Akhirnya berhasil mengecat ulang Rumah Susindra setelah hampir 2 minggu absen dari posting harian. Meski tetap saja, nuansa hitam yang dipilih, namun beberapa warna saya harap bisa sedikit menyegarkan Rumah Susindra. Seperti beberapa artikel yang mulai saya cicil posting karena saya masih ingin serius di blogosphere. Keabsenan saya kemarin selain sakit, sibuk, juga karena saya kembali mengalami pusing tiap kali usai menerima limpahan ilmu baru dari sahabat (blogwalking). Apa arti blogwalking tanpa membaca?

Beberapa hari ini saya memang baru dibuat kapok oleh sakit dan aneka kegiatan oflen yang sangat menyibukkan. Dan yang sangat menyebalkan adalah mati rasa yang dialami lidah saya. Jika hanya demam batpil, saya sudah biasa. Karena tubuh saya memang rentan terhadap perubahan cuaca dan alergi dingin. Ditambah kecapekan, jadilah saya terkapar di tempat tidur selama 3 hari. Sisanya tentu saja untuk fase penyembuhan. Selama seminggu saya benar-benar tak bisa mengecap rasa enak. Hanya ada 2 rasa di lidah saya, terlalu asin dan hambar. Dan anehnya tak tentu kapan rasa itu datang. Mi instant kuah yang dimakan tanpa kuah tidak terasa asin sedangkan mie goreng instant ditambah air menjadi sangat asin. Kekesalan ini sanggup mengaduk-aduk perasaan saya karena cita rasa memang sangat penting. Saya merasa kasihan dengan papa dan anak-anak yang terpaksa makan seadanya karena hanya menggunakan indra penciuman untuk memasak, dan lebih sering mie instant.

Kembali ke awal lagi, posting utama saya tetap saya pertahankan, yaitu Senin-Jepara dan Jeudi Français sebagai ciri khas. Terima kasih sahabat, untuk kesetiaan sahabat mengunjungi saya.

PS: Okey, saya akui saya ketakutan sekarang. Setelah membaca posting tentang kematian oleh Sadako Kenzhi, sambung-menyambung ke blog para sahabat dan diakhiri di posting Bensdoing, tiba-tiba saya merasakan nikmatnya menyerahkan diri pada keinginan tubuh untuk rebah sejenak. Dan saya terpaksa menyerahkan tubuh saya tergeletak di dapur beberapa saat di dapur sendirian diiringi tangisan Binbin yang terpaksa tak saya hiraukan. I'm totally black out.