Ada banyak pendapat bahwa menembus media adalah pencapaian tinggi seorang penulis. Artinya, kemampuan menulis sudah diakui karena tak mudah menembus media cetak. Saya memperhatikan, banyak nama teman-teman blog yang mulai menghias media cetak. Pun sebaliknya, nama-nama penulis di media cetak muncul di grup-grup komunitas blogger. Saya hanya bisa memandang takjub sambil sesekali bertanya pada diri sendiri, “kamu kapan nyusul, Sus?”




Saya punya kejelekan akut yaitu rasa malas membuktikan bahwa saya mampu. Saya sering menjawab positif sebuah tantangan, tetapi membuktikan stigma yang tidak saya setujui di atas, saya enggan. Jika pendapat itu benar adanya, entah mengapa saya lebih suka dianggap berkemampuan menulis yang biasa-biasa saja. Saya katakan jika, ya. Profesi yang pas di hati saya sebenarnya adalah jadi guru TK. Tak terlalu menonjol dan jarang dihargai, tetapi sejatinya membuka kunci kecerdasan orang-orang hebat. Yang penting saya sudah bisa membantu sekitar, yang lainnya biarkan saja di awan eh berprestasi. Saya sendiri heran, kok ada orang yang seperti saya. Daripada bernyanyi-nyanyi di panggung, saya lebih suka menata kursi penonton, misalnya. Jika orang lain terobsesi menjadi hebat dan dikenang, saya berusaha menjadi orang biasa yang dibutuhkan.

Sejak ada kelas Akademi Menulis Jepara, saya sering ditanya, kapan saya mengirim ke media cetak? Saya lebih sering menjawab dengan tersenyum. Bukan karena merasa tidak mampu ataupun tidak berminat, tetapi saya belum memiliki karya yang menurut saya layak dimediacetakkan. Dan sedihnya, saya sering lupa dengan keinginan saya untuk menjadi penulis cerita anak atau penulis yang namanya sering ditulis di media cetak. Nyebelin, kan, saya ini?

komunitas-menulis-jepara
Dokumentasi Akademi Menulis Jepara sore ini
Lha.. kok saya jadi curhat seperti ini? Iya... tadinya saya buka-buka blognya Mbak Arinta Adiningtyas. Saya kepoin isi blognya, dan berusaha kenalan dengannya. Ternyata tidak mudah, saudara-saudara. Baru kali ini edisi kepo saya terhalang karena tidak menemukan label/kategori di blognya. Kebayang, kan pentingnya pelabelan ini? Mbak Arinta... edit semua postingnya dan beri label sesuai isi/tema posting dong... baru 119 posting kok.... 2 hari selesai tuh. Hahahaha..... 

Nah loh.. kebiasaan saya memasukkan cabe ke posting review blog masih sulit ditekan maksimal. Hehehe... Entah mengapa, jika diminta mereview blog teman, saya sulit menahan tangan berhenti mengkritik (Karena saya diminta begitu....) ala-ala Nyonya Nyinyir. Aduh... saya pantas banget ya kalau ditugaskan berperan sebagai Miss Judes. -.-


Seperti saya bilang di posting sebelum dan sebelumnya, saya ikut Arisan Link yang intinya mengenalkan teman blogger yang menang arisan. Kali ini, di putaran ketiga, Mbak Arinta yang menang. Selamat ya....

header-kayu-sirih
Header blog Mbak Arinta Adiningtyas
Tak menyerah, saya buka banyak postingan dari widget arsip (Mbak, widget arsip taruh di sidebar dong, dan widget popular post diperpendek jadi 5 saja). Tak banyak yang saya temukan. Akhirnya saya pakai opsi bertanya pada Pakde Google saja menggunakan kata kunci nama lengkap Mbak Arinta. Nah... terkuaklah siapa dia sebenarnya, bukan sekedar perkenalan singkat di side bar: 

Saya adalah seorang ibu dari Gaudiansyah Abiyu Mahya dan Agadiansyah Ataya Nafi'. Terlahir di Purworejo, sebuah kota kecil yang kerap disebut sebagai Kota Pensiun. Untuk mengisi waktu luang, saya biasa mengerjakan hobi saya yaitu menulis dan berniaga.  

Ternyata eh ternyata... Mbak Arinta ini seorang penulis dari Purworejo. Dan saya tahunya dari posting Mbak Ety tentang Talk Show Nulis Jadi Duit. Mbak Arinta disebut sebagai penulis cerita anak. Psst... Mbak Arinta ini juara harapan 2 lomba Nusantara Bertutur yang diadakan koran Kompas lho. KOMPAS.... saya capslock deh. Bayangkan berapa ribu pesertanya... Sekilas tentang Nusantara Bertutur, nih, saya copas langsung dari web-nya;
Nusantara Bertutur adalah gerakan dari sekelompok anak bangsa yang punya kepedulian terhadap upaya pembangunan karakter anak-anak Indonesia. Dengan mendengarkan dongeng, maka karakter anak bisa dibentuk menjadi mandiri, cerdas, tangguh, dan memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat. 

Visi besar Nusantara Bertutur adalah terwujudnya bangsa Indonesia sesuai dengan yang tertulis pada pembukaan Undang-Undang dasar 1945. Salah satunya adalah menjadi bangsa yang mandiri dan mampu berkontribusi pada dunia dalam mewujudkan semangat kemerdekaan, semangat perdamaian, semangat keadilan, serta semangat kemanusiaan. Sementara itu, misi Nusantara Bertutur adalah membangun manusia Indonesia yang cerdas dan berkarakter unggul, berwawasan kebangsaan atau kenusantaraan, kejuangan, serta kebudayaan.
blog-arinta-adiningtyas-penulis-dari-purworejo
Mbak Arinta Adiningtyas
Pencarian saya berlanjut, akhirnya saya menemukan lebih banyak tulisan tentang prosesnya berhasil menghasilkan uang dari menulis jilid 1 dan jilid 2.
Halo, Penulis Jon Koplo... bagaimana kabar Lady Cempluk? Hehehe... Terima kasih ya Mbak Arinta, sudah membagi tipsnya. Saya jadi pengen coba peruntungan di 2 media yang Mbak bagi itu. Menurut saya keren banget lah... (eh? trus curcol yang di atas?)

Oh ya, menjawab pertanyaan Mbak Arinta, mengapa dirinya belum mendapatkan job review, nih. Saya mau jawab di sini saja deh ya. Tapi secara global saja, bukan personal mengulik blognya. Ada 3 poin utama untuk mendapatkan job review:

1. Konten (king)
Selama ini saya membaca tips mendapatkan job review selalu berkaitan dengan konten. Saya setuju sekali, konten itu rajanya. Dia yang memperlihatkan kemampuan penulis blog mengulas sesuatu. Gaya menulis yang asyik, dan unik serta dan bermanfaat itu sudah pasti. Dan jangan lupa minimal ada 1 foto dalam postingan. Saya masih menemukan posting blog teman-teman tidak menyertakan foto. Jika tak punya foto yang tepat, pakai saja foto di pixabay. Gratis kok, dan bagus-bagus sekali.

2. Share (Queen)
Banyak yang masih meremehkan arti membagi tulisan di media cetak. Saya termasuk di dalamnya. Saya beruntung sempat memasang networkblog yang otomatis menshare tulisan saya di timeline saya. Sisanya saya bagi ke sekitar 5 komunitas blogger yang saya ikuti. Masih termasuk minim meski jujur, saya tetap pakai target berapa jumlah kunjungan dan pageview per posting. Tapi saya sering lupa share di twitter. Parah ya? Jangan ditiru! Oh ya, banyak sekali social bookmark yang menyediakan tempat bagi blogger untuk share artikel terbarunya. 
social-media-blogger
Bersahabat dengan queen-nya blog eh.. media sosialnya
3. Tampilan/Elemen Blog (Kingdom)
Elemen blog sangat menentukan mengapa pencari job reviewer memutuskan memberi kesempatan itu. Kelengkapan navigasi, loading blog yang ringan, ada penjelasan tentang siapa di balik blog yang didatangi, serta pencapaian blog yang menarik minatnya. Saya akan menjelaskan lebih lanjut di bawah.

Lebih lanjut tentang The Kingdom 
Bukan hanya king & queen atau konten & share saja yang perlu diperhatikan para blogger, tetapi juga tampilan blognya. Saya menyebutnya dengan kata Kerajaan atau Kingdom. Jangan tertawa ya... banyak tips mendapatkan job review yang fokus ke konten. Content is King. Saya mengamini sekali. Karena dia raja, tulisan harus unik, berkualitas, tuntas, dan jangan lupa, harus ada fotonya, kalau perlu ada video-nya. Konten yang prima sulit masuk ke pejwan jika distribusi atau share artikel baru tidak dilakukan. Makanya, dikatakan distribution is queen. Nah... apa cukup hanya 2 itu? Buat saya belum cukup. Masih ada 1 elemen terpenting yaitu tampilan blognya. Makanya saya menyebut dengan kingdom. Entah sudah ada yang pernah membahas tentang ini, tetapi King & Queen need their Kingdom.

If content is king, distribution is queen, they need kingdom to be united

Apa saja itu? Tak jauh dari seputar template yang nyaman bagi pengunjung. 

Template yang nyaman bagi pengunjung. 
Template sederhana, bawaan dari blogspot bisa dipakai tanpa mengurangi kenyamanan pengunjung. Saya sendiri sebenarnya ingin memakai template bawaan, tetapi karena sedari awal saya ngeblog saya tidak memakai “insert jump break”, bisa dibayangkan kerepotan saya jika memakai template standar sementara saya belum menemukan script untuk membuat posting terpotong otomatis. Total posting saya di blog ini adalah 498. Sudah ada 150-an yang saya edit selama 5 hari demi memasang jump break, tetapi akhirnya saya menyerah dan memutuskan memakai template ini.   Jadi... jangan berkecil hati jika masih memakai template standar. Mau ganti template? Aduh.. semudah memasak mi instant sebenarnya. Jadi jelas, ya.. template bukan jadi kendala. 

white-elegant-template
Contoh template elegan ala saya bisa diunduh di sini
Seperti apa template yang nyaman bagi pengunjung?
1. Bersih dari pernak-pernik yang menyusahkan mata seperti tulisan berubah-ubah warna, salju, warna tulisan kontras. Sebelum 2009, hiasan blog semacam itu sangat nge-hits, percayalah, saya pun pakai. Jangan sampai gagal move on dan tetap memakainya sekarang.
2. Saran semua seleb blog yang saya kenal sih, warna dasar putih. Saya setuju. Warna ini lebih nyaman di mata, membuat prosentase pengunjung blog tuntas membaca lebih besar. 
3. Template lebih cepat terbuka, tipsnya bisa baca di sini.
4. Navigasi blog agar pengunjung mudah menemukan apa yang ingin dicari
         Label tulisan yang berisi tema atau inti tulisan
         Arsip tulisan yang pernah dibuat
        Widget search/pencarian
5. Ada keterangan tentang penulis di page/laman. Contohnya seperti ini.
6.    Blog sudah mobile friendly, tipsnya di sini
7. Keterangan tentang “nilai” blog. Pernah buka blog teman yang ada nilai Alexa, DA, Klout, dan lain-lain? sebenarnya, mereka memang mau memikat para pencari job reviewer. Patut dicontoh, kan?
8. Media sosial yang dimiliki sebaiknya ditunjukkan di blog. Coba tengok bagian atas blog saya, tepat di bawah judul dan deskripsi blog.
9. Komunitas yang diikuti perlu disertakan, karena itu berarti kemu blogger yang mau berkomunitas. 

Kurang lebih itu sih, elemen blog yang wajib ada jika ingin mendapat job review, selain konten dan keaktivan di blogosphere loh ya... karena bagaimana kamu bisa dikenal jika anteng-anteng saja. Nah.. kalau mengenai syarat konten yang baik, baca posting Mbak Arinta di sini. Jika punya saran lain, saya akan sangat berterima kasih jika ditambahkan di kolom komentar.

Nah.. kurang lebih seperti itulah proses perkenalan saya dengan Mbak Arinta Adiningtyas - penulis dari Purworejo serta beberapa tips yang saya bagi kali ini. Mohon maaf jika mungkin agak-agak ngaco bahasannya, terutama di kingdom itu. Maklum, kadang saya agak-agak nglantur ketika menerangkan di blog, terutama jika berkaitan dengan tips. Alasannya sederhana, saya tidak belajar secara khusus ilmunya. Lebih sering berupa ilmu titen, dan sayang saya kurang pandai meramunya menjadi pengetahuan baru.