Ceritanya, saya sedang bersemangat menulis tentang Rambu-Rambu Menjadi Orang Tua. Tiba-tiba saja ide ini muncul dan saya ingin membuatnya sebagai sebuah buku. Idenya sederhana sekali. Saya mengingat beberapa kejadian tantrumnya anak-anak di area public. Anak yang menjerit2 karena ingin dibelikan sesuatu dan tidak dituruti. Anak yang memukul ibunya di sekolah. Anak yang nampak tidak nyaman dengan lingkungannya. Pengamatan-pengamatan kecil seperti itu.




Entah mengapa, ide itu begitu mendesak sehingga sejak pagi (sebelum anak-anak sekolah), saya sudah menulis draft Rambu-Rambu Menjadi Orang Tua. Tentang hal-hal sederhana yang biasanya dilakukan orang tuanya. Sepele… tapi dampaknya besar sekali. Anak menjadi pribadi rapuh, penuntut, sulit bergaul, pesimis, cengeng, tak mudah menerima perubahan. Kurang lebih seperti itulah. Sederhana sekali kan? Semoga saja proyek ini kelar dan kelak menjadi buku.

Nah, karena saya (akhirnya) bisa bergabung di komunitas Dblogger, saya menitipkannya di blog baru saya, Catatan Wanita. Blog ini nantinya khusus untuk opini dan kontes blogdetik yang tak pernah habis itu. Suami saya sih yang selalu heboh meminta saya membuat blogdetik. Ia terlalu pede pada kemampuan menulis istrinya yang masih ala kadarnya ini. Untuk menghargai usahanya 2 hari ini naik turun kursi untuk mencari sinyal Indosat, saya mulai memantapkan diri menjadi Dblogger. Masih sederhana sekali sih, karena saking lambatnya, saya bahkan tak bisa memberi gambar atau link, tetapi oke lah. Memang harus alon-alon waton kelakon. Lihat pilihan template-nya... nggak banget ya. Hahaha... Saya sedang suka yang feminim dan sekaligus fresh, sih.

Oh iya, sudah tahu kan kalau saya juga punya blog lain yaitu Susindra, Jelajah Jepara, dan Bahasa Perancis? Kagum boleh, tapi jangan bingung ya…..