Geliat Literasi di Indonesia Melalui #BukuUntukIndonesia

“Mama… Kapan Mama beliin buku City of Glass?” tanya si sulung yang baru selesai UN.
“Mama, kapan beliin raket dan kok?” tanya si adek. 
“Papa, kapan beli blender baru?” tanya saya. Ups… abaikan.


Alangkah senangnya memiliki 2 anak yang sudah sekolah SD. Si kakak berusia 12 tahun, sedangkan si adik sebentar lagi akan berusia 9 tahun. Keduanya punya 2 minat yang berbeda. Si kakak suka membaca buku fantasi dengan imajinasi yang sering bikin saya terkaget-kaget. Si adik suka aktivitas fisik karena ia kinestetik. Energinya durable.  Keduanya juga memiliki karakter berbeda, gaya belajar berbeda. Bahkan faktanya, karakter mereka lebih banyak berbeda. Yang menyamakan adalah rasa sayang, senang bikin dadar sendiri, suka memancing di sungai, dan permainan catur. Uhuk… ibu mana yang tak bangga memiliki 2 anak laki-laki yang saling back up dan menjadi “partner in crime” untuk meluluhkan hati papa mama mereka?

Hobi membaca Destin mengingatkan saya pada masa kecil. Saya sangat suka membaca. Sehari-hari, saya selalu di atas pohon membawa sebuah buku. Sehari saya biasa membaca 2 buah buku. Makanya saya senang sekali melihatnya suka membaca. Meski dia telah teracuni gadget, tetapi dia tetap senang membaca buku. Memang tak seekstrim masa kecil saya yang sudah mirip kutu buku dan melahap tema apa saja. Tetapi.. hei… zaman sekarang… semakin sedikit yang suka membaca buku. Riset menyimpulkan bahwa dari 1000 orang Indonesia, hanya 1 orang yang suka membaca. Ini sangat memperihatinkan. Lalu, apa kabar Literasi Indonesia?


Saya tak pernah ragu bahwa masa depan Literasi Indonesia akan cerah pada akhirnya. Bahwa angka-angka dalam statistik itu akan meningkat. Jumlah pegiat literasi akan bertambah. Jumlah pembaca juga akan meningkat. Taman Bacaan Masyarakat bermunculan seperti jamur. Tawaran meramaikan TBM makin kreatif. Saya yakin itu. Karena saya sedang bergerak bersama mereka. Saya salah satu pegiat literasi Indonesia dengan letupan semangat, ide dan kreativitas tinggi. 

Misi awal saya hanya membuat anak saya menjadi pecinta buku. namun sekarang saya makin mantap untuk mengajak puluhan Destin lain melangkah bersama dan bangga berkata, “Kami kutu buku. Kami haus ilmu.”

Guru parenting saya pernah berkata, “Burung yang berbulu sama pasti akan bertemu.” Terkadang langsung bertemu dan klik. Adakalanya perlu tersesat dahulu. Saat saya membuat misi menjadikan anak gemar membaca, saya mencari TBM yang cocok di hati. Saya mencari TBM yang memiliki koleksi buku anak-anak melimpah. Maka perkenalan saya dengan Rumah Belajar Ilalang (RBI) pun terjadi. Dari sekadar baca buku sampai akhirnya memutuskan menjadi ranger (relawan) untuk program kreatif dolanan anak. Akhirnya saya terjebak di sana, dan jalan satu-satunya yang saya lihat adalah membuat TBM sendiri, bersebelahan. Akhirnya kami menjadi tetangga. Saya fokus membuat TBM untuk para Ibu dengan nama Omah PINK (Omah Para Ibu Ngangsu Kawruh). Untuk anak-anak, saya diminta meng-handle kursus bBahasa Inggris dan menulis saja dengan nama RBI. RBI dan Omah PINK memang sepakat berkolaborasi. Kami mencoba menginisiasi Kampung Literasi di Jepara. Saya dan Mas Hasan, pemilik RBI, teracuni oleh konsep Kampung Literasi yang dibawa Mbak Tirta Nursari, pemilik Warung Pasinaon. Pertemuan kami memicu percikan geliat Literasi Jepara. Kami sepakat membuat grup Literasi dan saling back up. Kami mulai saling kunjung dan saling ATM (amati, tiru, modifikasi). Berbagi informasi jika ada program berbagi buku. misalnya seperti program #BukuUntukIndonesia  dari BCA. 


#BukuUntukIndonesia adalah salah satu rangkaian perayaan hari ulang tahun BCA ke-60. Gerakan #BukuUntukIndonesia  akan mendonasikan buku-buku ke 60 titik area di Indonesia yang kesulitan mengakses buku berkualitas. Kita tahu, masih banyak daerah-daerah di Indonesia yang masih ketinggalan soal akses pengetahuan dari buku karena tidak tersedia buku yang memadai dan memang buku menjadi barang mewah buat mereka. Anak-anak daerah ini punya mimpi besar memajukan daerahnya namun mengalami berbagai kendala. Klise… tapi itulah realitanya. Mereka layak menjadi #LebihBaik dan kita berkewajiban membantu mereka. Sama-sama Indonesia namun beda kesempatan, alangkah sedihnya. Seperti ada jurang di antara kita. 

 Klik gambar ini untuk mulai donasi


Kita bisa memperperpendek jurang kesempatan dan kelayakan belajar anak-anak daerah terpencil ini dengan ikutan gerakan ini. Caranya mudah. Sumbangkan sebagian uang kita ke program #BukuUntukIndonesia yang menjadi program BCA bekerjasama dengan Blibli.com. Donasi dibuat dalam bentuk paket. Kita bisa memilih Paket Berbagi  mulai dari Rp 100.000 rupiah sampai Rp 1.000.000 rupiah. Semua ada pilihannya. Seluruh pembelian paket  yang nanti akan ditukarkan menjadi buku oleh pihak BCA. Buku ini yang nantinya akan diberikan kepada anak-anak di pelosok daerah. 
Mau lihat video menyentuh ini?


Alangkah senangnya anak-anak yang mendapat bantuan buku. Saya senang menontonnya lagi dan lagi. Saya ingin memeluk Destin dan Binbin. Kedua anak saya ini beruntung sekali, karena mereka memiliki akses buku berkualitas. Di dekat mereka ada Taman Baca Masyarakat (TBM) yang memiliki banyak buku anak-anak. Saya sengaja pindah rumah ke sana agar mereka bisa bebas membaca. Saya bersyukur karena tergugah membuat TBM agar geliat literasi Indonesia semakin nyata. Tak sempat untuk terjun langsung seperti saya? Tenang aja, kamu bisa lho berpartisipasi aktif melalui gerakan #BukuUntukIndonesia ini.  Langsung ke https://bukuuntukindonesia.bca.co.id/ ya.


Langsung klik berbagi saja. Nanti akan dialihkan menuju ke site pembelian di blibli.com. Ada beberapa pilihan paket buku mulai dari Rp 100.000,- sampai Rp 1.000.000,-. Jumlah paket yang dibeli pun tidak dibatasi. Kabar baiknya, saat kamu menyumbang, silakan masukkan kode voucher “susindra” di donasimu, ya. Saya akan mensubsidi sedikit donasi kamu, Jadi kita bisa nyumbang sama-sama.




Berbuat baik dan membuat orang lain bahagia semudah itu kok. Kita mulai donasi yuk… Demi geliat literasi di Indonesia. Kita ingin semakin banyak masyarakat Indonesia yang suka membaca, kaaan..
Share:

3 comments:

  1. Bersyukur tinggal di jakarta yang mudah mendapatkan buku jenis apa aja. Alhamdulillaah ada acara #BukuUntukIndonesia ini ya, Mba.
    Semoga anak indonesia yang di pelosok pun dapat menikmati buku-buku berkualitas sesuai kebutuhan.

    ReplyDelete
  2. Keren bgt programnya, nanti saya coba intip bliblinya

    ReplyDelete
  3. Program yg oke bangeeet mba.. semoga banyak yg bisa ikut..

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkenan meninggalkan jejak di sini. Mohon tidak memasang iklan atau link hidup di sini. :)

Sahabat Susindra