Jiah.... Jiah... Jiah... iya, Jiah yang blogger dari Jepara itu. Saya pengen menulis tentang dia. Sekali-kalilah, menulis tentang tetangga sendiri yang jadi blogger juga itu. Saya sulit menjelaskan mengapa saya sebel (senang betul) sama dia. Dia itu nyebelin kalau di grup chating. Baperan. Sudah serius baca chat grup yang berjumlah 500-an, ternyata isinya cuma baper beberapa teman saja dan dia jadi salah satunya. 


Jiah itu mungil. Masih muda, sehingga terlihat imut. Usianya baru 24 tahun, bulan kedua tahun ini. Pernah suatu hari dia penasaran bagaimana rasanya berfoto dengan Sulung saya yang masih berusia 11 tahun. Tinggi mereka sama. Hmm... percaya tidak sih? Pasti tidak percaya ya. Tak apa deh tidak percaya. Saya akan tunjukkan di bawah saja sebagai bukti validitas tulisan saya.

Jiah beredar di sekitar saya, di komunitas lokal sampai nasional. Pertemuan forum komunitas Jepara, dia ada. Di acara-acara terkait Blogger Jepara, dia ada di sana. Di pelatihan menulis bertemu jua. Di pelatihan ngeblog, bersebelahan pula. Dan yang bikin sebel itu... jika ada dia, suami saya akan bilang, “Kamu pergi sama Jiah saja ya.” Nah.. kan... Heart crusher, dia itu.

Serius? Enggak.... becanda saja. Kami sering berada di tempat yang sama baik di dunia maya maupun dunia nyata. Kalau bosan sih alhamdulillah belum. Jangan sampai bosan, ah. Dia kan sering jadi editor kacangan untuk tulisan fiksi saya yang entah mengapa masih sulit bagus hasilnya. Kalau bosan, saya khawatir nanti tidak punya editor seteliti dia. Dia ikut grup blogger buku dan rajin menulis flash fiction, tak heran jika tulisannya rapi.  


Jiah itu pandai menulis, lho. Blognya Jiah My ID : The Powerof Anak Kampung termasuk rame. Tulisannya juga bagus. Tidak istimewa, tapi bersih dari typo dan salah ejaan. Gaya berceritanya juga kreatif. Belum istimewa, tapi unik. Makanya saya harap dia kembali ke kelas Akademi Menulis Jepara lagi (agar saya punya teman belajar). 

Blognya termasuk laris job review. Soal itu, saya tidak iri. Rejeki Gadis Sholekhah, itu pendapat saya. Dia gadis desa yang dididik ala desa, tapi rajin ikut kegiatan menulis dan membaca sehingga pikirannya terbuka. Berbalik dengan saya yang tinggal di kota tetapi dididik ala desa. Mungkin karena beberapa kali menemani keluarga menonton sinetron saja sehingga dia kadang baper di chat komunitas (moolaiii...). Tapi dia belum pernah menulis baper ataupun kontroversi di blog agar tulisannya laris dikunjungi.

Maaf... hari ini cabe mahal... posting saya tanpa cabe (eh saran ngeblog) seperti biasa
Biasanya tulisan review blog teman ala Susindra pasti disertai saran yang pedas agar berubah. Kali ini tidak usah, ya. Nanti saya pening-pening karena dimintai tolong membuatkan template blog yang bagus. Hahahaha..... biarlah dia belajar sedikit demi sedikit mendekor blognya. Saya tahu dia bisa hanya belum sempat.  Cuma mau ingetin... "Itu komentar yang masuk ke blog mbok ya dijawab to Ji.... jangan di-php-in."

Penasaran dengan gadis desa yang dikategorikan jomblo berkualitas dari Jepara ala-ala Folkom? Silakan berkenalan langsung di blognya. Jangan tanya nomor Hp-nya karena kadang dia itu segalak Gorilla Glas jika ada yang salah menyapa. Ini disclaimer asli dia ketika menyatakan dirinya Gorilla Girl. Hahahaha..... 

See... di mungil banget kan...... jik disandingkan Si Sulung saya...
Yah.. gitu deh kisah tentang Jiah Si Blogger mungil dari Jepara itu. Jika mau nambahin, silakan. Mungkin punya hutang pribadi sama dia atau pernah digalakin dia? Makanya... kalau me-WA atau meng-SMS yang jelas dan to the poin saja. Eh tapi silakan tulis di komentar bawah, saya pastikan dia akan membaca dan menjawabnya segera. ;)