Hari pertama sebagai ibu rumah tangga kembali. Yep, per jumat kemarin Susi resmi resign dari kantor. Tak ada alasan spesial, hanya ketidakcocokan cara kerja dan aku tidak melihat diriku berkembang di sana. Mungkin sudah saatnya fokus menjadi seorang ibu blogger alias bloggerwati. Jadi, saya hanya bekerja selama 3 bulan saja.



Bekerja di kantor memang sangat menyenangkan. Seperti beristirahat sejenak dari rutinitas rumah yang meski membahagiakan, lebih sering melelahkan. Berangkat dari rumah jam 7 pagi dan sampai rumah jam 5 sore membuat kami semua bahagia. 

Anak-anak menjadi lebih mandiri namun juga lebih menyadari betapa pentingnya mama. Papa juga berhasil membuktikan sebagai superdad. Dan aku berhasil membuktikan meski menjadi ibu bekerja, di rumah aku juga ibu rumah tangga yang cukup baik.

Ternyata, menjadi ibu bekerja bukan berarti kita tidak bisa mengurus rumah dan anak-anak. Hanya saja, ada banyak hal yang perlu disesuaikan. Waktu bersama anak menjadi lebih terbatas, pekerjaan rumah harus diatur, dan tenaga harus dibagi untuk berbagai urusan.

Pengalaman tiga bulan ini cukup menyenangkan. Aku jadi tahu bahwa keluarga bisa beradaptasi ketika mama bekerja di luar rumah. Papa dan anak-anak juga belajar mengambil peran masing-masing. Sebuah pengalaman yang patut disyukuri, meskipun akhirnya aku memutuskan kembali ke rumah.

Kembali Menjadi Ibu Rumah Tangga

Aku sangat bersemangat menikmati peran ibu rumah tanggaku. Pagi ini aku langsung memasak masakan istimewa karena tadi malam jam 10 aku sudah mencuci piring dan mengepel rumah. Jadi kerjaan pagi ini hanya memandikan D&B, memasak sambil mencuci baju. Semua pekerjaan kelar kecuali mencuci baju. 




Papa langsung meng-cut aktivitas cuci baju, alasannya karena kami telah mengambil tenaga cuci-setrika. Katanya dia lebih sua aku berblogging sambil menyelesaikan proyek website furniture dan guide furniture yang Susi siapkan dan targetkan 3 bulan mendatang berhasil mendapatkan penghasilan. Oke deh papa. Aku siap blogwalking menyapa teman.

Begitulah, ternyata kembali menjadi ibu rumah tangga bukan berarti harus mengerjakan semua pekerjaan sendiri. Ada banyak hal yang bisa dibicarakan bersama pasangan, termasuk membagi pekerjaan rumah agar aku punya waktu untuk kegiatan lain.

Aku senang karena Papa mendukung keinginanku untuk kembali aktif ngeblog. Bagiku, dukungan seperti ini penting. Menjadi ibu rumah tangga memang menyenangkan, tetapi aku juga punya keinginan untuk terus belajar dan menghasilkan sesuatu dari kemampuan sendiri.

Rumah tetap menjadi tanggung jawab bersama. Kalau ada pekerjaan yang bisa dibantu orang lain, mengapa tidak? Waktu dan tenaga yang tersisa bisa digunakan untuk hal lain yang juga bermanfaat.

Toh, menjadi ibu rumah tangga tidak harus membuat kita berhenti mengembangkan diri.

Menjadi Bloggerwati, Bukan Sekadar Mengisi Waktu Luang

Ada yang bilang, enaknya menjadi ibu rumah tangga itu bisa santai di rumah. Hmm, mungkin mereka belum pernah merasakan bagaimana pekerjaan rumah seolah tidak ada habisnya. Baru selesai memasak, sudah ada cucian. Baru selesai menyapu, rumah kembali berantakan. Belum lagi urusan anak-anak yang selalu membutuhkan perhatian. Namun, di antara kesibukan itu, aku masih ingin punya waktu untuk diriku sendiri. Salah satunya dengan ngeblog.



Buatku, ngeblog bukan hanya menulis cerita sehari-hari. Ada banyak hal yang bisa dipelajari, mulai dari membuat tulisan yang menarik, mempercantik tampilan blog, mengenal dunia internet, sampai belajar membuat website. Blogwalking juga menjadi kegiatan yang menyenangkan. Aku bisa mengunjungi blog teman, membaca cerita mereka, meninggalkan komentar, dan menemukan banyak pengalaman baru. Rasanya seperti memiliki teman ngobrol meskipun kami tidak selalu bertemu secara langsung.

Dari kegiatan sederhana ini, aku juga belajar bahwa dunia seorang ibu rumah tangga tidak harus terbatas pada rumah dan lingkungan sekitar. Melalui internet, aku bisa mengenal banyak orang, bertukar pikiran, dan belajar berbagai hal. Tentu saja, aku masih harus banyak belajar. Menulis saja belum tentu cukup. Aku ingin mencoba mengembangkan website furniture dan guide furniture yang sudah kurencanakan. Siapa tahu, suatu hari nanti proyek ini bisa menghasilkan uang.

Target tiga bulan ke depan memang terdengar menantang. Namun, bukankah sebuah rencana harus dicoba lebih dahulu sebelum kita tahu hasilnya? Aku tidak ingin hanya punya keinginan tanpa berusaha mewujudkannya. Selama masih bisa membagi waktu antara keluarga dan kegiatan blogging, mengapa tidak dicoba?


Menjalani Peran dengan Bahagia


Menjadi ibu rumah tangga sekaligus bloggerwati tentu punya tantangan sendiri. Aku harus pandai mengatur waktu agar kegiatan ngeblog tidak membuat pekerjaan rumah terbengkalai. Sebaliknya, pekerjaan rumah juga jangan sampai membuatku tidak pernah punya kesempatan belajar.

Mungkin tidak setiap hari aku bisa menulis panjang. Ada kalanya hanya sempat membaca blog teman atau memperbaiki sedikit bagian website. Tidak apa-apa. Yang penting, tetap ada kemajuan meskipun kecil.

Aku juga belajar bahwa setiap keluarga memiliki cara masing-masing dalam mengatur kehidupan. Ada ibu yang nyaman bekerja di kantor, ada yang memilih fokus di rumah, dan ada pula yang menjalankan keduanya. Tidak ada satu pilihan yang cocok untuk semua orang.

Bagiku, keputusan kembali ke rumah adalah pilihan yang terasa tepat saat ini. Aku ingin menikmati waktu bersama anak-anak, menjalankan peran sebagai istri dan ibu, sekaligus memberi kesempatan kepada diri sendiri untuk berkembang melalui blogging.

Semoga keputusan ini membawa kebaikan bagi keluarga kami. Semoga proyek website yang sedang kurintis juga berjalan lancar dan bisa menghasilkan sesuatu yang membanggakan.

Hari pertama kembali menjadi ibu rumah tangga ternyata menyenangkan. Pekerjaan rumah mulai tertata, Papa mendukung, anak-anak ada di dekatku, dan aku punya kesempatan kembali menyapa teman-teman blogger.

Baiklah, mari mulai lagi petualangan menjadi ibu rumah tangga plus bloggerwati. Semoga kali ini aku bisa lebih produktif, lebih bahagia, dan tetap punya banyak cerita untuk dibagikan.