Tabletku Sayang

Ketika menonton film 99 cahaya di langit Eropa 2, ada sebuah adegan tentang hadiah yang nilainya lebih mahal dari semua uang yang ada. Hadiah sederhana yang merubah hidup seseorang itu adalah sebuah pena. Di kisahkan, Khan, mahasiswa asal Pakistan, menganggap pena pemberian ayahnya adalah benda paling berharga yang ia miliki dan ia begitu bingung ketika kehilangan pena tersebut. Baginya, pena itu adalah pengingatnya untuk terus berjihad untuk agama dan negaranya. Di film lain, serial TV Amerika berjudul The Flash juga ada sebuah adegan seorang polisi yang menyatakan penyesalan mendalam karena pena pemberian ayahnya digunakan untuk mengambil bukti kejahatan berupa kotoran hewan. Bagaimana sebuah hadiah sesederhana itu dapat menjadi benda paling berharga bagi anak? Tentu ada kisah dibalik itu. Yang jelas, saya tidak memiliki kisah semacam itu dengan pena. Saya memiliki sebuah hadiah yang memberi banyak manfaat bagi saya dan saya memiliki kisah unik di baliknya.

Bulan April tahun 2014 lalu, suami saya memberi saya sebuah hadiah yang diam-diam saya impikan, yaitu sebuah piranti komunikasi yang bisa dipakai untuk WhatsApp dan BBM. Tahun 2014 adalah tahun kedua saya memiliki toko online. Di tahun kedua itu, saya belum memiliki piranti pendukung berupa smartphone. Satu-satunya alat komunikasi selain komputer adalah sebuah HP lama Nokia X01 dengan provider yang cukup boros pulsanya. Saya cukup sadar diri bahwa seluruh penghasilan toko online saya belum bisa disisihkan dahulu karena tagihan saya masih lebih besar daripada penghasilan. Terkadang saya mengeluhkan kepercayaan pelanggan yang berasal dari sebuah aplikasi yang menurut saya tidak terlalu relevan. Masa sih indikasi toko online yang terpercaya adalah memiliki jalur komunikasi berupa WA dan BBM? Meski mempertanyakannya, tak urung diam-diam saya mengharapkan bisa menyisihkan uang untuk membelinya. Harga sebuah kepercayaan memang mahal harganya.

Rupanya suami saya diam-diam memperhatikan keluhan saya. Jumlah calon pelanggan yang batal membeli karena saya tidak memiliki pin BB atau no WA cukup banyak. Saya sendiri tidak patah arang. Rejeki dari Allah bisa datang darimana saja selain mereka yang mengharuskan komunikasi melalui 2 aplikasi tersebut. Pesanan saya cukup banyak dan sangat lumayan membantu pendapatan suami. Pasca bangkrut 2011 lalu, ekonomi kami memang sangat memperihatinkan ditambah keharusan kami mencicil beberapa tagihan secara bulanan. (Syukurlah tahun ini sudah membaik secara ekonomi dan beberapa tagihan sudah berkurang karena lunas.).

Bulan Maret - April 2014, suami mendapat pesanan 50 kapal-kapalan dari kayu mahoni yang sepenuhnya dikerjakan dengan tangan. Alatnya sederhana dan apa adanya. Proses pengerjaannya cukup lama, yaitu 2 bulan. Modal utamanya memang waktu pengerjaan dan skill. Banyak orang yang heran, bagaimana cara membuat bentuk perahu seperti itu dan kami hanya tersenyum lebar. Itu rahasia dapur craft kami. Jika penasaran, silahkan belajar dari tukang pembuat perahu yang mengajari suami saya. Yang jelas, dari keuntungan pembuatan kapal itulah, ia diam-diam membelikan saya sebuah tablet di toko online ternama. 

Suatu siang, sebuah paket kotak atas nama saya datang. Paket ini saya terima dalam kondisi rapi dan masih berbungkus plastik dengan sebuah logo expedisi pengiriman yang khas. Destin dan Binbin sudah penasaran dan berebut ingin membukanya. Saya dengan penuh tanda tanya membaca tracking detail yang menjelaskan isi paket dan nominal harganya. Saya baru tahu bahwa paket yang berasuransi menjelaskan detail isi dan harganya di depan. Sebuah tablet? Saya tidak memenangkan suatu lomba menulis berhadiah tablet baru-baru ini. Penuh tanya saya memandang suami saya yang senyum-senyum dipojokan. Tumben dia tidak ikut heboh membuka paketnya. Senyumnya bertambah lebar saat saya menunjuk ke paket dan pindah ke dada saya sebagai pengganti pertanyaan, "Tablet ini untukku?" Ini hadiah kejutan yang indah! Terbaik!

Ketika saya membukanya, sebuah tablet hitam bermerk Olive tampak mengkilat. Tablet ini cukup berat. Ukurannya 7". Saat itu ada promo seharga 500 ribu untuk sebuah tablet dengan kartu sim yang biasanya dihargai satu jutaan. Jika dibandingkan tablet teman-teman, tentu masih jauh. Tapi bagi saya, itu adalah tablet terbaik. Apalagi saya sudah mulai bisa bertransaksi melalui BBM dan WA sesuai permintaan calon pembeli. Tablet ini membuat saya semakin sibuk melayani pembeli bunga flanel dan pita saya. Layarnya yang lebar membuat saya nyaman menunjukkan foto-foto produk toko online saya ke calon pembeli jika bertemu secara langsung. Tablet itu menjadi toko "maya" saya selanjutnya karena lebih mudah menunjukkan produk ke calon reseller yang bertemu secara langsung. Siapapun yang bertanya, apa jualan saya sehingga selalu menolak bekerja di kantor, saya bisa menunjukkan langsung dengan bangga.

Bulan November lalu, tablet itu dijatuhkan si bungsu dari rak buku. Layar kacanya pecah namun tetap dapat digunakan. Beruntung, dari hasil penjualan beberapa mebel, saya bisa membeli penggantinya. Kali ini sebuah HP blackberry seri lama yang cukup bagus kualitas fotonya. Aktivitas mobile saya lebih mudah, dan kualitas foto produk saya pun lebih baik. Saya juga tak perlu membawa tablet 7" kemana-mana jika ingin tetap menjawab BBM dan WA dengan cepat. Harap dimaklumi, bahwa kecepatan respon penjual online juga merupakan salah satu cara membuat calon pelanggan nyaman bertransaksi. Syukur alhamdulillah. bagaimanapun, setiap kesulitan, sebenarnya Allah memberi jalan. Saya memiliki pengganti yang lebih baik dari tablet yang pecah itu. 

Saat ini, tablet pertama dan masih satu-satunya itu beralih fungsi menjadi tablet keluarga. Dengan memory external 10 GB, banyak musik, film anak-anak, murottal Juzz Amma, dan video tutorial membuat bunga dari youtube yang disimpan di sini. Anak-anak sering mendengarkan Murottal Juzz Amma sampai tertidur. Saya sendiri jika explore sebuah bunga baru, bisa nyaman melihat video tutorialnya di tablet. Layar 7" cukup nyaman untuk mata. Jadi saya tidak tertawan di depan laptop saja jika ingin belajar membuat bunga pita yang baru. Hasilnya pun sangat lumayan. Koleksi bunga pita saya semakin beragam dan diappresiasi positif oleh pelanggan dan teman-teman di facebook. Silahkan melihat-lihat koleksi pita terbaru saya di sini. Bagaimanapun, tablet itu adalah salah satu benda berharga di rumah Susindra.
 


http://www.pungkyprayitno.com/2015/01/giveaway-kado-terindah.html

Posting ini ditulis khusus untuk Si cantik Pungky dari Purwokerto. Ayo ikut #ConnectingHappiness - Giveaway Kado Terindah bersama JNE. Sampai 25 Januari 2015 ini loh!
Share:

26 comments:

  1. Suami memang selalu mengerti keinginan dan kebutuhan istri ya, Mba :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak. Mereka paling tahu yang diinginkan istrinya. Seneng punya tipe suami yang baik banget

      Delete
  2. Semoga yang ini awet ya Mba, dan bisa bertelor jadi banyak.... he,, he,, he,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin.... iya mas. semoga awet dan bertelur banyak sekali.

      Delete
  3. Sesuatu yang tidak ternilai harganya itu adalah "tablet" nya mbak Susindra....
    Sungguh berutung bagi yang diseklilingnya ada orang yang bisa memberi 'nilai' seperti mbak Susindra.... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar mas. nilai sesuatu itu sebesar ia dihargai dan dibutuhkan.

      Delete
  4. Tangguh juga tabnya sudah terjatuh masih berfungsi, Tab anak saya yang pertama hanya berusia tiga bulan saja karena dijatuhin adiknya jadi mati total

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, ini tablet seri lama, jadi tangguh. Yang sekarang lebih ringkih

      Delete
  5. benar2 kado terindah ya mba, kado yg memang betul2 dibutuhkan :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak. Tahu banget isi hatiku, dan kebutuhanku

      Delete
  6. Allhamdulillah sudah ada penggantinya ya mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak. Alhamdulillah ya. rejeki datang di saat yang tepat

      Delete
  7. sampe pecah begitu ya, sedih banget deh padahal itu tablet adalah sumber penghasilan...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eman-eman mbak... tapi ya sudah terjadi. Asal ada gantinya, saya cepet move on.

      Delete
  8. kasihaaaan tabletnya sampe kacanya parah begitu...
    alhamdulillah sudah ada penggantinya ya Mbak..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak. pecah sampai parah tetap bisa dipakai. hebat yah

      Delete
  9. Ibu Susi dan suami pasangan yang kreatif mengahasilkan produk2 handmade, pasti dikerjakan dengan penuh cinta. Satut! Duh salah fokus, Ima suka terharu sama pasangan yang kreatif seperti ibu dan suami, kehidupannya pasti penuh warna dan indah :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih mbak Ima.
      Itu salah satu penyatu kami sejak awal. ;)

      Delete
  10. Canggihnya teknologi sekarang, sebuah toko dapat dibuka melalui layar 7"

    ReplyDelete
    Replies
    1. Begitulah mas. Jaman sudah banyak berubah ya

      Delete
  11. selamat mbk Susi
    salut atas jerih payah dan perjuangannya
    salam bwt mas Indra

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waalaikum salam mas Anam. Sudah dibaca langsung oleh mas Indra

      Delete
  12. salah satu bentuk perhatin suami Mbak Susi dengan membelikan tablet, ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak. Suamiku itu.... sangat sabar dan perhatian. ternyata... diam2 dia celengin uang tuk beliin laptop untukku nulis. terungkap saat ada tawaran ruko murah, dia ngaku punya simpenan uang. wuuuih... berbunga2 rasanya. tapi ya.... menang bayar kontrak tokonya... gapapa.. itu investasi keluarga

      Delete
  13. Hai Mak...

    Makasih banget yaa sudah ikutan Giveaway Kado Terindah. Semoga menang! :D

    Salam,
    Pungky

    ReplyDelete
  14. alhamdulillaaah dapet kado terindah...dan yang paling dibutuhkan ya mbaaa...sukses GAnya mba...

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkenan meninggalkan jejak di sini. Mohon tidak memasang iklan atau link hidup di sini. :)

Sahabat Susindra