Halo Sobat Cakrawala Susindra. Masih betah di rumah saja? Saya tahu, pasti ada saat bosan melanda. Hasrat ingin jalan-jalan menggelora. Jangan sedih. Ini saat tepat untuk meng-upgrade diri dan beberapa keterampilan yang sesuai dengan bakat minat. Nikmati dan jadilah dirimu versi terbaik; kreatif, adaptif, dan pembelajar sejati.

Saya tahu, untuk beberapa orang, kadar bosannya melebihi saya, meski sudah melakukan banyak aktivitas menyenangkan. Terutama tipe ekstrover yang sangat suka bertemu orang, suka ke tempat baru, dan suka berpetualang. 

destinasi wisata menarik di jepara yang harus dikunjungi setelah sandemi covid-19 berakhir ala cakrawala susindra


Saya jadi ingin berandai-andai, nih. Andai pandemi COVID-19 berakhir, saya akan jalan-jalan ke mana, ya? Hmm... berbagai nama kota muncul. Banyak juga yang ingin saya kunjungi. Tapi saya pilih jalan-jalan di kota sendiri. 

COVID-19 memukul rata industri pariwisata. Angkanya nyaris 90%. Banyak hotel, restoran, agen perjalanan, transportasi dan semua yang terlibat, terdampak parah. Lebih baik saya berwisata di kota sendiri, ambil banyak foto bagus, dan mengajak semua orang mengunjunginya melalui tulisan dan video. Psst.... mau tahu cara berwisata gratis di Jepara ?

Pemerintah Kabupaten Jepara sudah berupaya menggenjot sektor pariwisata dengan membuat Program Wisata Gratis sejak tanggal 4 November 2019. Tiap hari Senin sampai Jumat, semua destinasi wisata yang dikelola oleh Pemda digratiskan. Pantai Kartini, Museum Kartini, Pantai Bandengan, dan Pantai Benteng Portugis. Tidak tanggung-tanggung, program ini diundangkan melalui Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2019. 

Berdasarkan perda tersebut, penggratisan tiket masuk obyek wisata ini, berlaku mulai hari Senin sampai Jumat. Sedangkan akhir pekan dan hari besar dikenakan retribusi. Pada Sabtu, Minggu, dan hari libur nasional retribusinya sebesar Rp10.000. Sedangkan pekan syawalan serta sepekan natal dan tahun baru Rp15.000.

Ayo.... dolan ke Jepara....

Oleh karena saya ingin mempromosikan pariwisata Jepara, maka saya membuat jadwal jalan-jalan yang akan saya lakukan setelah pandemi berakhir. Jangan khawatirkan tentang hotel di Jepara. Ada RedDoorz di kawasan pusat destinasi wisata. Mau ke mana saja bisa dengan jalan kaki, kalau mau puas eksplorasi. Ini salah satu keunggulan RedDoorz sebagai jaringan penginapan budget online terbesar di Indonesia.

Teman-teman mau ikut? Ayo lho, jangan sungkan. Hubungi saya saja, ya. 

Akses menuju ke Jepara

Akses menuju ke Jepara sangat mudah. Ada berbagai bus yang menuju ke sini. Dari Bali, Malang, Surabaya, dan semua titik kota yang dilalui untuk menuju ke Jepara. Dari Jakarta dan Bandung bisa langsung sampai di Jepara dengan bus malam. Jogja, Solo dan sekitarnya bisa ke Jepara dengan travel. Travel Semarang-Jepara ada hampir tiap jam, selain bis ekonomi yang juga berangkat tiap 15 menit. Jadi tak ada alasan untuk tidak ke Jepara karena transportasi.

Transportasi di Jepara cukup lengkap karena kota ini menjadi pintu masuk utama menuju ke Karimunjawa.

Sudah siap jalan-jalan di Jepara? Yuk ikuti itinerary saya. Pantengin jadwal ini dan pegang dengan baik, ya. Kalau ada yang saya lupa, ingatkan saja.

Destinasi Wisata Menarik di Jepara

Daftar destinasi wisata di Jepara yang bisa kita kunjungi bersama setelah pandemi berakhir saya bagi dua, yaitu:
1. Hari pertama
  • Pantai Kartini
  • Pulau Panjang
  • Masjid Mantingan
  • Alun-alun kala malam

2. Hari kedua
  • Pendopo Kabupaten Jepara
  • Museum Kartini
  • Benteng VOC
  • Pantai Bandengan

Pantai Kartini

Pantai Kartini adalah destinasi wisata lengkap di Jepara. Ada panggung hiburan, konservasi menjangan dan burung elang Karimunjawa, pantai berbatu, kolam renang kecil, 3 lokasi pusat kuliner, tempat bermain anak yang cukup lengkap, rumah baca, dan sebuah Sea World Museum yang bangunannya berupa kura-kura raksasa.

Pantai Kartini menjadi destinasi pertama ketika sampai di Jepara. Jam berapa pun. Lokasinya di dekat terminal atau kantor travel apapun, hanya 5-7 menit saja dari sana. Masuk ke sini gratis tiap hari Senin-Jumat. Hari Sabtu dan Minggu Rp 10.000,-. Kalau tamu hotel, setahu saya gratis. 

Berita baiknya, kamu di pantai ini ada RedDoorz sehingga bisa langsung meletakkan tas/koper bawaan kita. Juga bisa langsung mandi dan keperluan lainnya. Di sekitar hotel juga ada pusat kuliner maknyus yang menjadi langganan tetap beberapa warga sekitar, tamu kedinasan, dan pelancong tetap. 

Pastikan pesan pindang manyung atau pindang srani, ya. Keduanya kuliner kebanggaan warga Jepara. Ikan bakarnya juga enaaaaak banget! Duh, langsung pengen kulineran di sana. Sayangnya sekarang tutup... Akses masuk ditutup rapat, karena saat saya menulis ini memang musim Pesta Syawalan. 

pindang srani ala susindra
Pindang srani



Pulau Panjang

Puas mengelilingi Pantai Kartini, kita bisa menuju dermaga kecil di dalam kawasan pantai ini. Ada beberapa perahu wisata bertuliskan Sapta Pesona menanti pengunjung. Cukup membayar Rp 20.000,- untuk tiket PP menuju ke Pulau Panjang. Sebuah pulau kecil berjarak tempuh 25 menit dengan perahu yang resmi mengantar pengunjung. Tiap kapal punya jaket pelampung, dua pengemudi perahu berpengalaman, dan 10 penumpang per perahu. Jumlah ini sangat aman karena batas penumpang aman lebih dari 10 orang.
Pulau Panjang Jepara
Pulau Panjang Jepara

Pulau Panjang sangat indah saat ini. Hijau dan adem. Di bagian utara ada banyak bunga bangkai warna merahindah. Ada rumah-rumahan yang dapat digunakan para pengunjung untuk istirahat atau bersendau gurau.

Menikmati dan eksplor Pulau Panjang harus dimulai dari jalan sebelah kiri. Mengelilingi jalan yang sebelah kiri adalah pilihan mayoritas pengunjung, sejak saya kecil. Berjalan sekitar 5 menit, kita akan sampai di masjid dan makam yang hampir selalu ada peziarahnya. Saya sarankan berhenti sebentar tuk salat di masjid ini. Rasanya damai sekali. Setelah itu lanjutkan berjalan menyusuri setapak untuk sampai ke dermaga semula. Sekitar 40 menit untuk melakukannya.


Mau sewa sepeda? Sewa alat renang? Ada, kok. 

Masjid Mantingan

Sore menjelang, kita bisa ke Masjid dan Makam Mantingan. Namanya Astana Sultan Hadlirin. Masjid ini seperti Taj Mahal ala Jepara, karena dibangun oleh seorang istri untuk suami tercinta. Syahdan, Putri Ratna Kencana kehilangan suami tercinta. Sang suami bernama Ki Kalinyamat, dinamai sesuai daerah kekuasannya. Nama aslinya, ada yang menyebut Wintang, ada pula yang menyebut Raden Toyib. 

Masjid Astana Sultan Hadlirin atau Taj Mahal-nya Jepara
Masjid Astana Sultan Hadlirin atau Taj Mahal-nya Jepara


Ki Kalinyamat dibunuh oleh Arya Penangsang, ketika perjalanan pulang dari padepokan milik Sunan Kudus. Nah, masjid ini dibuat oleh sang istri untuk mengenang suaminya. Masjid ini sangat istimewa. Masjid ini seharusnya diklaim pemerintah sebagai Museum Ukir tertua di Indonesia, karena sampai sekarang masih penuh dengan ukiran kuno yang dikerjakan pada tahun 1550an. Bahannya dari batu cadas putih.

Saya beri rahasia kecil, ya. Di dalam ukiran indah yang ditempel di tembok masjid, terdapat ukiran yang jauh lebih kuno, bergaya ajour yang dahulunya adalah relief candi yang ada di situ. Salah satu bentuk relief yang bisa kita lihat adalah ukiran Ramayana. Sudah sejak tahun 1970an, batu relief berukiran dua muka ini berada di Museum Ranggawarsita. Satu sisi adalah ukiran dua tokoh Ramayana (berujud ukiran manusia), sedangkan satu sisi lainnya adalah gambar tumbuhan. Silakan ke sana. Saya lupa di mana meletakkan fotonya.

Di belakang masjid juga ada makam dengan banyak ukiran indah, dan bangunan yang sama tuanya. Mungkin malah lebih tua dari usia masjid. Bertahanlah di masjid dan makam Mantingan sampai ba’da Maghrib. Nikmati suasana sekitar masjid kala senja sampai malam tiba....

Alun-alun kala malam

Apa yang dapat kita lakukan di alun-alun Jepara? 
Saran saya adalah duduk di dekat Monumen Garuda. Ada bangunan tua di belakang monumen yang akan kita kunjungi besok, yang akan memesonamu. Berfoto di sini menandakan kamu benar di Jepara.

Duduk dan nikmati kehangatan Jepara di sana. Jika lapar mengganggumu, berjalanlah menuju barat laut. Kamu akan sampai di Museum Kartini yang juga akan kita kunjungi besok. Berjalanlah sedikit lebih jauh, melewati kawasan Kodim yang penuh sejarah, agar sampai ke pusat kuliner Jepara. 

Yap, di sebelah Shopping Center Jepara terdapat sebuah pusat kuliner enak Jepara. Banyak makanan tradisional Jepara yang dijual di sana. Saya sarankan ambil di bagian utara. Ada menu gempol pleret, adon-adon coro, siomay, dan kerang yang lezat nikmat. Menu ini ada hampir di semua tempat ini, yang terenak di bagian utara. Ingat, ya. 

adon-adon coro khas jepara
Adon-adon coro khas jepara


Jangan lama-lama di sini. Segera istirahat. Hari pertama di Jepara cukup melelahkanmu yang baru sampai. Segera pulang memeluk empuk-hangatnya kasur RedDoorz. Ingat, kan? Lokasinya di dalam kawasan Pantai Kartini?

Hari kedua.....

Pendopo Kabupaten Jepara

Semangat pagi! Saya sarankan kamu buruan berpakaian rapi dan sarapan. Pakai sepatu, kalau bisa, karena kita akan memasuki rumah paling bersejarah dan paling indah di Jepara. 

Pendopo kabupaten ini menjadi tempat embrio pendidikan perempuan dikandung dan dilahirkan. Tempat R.M.P. Sosrokartono dan adiknya R.A. Kartini pernah tinggal. Tempat lahir dan besar R.Ay. Kardinah, pembuat Sekolah Wisma Pranowo dan RSUD Tegal. Juga tempat yang membesarkan nama R.M.T.A. Koesoemo Oetojo yang terkenal sangat vokal pada pemerintah kolonial.
 
Penasaran dengan cara hidup bangsawan di masa kolonial? Datang ke Pendopo Kabupaten. Penasaran dengan sekolah perempuan pertama yang dibuat dan dikelola oleh Kartini sendiri? Ayo.

Sekolah pertama Kartini dilihat dari tempat membatik
Sekolah pertama Kartini dilihat dari tempatnya membatik


Museum Kartini

Tak jauh dari Pendopo Kabupaten Jepara, terdapat sebuah kompleks bangunan yang menjadi bagian dari Museum Kartini. Bangunan ini menyimpan semua sejarah Jepara, dan sejarah Kartini adalah salah satunya. Jadi ini bukan museum khusus perempuan hebat itu, meski dinamai atas dirinya.

Museum Kartini 2020 sudah instagramable
Museum Kartini 2020 sudah instagramable


Meski bukan museum khusus Kartini, namun cukup banyak informasi di sini. Museum ini juga didesain instagramable. Untuk wisatawan awam sejarah dan kayu, museum ini bisa membuat kenangan indah berupa foto. Kurang deorama saja, sih, menurut saya.

Museum Kartini juga memuat semua benda peninggalan R.M.P. Sosrokartono. Benda-benda di sana termasuk meubelair masih asli, diambil langsung dari Bandung, tempat beliau menutup mata.

Di bagian lain dengan sekatan yang membuat pengunjung mudah tahu tema pameran, ada Museum Ukir Jepara atau yang dimaksudkan begitu. Ada beberapa kayu berukir yang cukup menjelaskan tentang perbedaan motif ukir di Jawa dan Madura dan bedanya dengan motif ukir Jepara. 

Berjalan di lorong, menuju ke area Jepara kuno, akan menarik para peminat sejarah kuno dan sejarah bahari. Banyak peninggalan asli yang diambil dari tanah/laut Jepara dan dipajang di sana. PR di bagian ini adalah kurangnya data. Museum Jepara ini belum punya kurator sejarah kuno. kondisi ini agak umum terjadi, di museum kota lain, kelihatannya. Kalau saya bisa bilang begitu karena saya suka sejarah dan punya sertifikat penulis sejarah dari Kemdikbud. Jadi agak-agak paham dan konsern dengan hal ini.

Benteng Fort Japara XVI

Sudah selesai eksplor Museum Jepara? Ayo ke Benteng VOC. Hanya 5 menit dari sana, kalau naik kendaraan. Lokasinya di bukit kecil dekat museum. 

Benteng Fort Japara XVI sering disebut sebagai Benteng VOC. Hal ini bisa dimaklumi karena VOC memang lama sekali menempati benteng ini. Jika digali benar, pondasi benteng bergaya Portugis. Menurut sejarah, benteng ini juga beberapa tahun dikuasai oleh Inggris, lalu direbut kembali oleh VOC.

Kawasan Benteng Portugis sekarang hanya berupa taman kota dengan 4 bangunan terbuka yang nyaman digunakan untuk saresehan atau duduk-duduk saja. Tak ada sisa-sisa sejarah tentang Jepara sebagai Hoofdcomptoir atau pusat dagang dan militer di area Jawa bagian utara. 

Dahulu di sini terdapat bangunan segi lima yang sangat kuat. Di sekelilingnya adalah bangunan-bagunan tembok untuk perkantoran dan rumah-rumah orang Eropa yang tinggal di Jepara pada masa VOC. Saya katakan orang Eropa karena VOC saat itu mirip legium internasional. Serdadunya bukan hanya dari Belanda, dan mereka memang dibayar oleh VOC.

Pemandangan Fort Japara XVI
Pemandangan pusat pemerintahan dari Fort Japara XVI


Lihatlah ke luar dinding untuk menikmati pemandangan indah Jepara di bagian selatan dan pesisir Jepara di bagian barat.

Indah, kaaan.... benteng seperti ini hampir selalu ada di setiap kota bahari dengan maksud untuk mengawasi pemerintah setempat dan mengendalikan mereka.

Pantai Bandengan

Ayo kita ke Bandengan atau Klein Seveningen  yang menjadi kebanggaan R.A. Kartini. Pantai yang sering disebutkan di dalam surat-suratnya. Pantai indah berpasir putih nan landai dengan sunrise di bagian utara dan sunset di bagian barat sampai utara. Pantai ini sempat diberi nama Tirta Samudra dan kadang masih disebut begitu. Mungkin karena pemandangan laut di pantai ini lepas, seperti di samudra. 

Hal yang paling disukai di pantai ini adalah area bermain dan berenang anak yang sangat luas. Pantainya landai dengan sedikit ombak. Ada pembatas laut yang bisa digunakan para pengunjung, dan belasan bay watch yang sigap menjaga. Puas bermain, bisa wisata kuliner di sini. Semua warung memasang tarif. Jangan masuk yang tanpa tarif atau laporkan saja.

Beli oleh-oleh berupa ikan asin, terasi dan produk olahan laut di sini saja... harganya murah.

Ada warung Bu Gipah di area pantai ini, yang terkenal dengan menu seafood segar nan lezat, pemandangan pantai, dan senja nan indah. Oh iya, warung ini tutup jam 7 malam. Jadi jangan lama-lama menikmati malam di sana.

makan malam bertabur cahaya senda


Tak menemukannya atau malas cari? Ayo balik ke RedDoorz. Di sebelah kirinya kan ada pusat kuliner olahan laut segar nan lezat juga. Menarik, kaaan.....

Manut sama saya saja, deh!

Lanjut ke Karimunjawa yukkk....

Ahai, sudah puas kah, selama 2 hari jalan-jalan di Jepara? Kalau belum puas, ayok menyeberang ke Karimunjawa. Ada beberapa destinasi wisata unggulan di sana. Saya buatkan jadwal sesuai kedatangan saja, ya. 

Dermaga Karimunjawa
Dermaga Karimunjawa


Untuk ke Karimunjawa, Sobat Cakrawala Susindra perlu datang pagi-pagi sekali ke dermaga. Jika naik ke Kapal Siginjai, harus sampai dermaga jam 5.30 WIB. Kalau naik Kapal Bahari Express, harus sampai di dermaga pukul 08.30 WIB (hari Sabtu), dengan asumsi sudah punya tiket kapal. 

Pagi bangeeeet... dari jam berapa dong?

Don’t worry be happy. RedDoorz di Jepara ada yang berada di kawasan Pantai Kartini. Sebelahan persis dengan Dermaga Kartini yang menjadi dermaga penyeberangan menuju Karimunjawa. Banyak penumpang kapal yang menginap di sana untuk kemudahan menuju dermaga. Bisa jalan kaki selama 10 menit atau panggil taksi online. Hotel murah di Jepara tak jauh dari sana.

RedDoorz Jepara
RedDoorz Jepara


Kamu bisa kok, melakukan liburan singkat di Karimunjawa. Misalnya berangkat hari Senin pulang Rabu pagi, misalnya. Memang sih, naik kapal cukup melelahkan. Sampai sana jam 12 siang, apapun pilihan transportasi yang dipilih. 

Berikut daftar destinasi pariwisata mandiri ke Karimunjawa
1. Hari pertama
  • Pantai Bobi
  • Pantai Legonlele
  • Bukit Love (senja)
  • Kuliner di alun-alun Karimunjawa kala malam
2. Hari kedua 
  • Sea tour ke Pulau Menjangan atau pulau lainnya sesuai musim dan arah angin,
  • Kuliner di alun-alun Karimunjawa kala malam

Hari ketiga di Karimunjawa, Sobat Susindra tak bisa ke mana-mana kecuali bersiap ke dermaga, dan menikmati perjalanan di kapal menuju ke Jepara. Saran saya, setelah turun dari kapal, langsung hubungi taksi online saja.

Inilah destinasi wisata yang menarik untuk kunjungi setelah pandemi COVID-19 berakhir yang bisa sarankan pada para Sahabat Cakrawala Susindra. Jika tertarik, bisa hubungi saya. Termasuk persiapan ke Karimunjawa. 

Mengapa menginap di RedDoorz 

Dari tadi saya promosikan hotel di Jepara ini terus. Hihihi. Namanya RedDoorz Plus @Kartini Beach Jepara. Bukan milik saudara atau kenalan, meski saya pernah ketemu owner-nya. Tapi karena memang praktis sih ya. Kalau mau wisata puas di Jepara, memang lebih baik menginap di sini karena ada standarisasi dalam bentuk jaminan kepuasan pelanggan. 

RedDoorz di Jepara


Kebetulan saja, di Jepara baru ada satu, dan berada di dalam kawasan Pantai Kartini. Itu artinya berada di pantai sekaligus pusat kota Jepara. Jaraknya hanya 2 km dari alun-alun dan pusat pemerintahan Jepara. 

Ayo, sering-sering ke Jepara agar makin banyak RedDoorz di sini. Jangan hanya satu. Lokasi wisata di Jepara tersebar rata, lho, dari wisata sejarah, wisata alam sampai wisata budaya.

RedDoorz punya jaminan atau garansi layanan, yaitu:
1. Wifi gratis
2. Televisi Satelit
3. Air mineral
4. Linen bersih
5. Kamar mandi bersih
6. Perlengkapan mandi
7. Resepsionis
8. Parkir
9. Keranjang.

Jadi... semua sudah komplit plit plit. Semua kamar di RedDoorz punya garansi layanan di atas. 

Beberapa lagi punya tambahan layanan sesuai fasilitas hotel. Jadi, meski menginap di hotel RedDoorz harga di bawah 100 ribu juga akan dapat 6 garansi layanan di atas. Wow banget, kan....

RedDoorz: pilihan akomodasi ideal untuk backpacker, liburan keluarga dan pasangan. Lokasinya selalu berada di dekat pusat destinasi wisata kota dengan beragam fasilitas dan kenyamanan.

Makanya jangan heran kalau saya selalu merekomendasikan hotel ini. Traveler budget seperti saya sangat perhitungan dengan jumlah uang yang saya keluarkan untuk menginap. Saya pilih hotel yang bagus dan nyaman dengan harga paling rendah. 

RedDoorz adalah hotel budget berkualitas dengan harga terjangkau, dan merupakan jaringan akomodasi budget pertama di Asia Tenggara yang menyediakan pelayanan kualitas tinggi bergaransi kepada setiap tamu. Perkembangannya sangat cepat. 

Lokasi RedDoorz tersebar di lebih dari 500 titik di Indonesia, Singapura, Filipina, dan Vietnam. Banyak sekali dan di mana saja ada. Saya sarankan menginstal RedDoorz App di ponsel agar mudah mencari rekomendasi tempat menginap terbaik fasilitasnya dan termurah harganya. Pilihannya banyaaaak.... 

Cara memesan juga sangat mudah, lho. 

Lakukan ini untuk memesan RedDoorz:

  1. Buka website RedDoorz di dekstop atau instal dan buka aplikasinya di HP. Saya sarankan yang aplikasi karena jauh lebih praktis.
  2. Ketik lokasi/kota yag dituju, lalu masukkan tanggal chek-in dan check-out
  3. Telusuri semua rekomendasi yang muncul untuk memilih tempat menginap paling pas; pas di kantong dan sangat dekat dengan tujuan berkunjung.
  4. Langsung pesan dan bayar. Tak ada tambahan biaya lagi

Pilihan bayar di RedDoorz:


  1. Online payment: bank/ATM transfer, kartu kredit/debit online, Mandiri Clickpay, Doku Wallet, atau Kredivo
  2. Offline payment: Bayar di Hotel/Pay at Hotel, Alfamart, atau Indomaret.

Semudah itu...

Dokumen yang perlu dibawa saat menginap di RedDoorz adalah KTP/SIM/Passport

Sudah itu saja. 


Kalau kamu menginap di RedDoorz Syariah, lalu KTP-mu dan teman lain jenis kelaminmu beda alamat, perlu sekali untuk membawa buku nikah. Untuk memastikan bahwa kalian benar suami istri. Ini sih tata aturan standar syariah, ya. Menurut pengalaman, kalau alamat KTP sama dan memang bisa membuktikan asli suami istri, tak perlu bawa dokumen selain KTP/SIM/Passport.

Sudah ubek-ubek informasi di sana tapi masih butuh banyak info? Ada customer service yang siap membantu 24 jam. Silakan hubungi nomor 021-8062-9666 atau live chat di website Reddoorz.com.

Wisata bahari Jepara


Bagaimana? Tertarik ke Jepara dan menikmati tawaran itinerary saya di atas? Mari berharap pandemi COVID-19 berakhir dan PSBB dihapus. Mari berdoa agar kita semua senantiasa sehat dan kuat, sehingga bisa melalui pandemi ini dengan baik.

Saya tahu pasti tak mudah. Banyak dari kita yang terdampak parah. Tapi kita harus tetap semangat dan percaya bahwa ada rencana Allah yang indah untuk kita. Mari kita langitkan doa dan tebarkan semangat.