Assalamualaikum, sahabat.
Selamat tahun baru Muharram 1433 Hijriyah bagi yang merayakannya.

Saya membuat sebuah posting khusus untuk kontes unik sahabat bertajuk Gurindam Muharram plus  33 yang mengharuskan pesertanya membuat sebuah gurindam minimal 4 kalimat serta memposting triple 11 untuk bermuhasabah agar ke depan lebih baik. Ada yang belum tahu arti muhasabah? Ya, introspeksi, mawas diri, evaluasi diri, menghitung-hitung perbuatan yang telah dilakukan. Bukankah menjelang dan di tahun baru kita harus bermuhasabah agar menjadi pribadi lebih baik? Yuk kita ikuti ajakan yang baik ini!
*******

banyak harta tiada beramal
bagai otak tiada akal

Banyak ilmu tiada dibagi
ibarat benda tiada arti

banyak teman tanpa silaturahmi
hidup akan terasa sepi
*******
Itulah gurindam saya. Tak mudah menemukan posting tentang cara membuat gurindam yang benar karena kebanyakan hanya mengutip deskripsi gurindam dari wikipedia. Bukan deskripsi Gurindam yang mudah dipahami kecuali telah membaca Gurindam 12 yang terkenal karya Raja Ali Haji pada 23 Rajab 1263 H.

Selain gurindam, mbak Thia dan mbak Keke sebagai sohibul kontes meminta triple 33, yaitu:

A. Sebelas hal terbaru tentang saya dan keluarga:

  1. Saya dan keluarga tinggal di Jepara.  Kami menyebut diri kami keluarga Susindra yang berasal dari gabungan nama Susi dan Indra. Dan kami memiliki dua putra ganteng bernama Destin dan Binbin Susindra
  2. Tiga bulan ini suami saya lembur tiap malam kecuali maljum sehingga saya bete berdua dengan Binbin tiap malam. Destin terlelap sekita pukul 7.30-8.00 sedangkan Binbin jam 9.00-10.00. Tapi saya bahagia karena Binbin ternyata anak yang sangat kocak dan membuat saya terus saja tertawa. 
  3. Saya memiliki saudari kembar (Ida) yang memiliki 2 anak perempuan yang sangat saya idamkan, kebalikan dengan saya yang memiliki 2 anak laki-laki. Menjawab beberapa pertanyaan teman, Ida bukan blogger dan tak bisa mengoperasikan komputer. Sayang dia tidak tertarik sama sekali pada komputer. 
  4. Kami sedang nerves karena menyambut semesteran sekolah Destin. Persiapan kami lebih heboh daripada Destin termasuk membuat perjanjian/kesepakatan jadwal harian Destin. Hoho.. sulungku sudah bisa diajak tanggungjawab. Senangnya.... semoga jadwalnya dipatuhi.
  5. Gagal memotong rambut Binbin yang gondrong. Susah sekali memotong rambutnya. Kami sudah heboh ke salon untuk potong rambut sekeluarga dan tetap gagal. Binbin tetap dengan rambut ala Korea-nya yang keren sementara kami bertiga pulang dengan rambut lebih cepak. Padahal cara potongnya tandem. Papa potong rambut sambil memangku Binbin yang dipotong.  Strategi memakai bantuan komputer seperti cerita di sini sudah tidak mempan lagi. Hiks... jadi orang tua = super kreatif.
  6. Dua hari ini kami sukses membuang game counter strike yang selalu dimainkan duo D&B tanpa banyak kesulitan berarti. Ini suatu pencapaian, loh, karena tak mudah. Beruntung ada game cars pixar yang lebih sesuai dengan usia mereka. 
  7. Saya baru saja mendapat cucu-ponakan yang ketiga belas 2 bulan yang lalu, dan adik bungsu saya baru saja menikah 3 minggu yang lalu. So... tugas kakak telah usai. Tinggal observasi saja.
  8. Saya bungsu dari keluarga yang sangat besar karena kami keluarga poligami.  Keponakan tertua saya lebih muda 2 tahun dari saya dan pernah digosipkan pacar di SMA. Hahaha.... 
  9. Bulan ini saya puas pesta duren karena banyak sahabat atau partner kerja yang silaturahmi ke rumah membawa duren. Ya, Jepara sedang banjir duren dan rambutan.
  10. Setelah posting ini saya hiatus lagi sebentar. Saya sering mengalami pusing kepala/disorientasi  akibat terlalu banyak di depan komputer. Saya takut kejadian pingsan di depan komputer terjadi lagi. Juga anehnya indra pengecap saya masih belum normal seperti cerita di sini. Jadi maafkan saya sekali lagi jika jarang berkunjung ke bog sahabat.

B. Sebelas resolusi di tahun 1433 Hijriyah:

  1. Jadi muslim yang baik, belajar menjalankan 5 tombo ati-nya Opick.
  2. Menjadi ibu dan istri yang lebih baik lagi dengan mengurangi porsi kerja dan online.
  3. Hidup lebih sehat dan teratur, mengurangi kebiasaan begadang dan terlalu banyak di depan komputer.
  4. Belajar memasak yang bergizi buat keluarga. 
  5. Membeli sebuah elsapek murmer agar kerja lebih mudah.
  6. Pindah rumah yang lebih nyaman.
  7. Belajar menulis yang lebih baik, tidak selalu menuruti mood.
  8. Lebih rajin mengisi blog berbahasa Inggris dan Perancis agar kebiasaan online-nya lebih berguna.
  9. Mengawali usaha non-mebel dengan membuat toko kecil untuk pemasukan harian.
  10. Belajar menjadi sahabat yang baik dengan rajin silaturahmi
  11. Resolusi terbesar saya adalah dapat mengendarai motor dan mobil lengkap dengan SIM-nya agar mobilitas saya tidak tergantung suami dan pegawai.

Saya harap ke 11 resolusi saya tercapai tahun ini. Amin.

C. Sebelas yang berkesan untuk dikenang atau keburukan yang takkan diulang:

  1. Meski membuat anggaran belanja bulanan serta mencatat pemasukan-belanja, kami masih sering ingkar karena keperluan mendadak. Harus lebih patuh pada anggaran yang dibuat.
  2. Kemarin saya diingatkan tentang pentingnya asuransi jiwa dan pentingnya dana tak terduga karena seorang pegawai mengalami kecelakaan dan kami yang harus menanggung 100% biaya rumah sakitnya. Harus dianggarkan.
  3. Mendapat banyak hadiah dari para sahabat blogger dari kontes, akan selalu saya kenang dan banggakan.
  4. Tahun ini saya mengenal banyak sekali sahabat blogger maupun sahabat maya yang sangat baik hingga hidup saya terasa lebih berwarna. This is the beauty of blogging. (2 quote dari 2 blogger yang sangat saya kagumi).
  5. Kebiasaan lupa waktu jika di depan komputer, harus lebih disiplin lagi
  6. Kebiasaan begadang semalaman atau tidak tidur berhari-hari, harus dicegah dengan belajar tidur siang. Saya tak pernah bisa tidur pagi, siang atau sore hingga jika gagal tidur semalaman saya harus menunggu sampai malam berikutnya untuk tidur.
  7. Mengurangi konsumsi kopi. Sampai minggu ini kecanduan kopi sudah teratasi.
  8. Kebiasaan telat mandi, hehe..... harus dihilangkan.
  9. Saya dan suami sangat suka cabe dengan tingkat pedas yang tidak normal. Satu mie instant dengan 10 lombok setan seperti gambar ini baru puas. Harus diet lombok demi kesehatan.
  10. Menyiapkan menu instant yang digoreng untuk keluarga. Meski selalu ada sayur, tetap saja, kurang sehat. So... kembali ke resolusi di atas, belajar memasak yang bergizi bagi keluarga.
  11. Kurang olahraga. Sudah sepakat dengan jadwal harian Destin hari ini, jalan-jalan pagi tiap subuh.

Saya dan keluarga. Semoga cukup mewakili perkenalan keluarga kami

Selamat tahun baru 1433 hijriah untuk semua sahabat Rumah Susindra. Semoga resolusi para sabahat di tahun ini tercapai. Amin.

*******
"Tulisan ini saya ikutsertakan di acara Gurindam Muharam Plus 33 yang diselenggarakan oleh Mbak Yunda Hamasah dan Mbak Lyliana Thia