Menjadi ibu rumah tangga beranak 2, dan masih aktif menulis, kelihatannya sulit ya? Pasti begitu pendapat teman-teman yang belum menjadi blogger atau pun penulis. Kesannya gimanaaa gitu. Saya merasa banget sih, beberapa kali, ketika berkumpul dengan teman yang menganggap profesi blogger itu profesi luar biasa. Padahal saya sendiri merasa biasa saja. Saya tidak merasa lebih keren atau lebih intelek daripada teman yang nonblogger. Menjadi blogger itu pilihan saya karena saya suka menulis, saya suka membaca, saya suka berteman, dan saya merasa mampu tunaikan kewajiban sebagai blogger. Apa itu? Menulis, share, blogwalking dan berkomunitas. Itu 4 tugas sunnahnya. Iya lah… tak ada paksaan ketika melakukannya. Makanya saya tidak mau mengatakan kewajiban blogger. 

mengulik-blog-mbak-elisa-karamoy
Foto Mbak Elisa
Saya punya seorang sahabat blogger perempuan yang usianya di atas saya, dan memiliki 3 putra-putri. Nama blogger sahabat saya ini adalah Mbak Mutia Erlisa Sevelina Karamoy atau mudah dikenal dengan nama Elisa Karamoy. Beliau lahir di tanggal 7 Agustus dan berasal dari Lampung. Hmm… saat saya menulis ini, Mbak Elisa sedang pulkam. Asyik ya bisa liburan. Mumpung Long Week end ya Mbak. Hehehe… Informasi ini saya dapat dari membuka facebooknya. hehehehe

Saya ibu rumah tangga yang saat ini berdomisili di Tangerang, Banten, dan ibu dari 3 putra-putri yang mulai beranjak remaja. Saya suka menulis, terutama menulis di blog. Selain itu saya juga menjadi penulis lepas/freelance writer di beberapa situs atau website dengan beragam niche. Beberapa kali saya diberikan kepercayaan untuk menjadi Ghost Writer project buku dan e book.
Saya suka menulis semua tema atau niche, namun secara spesifik saya suka sekali dengan niche yang beraroma bisnis online, parenting digital, dan teknologi yang fokus pada manfaat untuk menunjang kehidupan masyarakat sehari-hari. (Mutia Erlisa Karamoy)
 


Nah.. terbukti kan, usia dan jumlah anak tidak menjadi penghalang profesi menulis. Buktinya Mbak Elisa bisa menjadi penulis blog, penulis lepas, dan ghost writer. Multi niche pula. Keren, kan? Makanya jangan buru-buru mengatakan saya keren. Banyak yang lebih, kok.

Saya harus jujur jika jumlah kunjungan saya ke blognya Mbak Elisa masih bisa dihitung dengan jari tangan dan kaki. Masih dikiit… Makanya saya pengen kenal dan kepoin blognya. Hei… jangan anggap saya nyinyir, ya… ini kan tugas yang saya terima karena ikut grup Arisan Link Blogger Perempuan. Dan lagi, saya jadikan tugas ini sebagai cara untuk mencari celah yang belum digarap agar kita semua sama-sama belajar. 

mengulik-blog-mbak-elisa-karamoy
Tampilan blog Mbak Elisa
Bicara soal template-nya blog Mbak Elisa Karamoy, saya tak mau banyak berkomentar. Bukan karena template-nya terlalu sederhana lalu saya men-skip bahasan tentang itu. Sudah ada teman-teman yang membahasnya. Yang jelas sih, navigasi blog sudah cukup lengkap. Ada header di atas, kategori tulisan utama di atas dan label di bawah. Ada posting terbaru, sosmed yang dimiliki, arsip blog, google+ follower, dan 5 grup utama yang diikuti. Sejauh ini, sudah bagus navigasinya. Masalah peletakan, menurut saya itu sangat tergantung pada prioritas pemilik blog. I will not complaining about that. Oh ya, ada widget linkwithin untuk random post dan widget dari vivalog. Teman-teman yang belum pasang itu, ayok pasang yok… teruta linkwithin yang di blog saya termasuk 5 besar penyumbang kunjungan. Pengunjung blog bisa membaca tulisan lain yang disarankan linkwithin. Cara pasang widget linkwithin sangat mudah. Semua blogger pasti bisa. Buka LinkWithin dan ikuti langkah-langkahnya. 
fungsi-linkwithin
Linkwithin mengumpulkan posting yang mungkin diminati, tepat di bawah postingan

Jadi… saya cukupkan bahasan tentang template, ya.. Saya menemukan bahasan lain untuk dijadikan catatan Mbak Elisa jika berkenan mengikutinya. 

Blog Elisakaramoy tampaknya belum mobile friendly. Itu terlihat dari warna pink di layar HP Android saya sih. Semoga benar dugaan saya. Hmm… mungkin perlu dibuat mobile friendly yang paling sederhana. Gunanya agar loading di HP lebih cepat lagi. Pengunjung blog dari HP saya mencapai 70%, jadi sayang jika jumlah kunjungan tak banyak gara-gara blog kita tidak ramah di HP. Cara membuat blog menjadi mobile friendly sangat mudah. Pertama buka dashbor blog, lalu lanjutkan ke template. Nah.. dari sini buka setting blog menjadi mobile friendly. Silakan lihat gambar di bawah untuk tahu bagian mana yang saya maksudkan. Buat yang sederhana saja ya, agar lebih cepat loading-nya. Yang datang akan senang sekali jika blog bisa dibuka dalam hitungan detik.
mengulik-blog-mbak-elisa-karamoy
Cara membuat blog menjadi mobile friendly

Catatan kedua apa ya? Hmm… tentang promo blog saja ya. Saya kadang iseng melihat jumlah link blog saya terindex di google. Hmm... sebenarnya saya tidak paham nama aslinya, cuma paham maksudnya adalah berapa besar link-nya yang nyantol di mesin pencarian. 

Blog-blognya para seleblog sering saya kepoin nilai Alexa & nilai blog mereka di mesin pencari. Kalau Alexa pasti sudah tahu, ya. Saya sudah intip nilai Alexa Mbak Elisa dan saya keep saja. Hmm… bukan karena sudah tak ada bahasan lainnya tapi karena teman-teman bisa intip sendiri kok. Berapa nilainya, top keyword, dan lain-lain. Belum lengkap datanya, memang, saya kurang tahu sebabnya. Mungkin Mbak Elisa perlu mencari tahu cara mengalahkan Si Alexa ini. Sayang sekali kalau nilainya hanya segitu padahal blognya sudah aktif sejak 2013. Terutama di jumlah link yang mengarah ke blog Mbak Elisa yang baru 26. Nah.. yang bikin saya agak-agak berkerut sebenarnya di nilai link blog http://www.elisakaramoy.com/ di mata google ketika saya cek. jumlahnya sangat kecil, hanya 882 saja. Aduh… itu kecil sekali lho mbak. jumlah link blog saya yang nyantol di google baru 40.300. Nilai saya sebenarnya juga masih termasuk kecil karena saya masih blogger galau, tapi bandingkan keduanya, jauh, kan? 

mengulik-blog-mbak-elisa-karamoy
Jumlah link yang disimpan di mesin pencarian google
Para expertis blogger sering berkata, Content is king, but context (distribution) is queen. Itu benar sekali. Sebagus apapun tulisan kita, akan sulit viral jika kurang promonya. Makanya para blogger ikut banyak grup agar bisa share link posting-nya. Makanya para blogger mengaktifkan media sosialnya agar bisa promo secara viral. Makanya blogger sejak awal mendaftarkan blognya ke google webmaster tool, yahoo, bing, maupun media share lainnya. Agar keterbacaan posting kita lebih banyak. Banyak membagi tulisan di media sosial dan rajin meninggalkan komentar blog ya....

Semangat Mbak! Ayo kerja keras sama-sama. Saya juga masih terus berusaha memperbaiki yang ini. Oh ya, jika teman-teman tertarik mengetahui caranya, mudah kok. Buka http://google.com dan cari dengan link blog kita. Akan terlihat berapa kali link blog kita pernah tercatat di google. Saya harus angkat topi tinggi untuk Mbak Lidya yang nilai share-nya 252 ribu. Jangan heran, Mbak Lidya itu ratu Blogwalking, jadi link blog-nya di mana-mana. Hehe … makanya saya kepoin juga blognya. Hahahaha….. ini kepo yang membawa perbaikan, jadi jangan dihindari.

Apalagi ya? Hmm… itu saja dulu deh… saya juga tidak terlalu menguasai teknis menulis blog hingga harus mencari banyak celah. Cukup itu saja yang semoga diterima dan dijadikan PR bagi Mbak Elisa dan para sahabat yang membaca posting ini. Yah… siapa tahu bermanfaat. Eh iya, saya sempat main-main dengan widget translate bahasa yang berada di paling atas, hehehe... Asyik saja. Jadi pengen punya. Saya iseng banget coba di bahasa Inggris, Perancis, bahkan bahasa Hawai dan Belanda. 2 bahasa yang terakhir itu saya tidak paham babarblas.
blogger-tanggerang
Keren ya jika bisa bikin blog berbahasa Perancis? hihihi

Mungkin sekedar informasi jika mau membuka kembali, saya pernah mengulas beberapa teknis blog:

Terima kasih sudah membaca sampai akhir posting Mengulik Blog Mbak Elisa Karamoy ini. Semoga berkenan, dan semoga ada manfaat yang bisa dipetik. Sampai jumpa di review blog ala Susindra berikutnya.