Tradisi Bubur Suran di Jepara

Sebenarnya sih belum siap nulis lagi dan masih sibuk mempersiapkan sebuah kejutan hadiah indah bagi para sahabat, namun ada satu tradisi bulan Suro di Jepara yang sayang sekali jika dilewatkan karena momentnya tepat.  Ya, sasi Suro selalu ada bubur Suro atau bubur Suran di Jepara. Dan di bulan ini,  yang ditunggu oleh Susi kecil sampai dewasa sekarang adalah bubur suro. Bubur ini begitu lezat hingga hanya menuliskannya saja sudah membuat air liur saya terkonsentrasi di satu titik. Hmm... lezaaaaatt..... Ah sayang sekali saya membuat bubur ini besok, jadi foto yang saya sertakan masih foto pinjaman, ya... yang asli foto milik saya akan saya unggah esok malam usai pengajian.

Bubur Suro ala Jepara berbeda dengan bubur Suro di kota-kota lain. Bumbunya benar-benar lengkap. Semua bumbu dapur kecuali temu kunci dipertemukan dalam satu kuali. Jadi bahan membuat bubur Suro adalah, beras, santan, bawang merah-putih, kunyit, kencur, jahe, daun jeruk, salam, laos, sereh, garam dan penyedap rasa. Semua bumbu kecuali salam sereh laos dihaluskan kemudian disaring. Beras dimasak menjadi bubur bersama dengan perasan bumbu dan sisa bumbu yang tidak dihaluskan sampai matang. Sebelum diangkat, jangan lupa memasukkan santan. Rasanya gurih dan ada sedikit rasa pedas. Darimana pedasnya? Dari toping atau taburan di atas bubur.

Setelah bubur Sura matang, tata di atas piring hingga agak hangat. kemudian tata toping/taburan yang berupa dadar telur, irisan kacang panjang, irisan kol, irisan cabe, taoge, ayam suwir, tempe kering, serta kacang goreng. Tata dengan cantik di atas bubur. Hmm..... oh lezatnya... Duh, saya jadi sangat lapar sekarang.
beruntung saya tak harus menunggu memasak sendiri karena beberapa tetangga mengirimkan bubur mereka ke rumah Susindra. Hehe... Dan hari ini ditetapkan sebagai tanggal 10 muharram, so, akan lebih banyak bubur Suro karena nanti malam akan ada pengajian Suran yang salah satu hidangan utamanya adalah ... BUBUR SURO!

Ini adalah salah satu tradisi bulan Suro di Jepara. Apa tradisi di kota sahabat?

12 Comments

  1. Lah, serius hari ini dah tanggal 10, Mbak?
    Tak kira tanggal 9

    Pengen ngerasain, Mbak, saya belum pernah makan

    ReplyDelete
  2. @anazkia: Eh aku salah tulis. Hari ini tangal 9, tapi nanti malam pengajian tanggal 10, jadi hari ini banyak yang bikin bubur suro tuk pengajian di masjid.

    ReplyDelete
  3. belum pernah makan ini nh mbak, kok kayanya mirip mie gitu ya

    ReplyDelete
  4. sempet mau nanya mbak, eh udah diwakilin mbak Anaz :D

    topingnya buanyaaaaaaaak, beda ama di Banjarmasin mbak buburnya. tapi saya nggak tahu pasti tradisi bubur Suro ini masih berjalan di lingkungan sini apa enggak >.<

    ReplyDelete
  5. Bubur ayam...hemmm bikin ngiler. Asli salah satu makanan favorit pengganti nasi yg saya sukai tuh. Kadang kalau pas mudik, males makan nasi ya gantinya bikin makan bubur tapi bikinan sendiri

    ReplyDelete
  6. di tempatku juga ada kok Mbak, namanya Jenang Suro, bubur beras yang bumbunya mirip dengan ket. Mbak Susi...pasti rasanya gak jauh beda maknyuzzzz

    ReplyDelete
  7. kalo di Jawa, masyarakatnya pasti antusias menyambut Suro yaa mbak.. dhe liat banyak perayaan menyambut Suro.. tapi di Palembang adem ayem aja, melempem..

    ReplyDelete
  8. baca ceritanya sama liat gambarnya aja udah membuat air liur saya menetes...
    (T_T)...
    saya belum pernah nyobain bubur begitu mba..tapi hampir mirip dengan bubur betawi yah yang suka dibuat babeh saya... pake toge sama sawi juga..hehehehe...

    ReplyDelete
  9. Wich Mbak pasti enak ya ;) Di Palembang tak ada tradisi ini...

    ReplyDelete
  10. Eh ada ya bubur suro~ hm, di Jogja gatau ada apa enggak -,-

    ReplyDelete
  11. Glek...bacanya aku jg jadi ikut2an laper mba Sus..

    ReplyDelete
  12. bubur suro? kelihatannya enak yachh...belum pernah nyobain soale ngga punya saudara yg tinggal di jepara hehehe...

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkenan meninggalkan jejak di sini. Mohon tidak memasang iklan atau link hidup di sini. :)