari-hari. Annabel menggantikan tugas Lucas mengasuh mereka berdua. Selama itu, terjadi perubahan sangat mendasar pada diri Annabel. Ia yang sejak diawal digambarkan sebagai wanita metal yang tak menginginkan keturunan, ia telah berubah menjadi sosok keibuan. Selama berhari-hari tinggal bersama, Victoria telah banyak berubah. Ia merasa nyaman dengan kehidupan normal manusia. Lily yang mulai hilang di usia 1 tahun hanya mengingat kehidupan liarnya di kabin bersama sosok Mama. Ia sering menolak perlakuan manusiawi yang ia terima dan mempertahankan hidup liarnya. Dr Gerald sering datang untuk meneliti mereka. Ia mempelajari sosok imaginasi yang dipanggil mama. Siapa mama yang sering mereka sebut. Dr Gerald meneliti kemungkinan Victoria mengalami gejala kepribadian disosiatif dengan berperan ganda sebagai sosok mama. 
Peran Isabelle Nelice sebagai Lily sangat bagus, juga peran Megan Charpentier sebagai Victoria
Sesi penelitian 1-5 mereka tidak merespon. Di sesi ke 6, Victoria menceritakan sosok yang ia panggil mama dan cerita Victori cocok dengan file Edith Brenman, seorang pasien RSJ di abad 19 yang memiliki gejala sama. Pasien ini melarikan diri membawa bayinya dan bunuh diri di jurang karena tak mau menolak ditangkap kembali. Edith jatuh dan mati di jurang sungai sementara sang bayi mati tersangkut di dahan yang tumbuh di jurang. Dari sini, penelitiannya berkembang ke ranah supernatural. Ia berteori, pasien Edith menjadi hantu dan mencari-cari bayinya. Ia menjadikan Victoria dan Lily sebagai pengganti anaknya yang hilang. Di pPenelitian ke tujuh disimpulkan, ada sebuah dinding di rumah itu yang berfungsi sebagai pintu penghubung antara rumah itu dengan kabin di hutan tempat mereka ditemukan. 

Annabel mulai mendengar dan merasakan kehadiran sosok misterius yang sering mengunjungi Victoria dan Lily. Hantu edith atau Mama beberapa kali mendatangi dan ingin melukainya. Ia juga mendatanginya melalui mimpi. Mungkin hanya janji Edith pada Victoria untuk tidak menyakiti Annabel adalah satu-satunya perlindungan Annabel terhadap kecemburuan Edith. Victoria yang mulai dekat dengan Annabel mulai menjauh karena takut akan kecemburuan dan kesadisan Mama. Bagaimanapun ia menyadari bahwa hilangnya sang papa ketika ia 3 tahun pasti berhubungan dengan Mama. Ia mulai takut dan kurang nyaman dengan sosok Mama namun tahu benar keselamatan semua orang terancam. Victoria yang sejak awal merasa nyaman di dunia manusia telah lama beradaptasi antara hidup normal dan liar (ala Edith). Lily yang awalnya menolak Annabel mulai merasa nyaman dengan hangat cinta Annabel. Ini membuat hantu Edith Edith sangat marah dan cemburu . 

Kali pertama Lily merasakan kehadiran seorang mama yang nyata
Dr Gerald menghilang tanpa jejak. Annabel yang mulai curiga dengan penelitian Dg Gerald mencuri semua datanya dan mempelajari penelitiannya. Annabel menemukan kotak mayat bayi yang dicari Edith. Naluri keibuannya menyimpulkan kerangka bayi ini yang dicari hantu Edith. Kesimpulan serupa juga diambil Dr Gerald dan berakhir pada kematiannya. Bagaimana dengan endingnya? Kali ini saya akan menyisakan 1 pertanyaan yang hanya bisa dijawab dengan menonton film ini. Selamat menonton! 
Sosok hantu Edith sebagai hantu mama memang unik. Ia mempunyai segala perasaan manusia termasuk cinta kasih. Kemarahan dan kekerasan boleh jadi karakter yang selalu ditunjukkan di film horor barat. Tapi toleransi dan kasih sayang seorang mama bukan karakter yang pernah diciptakan di cerita horor Amerika yang pernah saya tonton. Jikalau ada, pastilah sangat jarang. Nah, di film horor mama ini, sifat keibuan Edith sangat menonjol. Bagaimana ia awalnya bersedia membagi kasih sayang dengan rivalnya sampai akhirnya cemburu dan takut ditinggalkan membuatnya berbuat ekstrim. Hantu mama sudah payah memenuhi janji “tak menyakiti Annabel” dalam kemarahan luar biasa. Kemurkaannya dapat diredakan oleh pelukan suara manja Lily. Luar biasa sekali sosok ibu kan? Entah hantu ibu atau hantu manusia, mereka memiliki kasih sayang dan toleransi yang tak terbantahkan. Ceritanya sih begitu. Perubahan menjadi mama juga terjadi dalam diri Annabel. Ia wanita hedonis yang tak menginginkan anak. Ia benci kesehariannya diganggu anak-anak. Hanya  cintanya pada Lucas saja yang membuatnya berubah menjadi sosok mama yang baik. Rasa-rasanya... film ini cocok diputar di tiap tanggal 14 Februari ya..... 
Sosok hantunya tidak realistis dan lebih mirip alien
Jika dari segi tema dan cerita, saya suka dan menikmatinya. Tapi ada beberapa hal yang saya kurang sreg. Sosok hantu mama digambarkan tidak realis – jika memang hantu itu realis. Sosoknya terlalu tinggi dan kurus dibandingkan tubuh manusia asli. Komentar suami saya, “mirip makhluk Alien” dan saya sepakat. Bahkan sosok Edith sebagai manusia pun tidak seperti manusia normal. Jika sosok hantunya normal, mungkin akan lebih realistis dan menakutkan. Juga beberapa scene yang tampak tidak berhubungan secara waktu. Entahlah.. saya bukan kritikus film yang menjelajahi film menit demi menit. Hanya penikmat film biasa yang menjawab permintaan sahabat Susindra Craft sekaligus menyalurkan hobi saya di blog: menonton film, menulis, dan mereview. Selebihnya terserah teman-teman yang membaca, apakah review dan sinopsis lengkap film horor Mama ini bagus atau tidak, Apakah tertarik menonton filmnya atau tidak, Atau mungkin merekomendasikan sebuah film yang dapat saya tulis dan review seperti teman maya saya yang merekomendasikan film ini. Semua kembali kepada teman-teman.

Beberapa sumber foto dari IMDb dan atau printscreen filmnya. 
Share:

55 comments:

  1. Waaaaaaaaaa.... ini film horor tahun lalu yang aku liat trailernya di bioskop pas mau nonton frozen kalo gak salah (*eh apa jow to train your dragon ya? Lupa)... trailernya seremmmmm to the max

    ReplyDelete
    Replies
    1. Serem tapi bagus mak. coba cari DVD-nya. Bisa dapat sensasi beda di film ini

      Delete
  2. Wah.. Saya juga sudah bikin reviewnya bulan maret lalu. Tapi lebih lengkap punya mbak.. Saya kok bukannya takut, tapi malah haru, ya, mbak sama filmnya. ^^

    Ini link review mama saya, kalo mau baca, mbak. www.mrseliselisa.com/2014/03/come-to-mama-hihihi.html *maaf malah jadi spam link*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama mbak. Saya nangis waktu nonton film ini. jarang2 kan nonton film horor sambil berlinang air mata?

      Delete
  3. Minggu lalu baru aja nonton film ini. Seremnya sih, pas hantu Mama masih berupa siluet2 gelap gitu. Setelah dikasih liat aslinya, malah gak serem.

    Menurutku film ini malah bikin haru dan sesak. Apalagi pas liat momen2 Lily dan Mama.Pas Lily ketawa bahagia dipeluk Mama. Betapa cinta anak yg masih kecil itu begitu polos. Bikin dada sesak krn berasa ditampar kl tanggung jawab ibu, sebagai orang pertama yg dikenal dan dicintai anaknya itu besar bgt. Bagaimana kita mendidik mereka akan menentukan bagaimana mereka kelak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. naluri keibuan jadi disentil ya mak Sary. anak tak melihat siapa mamanya, tp bagaimana kasih sayang yg ia dapatlah yg selalu diingat.

      Delete
  4. Mbak Sus...aku heran kalo lihat filem horor sendiri di kamar kok ndak takut yak. Tapi kalo lihat di bioskokp dengan sound system yang menggelegar rada merinding juga...

    Btw review nya lengkap mbak, mbak Susi cocok jadi reviewer pilem, selain jadi artis flanel hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maturnuwun banget mas.
      Nonton film horor di bioskop memang berasa horor maksimal mas.

      Delete
  5. kalo dneger horor takut banget q mbk tapi pas habis baca n baca komen dibawah kok jadi penasaran ya hehehe

    ReplyDelete
  6. Penasaraaan...
    *saya ngga hobi nonton, tp kl nonton film horor rasanya seru. takut2 tapi penasaran.
    tutup muka dg 5 jari yg renggang :)))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihihi... itu sih masuknya drama Mbak El... hihihi

      Delete
  7. Kok kesannya malah ga terlalu horor ya bun... :|

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tergantung kesan ketika menonton Mas Gung

      Delete
  8. ini film kyknya sekarang lagi beberapa kali tayang di HBO deh. Saya masih takut2 nontonnya karena saya memang gak suka horror. Tapi baca disini malah mengharukan, ya? Mikir2 juga deh. Berani gak ya saya ^_^

    ReplyDelete
  9. Di awal2, sy nebaknya tokoh hantu mama adlh ibu kandung dr Victoria dan Lily.

    Membaca reviewnya seakan melihat verai filmnya, tapiiii endingnya di jadikan secret. Sukses bikin penasaran

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi.... saya malah tak terpikir begitu Mbak

      Delete
  10. Ehmmm..ini film sempet diputer di tv kabel bbrapa hari lalu..tp ga lanjut nonton sampe selesai,,cukup iseng dan menegangkan kalo nonton sendirian

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, tayang di TV kabel beberapa kali

      Delete
  11. Aku jadi penasaran ^^v sukses deh, bikin reviewnya!

    ReplyDelete
  12. film horror mama?
    belum pernah denger..
    dari reviewnya kyknya film mama nih serem..
    tak coba nonton dulu sama keluarga :D

    ReplyDelete
  13. Replies
    1. Termasuk film yang berkesan bagi saya Mbak

      Delete
  14. Baru kali ini saya nangis liat film horor..
    Cocoknya tayang pas hari ibu dong..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ah ya benar, seharusnya di hari ibu. Saya mengatakan hari valentine karena rilis bulan Januari

      Delete
  15. Ada adegan yg sensor ga?
    Pengen nonton bareng papah mamah,klo ada adegan gituannya kan ga enak!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada satu adegan Annabel di atas Lucas, tetapi hanya itu saja

      Delete
  16. Replies
    1. Iya, menyeramkan, sekaligus membuat sedih

      Delete
  17. saya belum pernah nonton, jadi kepingin deh nonton, mau tanya dimana nonton online film-film bagus yah?

    ReplyDelete
  18. Filmnya bikin tegang apa laga waktu kejar-kejaran mama sama annabel... Perannya megan sebagai victoria itu kerennn bangeetttzzz thx ya buat review dan sinopsisnya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama Mbak Adelia. Iya, Victoria memerankan dengan sangat bagus

      Delete
  19. Wihh film nya seru banget.. tapi ada satu peristiwa menegangkan pada mamah aku setelah nonton film mama.. mamah aku nyebutin mama 3x "mama mama mama" dengan di resapi, fikiran kosong, danmembayangkan si anak dalam film tsb memanggil nama mama.. tidak lama kemudian mamah aku mendengarkan suara geraman yang sangat lembut tetapi keras d telinga nya,. Hiiii atut

    ReplyDelete
    Replies
    1. Serius, Mbak? Wah... serem juga kalau begitu.

      Delete
  20. pas nonton ni Film... yang ane rasain bukan takut sih tapi ane malah ngerasa kasian sama "Mama" nya ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya pun merasa begitu Mbak. Rasa keibuan tergugah ketika menonton film ini. Begitulah anak-anak... siapapun pengasuhnya, mereka sangat mencintainya

      Delete
  21. Bahkan aku baru nonton malam ini..ya ampun serem banget..mana nonton sendiri pula������

    ReplyDelete
  22. Mama adalah mom mom mia

    ReplyDelete
  23. Baru nonton malem ini..serem banget,mana nonton sendirian pula😂😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe... iya, termasuk serem filmnya

      Delete
  24. Film ini pas nya ditayangin di tgl 22 Desember mbak,bkn 14 Februari..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh ya benar Mbak. Saya mengatakan bulan Februari mengaju pada bulan rilis film ini di tanggal 18 bulan Januari.

      Delete
  25. Ak dah lm bl dvd nya baru aja noNtonnya, diakhir crt ak gak ngerti, itu silili gmn nasibnya ikut sihantu!

    ReplyDelete
  26. Filmnya sedih pertama kali nonton film ini ampe nangis karena si lilinya ngikutin jejak "mama"nya tapi di balik itu dia lakuin buat nyelamatin kk dan semuanya plus rasa cintanya yg begitu mendalam dgn mamanya hiks hiks :'( Oh ya tambahan mbak untuk pemeran sebagai mama itu adalah aktor Javier Botet yang punya body super kurus dan memanjang karena syndrome Marfan sesuai dengan karakter mama yang kayak jelangkung,tapi aktingnya di film horor selain mama juga tampil di Conjuring 2 sebagai crooked man emang layak dapat jempol...

    ReplyDelete
  27. Film ini udah lama di laptop tapi baru kali ini aku nonton, awalnya saya tidak begitu paham film apa ini. karena kebetulan bahasa inggris saya agak kurang (hanya menegrti percakapan singkat), di tambah gak ada translate. yang ngebuat saya tertarik buat nonton karena penasaran siapa sosok mama, awalnya tak kira binatang buas, eh tau nya setan ahahhaha. asli bagus ni film.

    ReplyDelete
  28. saya baru nonton semalam mba, asli ... gak asik, well ... bukan penikmat film horor sih aslinya, dan gegara nonton bareng suami, jadilah nonton film ini. bener sih sosoknya gak realistis ... but ... creepy enough for me ... anyway .. nice review mba ...

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkenan meninggalkan jejak di sini. Mohon tidak memasang iklan atau link hidup di sini. :)

Sahabat Susindra