Menjelang puncak haji di Mekah, ada sukacita tersendiri bagi para  jamaah haji maupun keluarga yang ditinggalkan di rumah. Itu artinya, rangkaian ibadah haji akan segera dimulai setelah berada di negeri Arab sejak tanggal Agustus lalu. 




Jamaah haji asal Indonesia memang melaksanakan ibadah haji Tamattu atau melakukan umroh terlebih dahulu sebelum ibadah haji dengan keharusan membayar dam (denda yang ditentukan). Haji Tamattu memang paling cocok bagi jamaah haji asa; Indonesia meski lamanya waktu di sana menjadi 39 hari. Bagi jamaah yang ingin melaksanakan sholat Arbain, ini adalah kesempatan yang tak boleh terlewatkan. 

39 hari di negeri beriklim subtropis dengan gurun pasir luas, tidaklah semudah yang dibayangkan. Cuaca menjadi salah satu kendala para jamaah haji. Wilayah Arab Saudi yang bergurun-gurun membuat musim panas dan musim dingin sangat terasa perbedaannya. Pada musim panas, puncak panas bisa mencapai 50 derajat Celsius yang bisa mengakibatkan heat stroke dan cepat kekurangan cairan. 

Pada musim dingin bisa mencapai minus 10 derajat Celsius yang mengakibatkan gatal di kulit dan mimisan. Bahkan di cuaca normal di 23 derajat Celsius di malam hari dan 43 derajat Celsius di siang hari, panas dan dingin di sana masih terasa ekstrim bagi jamaah asal Indonesia yang terbiasa di angka 27-30 derajat Celsius. Namun semua itu bukan kendala bagi seluruh umat Islam yang selalu merindukan Ka’bah. 

Itu adalah ujian yang tak seberapa dibandingkan muslim lain pada zaman sebelum-sebelumnya. Apalagi tahun demi tahun, perbaikan fasilitas haji semakin baik. Alhamdulillah.

3 hari lagi adalah puncak haji, yaitu tanggal 8 Dzulhijjah. Ini saat yang tepat untuk semangat menjalankan ibadah sholat Arbain atau sholat 40 waktu di masjid Nabawi sebelum kesempatan itu benar-benar habis. Kekuatan tubuh yang sehat semakin dibutuhkan. Doa meminta sehat dipanjatkan di antara bacaan Talbiyah




3 hari lagi adalah saatnya berkumpul dengan dua juta jamaah haji di dalam satu wilayah, maka sehat dan kuat adalah harapan semuanya. Tak hanya do’a saja, perbaikan sistem imun, multivitamin dan banyak pencegahan sudah disosialisasikan dan disiapkan, sehingga diharapkan semua mampu menjalankan ibadah haji dengan baik.

Memandang aktivitas jamaah haji, saya jadi ingat dengan kapsul Stimuno Forte yang saya minum tiap hari demi menjaga kesehatan. Saya harap para jamaah haji membawa Stimuno forte sebagai bekal obat wajib para jamaah haji. Saya membutuhkannya untuk meningkatkan sistem imun dan kesehatan yang mulai drop akibat usia dan aktivitas super sibuk. 

Saya menjalani kehidupan ganda sebagai IRT, Blogger, penulis, dan pengajar yang adakalanya menghadiri 2-4 acara dalam sehari. Bisa dibayangkan bagaimana saya berjibaku dengan kegiatan harian dan harus tetap sehat. Harus tetap sehat, itu sudah menjadi semacam tuntutan bagi saya selain harus selalu menjadi pribadi bahagia.
Meski sibuk, jaga kesehatan diri dan keluarga yang utama

Rahasia bahagia saya? Sederhana saja, yaitu berdamai dengan hati dan jangan kegedean rumongso. Itu artinya saya harus selalu mencari hikmah positif kala ujian tiba dan tidak berlebihan letika sedang mendapat berkah sukses melakukan sesuatu. Saya takut menjadi sombong sekaligus malu menjadi pencela. 

Itulah rahasia bahagia ala saya. Sederhana sekali, tetapi percayalah, prakteknya berat. Saya harus sering mengingatkan diri agar tak terperosok dalam rasa bangga berlebihan ketika dipuji. Saya harus menjaga kesehatan mental selayaknya menjaga kesehatan kesehatan diri. Mau tahu tips saya menjaga kesehatan diri? Ah, tanpa ditanya juga saya bagi kok. Tips sehat saya cukup sederhana:
  1. Tidur cukup, minimal 6 jam per malam
  2. Konsumsi air yang banyak, sehingga saya sering bawa minum air putih ke mana-mana
  3. Cukup makan sayur dan makanan berserat lainnya.
  4. Sering makan menu tradisional seperti kacang, singkong, talas atau ketela yang direbus.
  5. Mengkonsumsi penguat sistem tubuh yang bersifat imunomodulator agar tak mudah sakit.

Saya lahir dengan alergi dingin yang cukup mengganggu. Lingkungan dingin kurang cocok bagi saya. Masuk AC bisa membuat hidung saya tiba-tiba mampet dan bersin-bersin. Padahal saya sering berganti tempat, berpindah dari berkendara di terik matahari ke ruangan yang kadang ber-AC. Mendadak bersin atau mendadak kedinginan sudah biasa. 




Memang tidak serta merta dan selalu begitu, karena tergantung pada kondisi tubuh saya saat itu. Jika badan saya sedang drop, bisa ditebak, saya pasti langsung mengalami 2 gejala di atas. Jika kondisi saya fit, saya bisa menghalaunya. Makanya, saya sangat membutuhkan imunomodulator seperti Stimuno Forte yang bekerja menguatkan sistem imun (imunostimulator) atau malah menekan reaksi imun berlebihan (imunosupresan) sehingga daya tahan tubuh saya selalu optimal. 

Saya bisa menjaga tubuh dari serangan virus, bakteri, maupun mikroba berbahaya lainnya. Jadi, Stimuno Forte ini cerdas mengenali kebutuhan imunitas tubuh saya yang sering bekerja di luar ruangan, bertemu orang-orang dan beraktivitas selama lebih dari 16 jam per hari. 

Saya mempercayai Stimuno Forte sebagai penjaga kesehatan saya karena merupakan herbal alami Indonesia yang memiliki sertifikat Fitofarmaka dari BPOM RI. Itu artinya, produk kesehatan ini merupakan produk herbal berkhasiat yang keamanannya teruji secara klinis. Komposisi tunggalnya adalah 50 mg Phyllanthus niruri. Ketika sehat, saya meminum 1 kapsul per hari. Ketika sakit saya meminum 3 kapsul per hari. Cara saya menjaga kesehatan ini bisa ditiru. Kamu bisa mencoba mengkonsumsinya selama 30 hari untuk melihat perubahan kesehatanmu.




Saya berani menyarankan mencoba mengkonsumsi Stimuno Forte ini karena telah mencoba dan merasakan manfaatnya. Saya yang sering drop dan tiba-tiba flu, pusing atau demam tidak jelas akibat kegiatan yang menyita waktu tidak jatuh sakit. Padahal tanggal 28-31 lalu saya full sehari 3-4 acara, dan saya lakukan di 2 kota menggunakan kendaraan motor. 

Lelah, ngantuk, angin malam yang menyambar ketika menempuh perjalanan Jepara-Semarang cukup kejam bagi tubuh saya. Apalagi saya tetap bisa minum kopi & susu yang menjadi mood booster menulis saya. Setahu saya, Stimuno Forte juga aman dikonsumsi bersama obat dan bahkan bagi ibu menyusui sekali pun. 

Oh ya, ingat cerita saya muncak di Candi Angin Jepara bersama keluarga? Hihi.. meski ndut dan punya alergi dingin, saya tetap semangat. Eh, jangan kaget, ya. Memangnya wanita seusia saya tidak sanggup mendaki ke Candi fenomenal di Jepara yang masih jadi misteri itu? Saya kan pernah ikut komunitas pecinta alam dan suka bertualang bersama keluarga. 

Ekspedisi Candi Angin ini saya nunut teman-teman Ngluyur Mania yang hobi sekali mengunjungi wisata alam di Jepara. Kalau anak-anak saya yang masih berusia 8 dan 12 tahun sanggup, saya harus bisa dong ya. Mau tahu kisahnya? Tunggu saya siapin artikel ciamik-nya untuk teman-teman setelah ini. Ada banyak cerita seru dan pemandangan indah yang saya tangkap dalam perjalanan kami. 

Wah, tak terasa saya sudah banyak bercerita, ya. Mulai dari berita musim haji di TV yang tiba-tiba menginspirasi tulisan saya ini sampai ke aktivitas terbaru saya melintas alam bersama teman komunitas. Stimuno memberi saya perlindungan extra dari segala penyakit. Stimuno bekerja menguatkan sistem imun sehingga daya tahan tubuh saya selalu optimal.   Semoga cerita saya ini menginspirasimu untuk selalu menjaga kesehatan seperti saya. Jangan lupa minum Stimuno Forte untuk menjaga daya tahan tubuhmu tetap optimal.

Sumber: 
http://www.stimuno.com/content/faq
http://www.dexa-medica.com/en/news-media/news-update/193%2B534/Stimuno%20Forte%20For%20Young%20Professionals%20Endurance?language=id