Pengalaman 250 Artikel Dicopas oleh blog.wapkw.net

Selasa saya yang tenang dikejutkan dengan kabar teman narablog bahwa artikel Cakrawala Susindra dicopas di blog lain. Tidak tanggung-tanggung. 250 artikel dicopas 100% oleh blog.wapkw.net. Ini bukan copas, ini perampokan, karena yang diambil sebanyak itu. Mulai tanggal 26 September 2016 - artikel terakhir tanggal 7 April 2020. 


Nahar dari banyuwangi adalah perampok hak cipta para blogger kecuali bisa membuktikan ia tidak melakukannya
Pengalaman 250 Artikel Dicopas oleh blog.wapkw.net
Pencurian itu baru terjadi, bukan sejak lama. Hanya saja, katanya, sejak sekarang, jika saya mem-posting, artikel ini akan dapat dibaca di blog ini dan di blog perampok hak cipta itu



Kok saya tetap menulis? Tidak lapor?

Saya tetap menulis di Cakrawala Susindra karena ini pekerjaan saya. Saya lapor karena itu tugas saya. Dan saya membuat proteksi artikel ini tak bisa dicopas manual karena memang seharusnya.

Sayangnya... Proteksi itu tiada guna kalau menghadapi pencuri artikel dengan AGC. Jadi akan tetap tayang di sana.

Menurut penelusuran teman-teman, ia bernama Nahar, rumahnya Banyuwangi. Ada yang kenal? Tolong nasihati dia, karena ia menjadi buron para blogger se-Indonesia.


Saya ingin menasihati Mas Nahar melalui tulisan ini. 




"Mas, kamu mungkin seusia anakku. Sudah bersemangat mencari uang. Itu bagus sekali. Tapi carilah dengan cara yang benar. Yang terlanjur kamu rampok, tolong dihapus. Jangan mencuri lagi. Aku menulisnya saat Maghrib menjelang. 
Kudoakan kamu menjadi kaya seperti harapanmu. Bahagiakan orangtuamu, saudaramu, pakde-budhemu, kakek-nenekmu, dan keluarga yang tinggal di dekatmu. Ada hak mereka di hasil pekerjaanmu. 
Jangan lupa banyak-banyak sedekah untuk masjid dan orang tak berpunya untuk menghapus benci dan kutukan orang-orang yang hasil karyanya kamu rampok. Kamu pastilah tak mau hidupmu tertungging-tungging oleh nasib buruk yang mengikutimu jika sumpah serapah dan kutukan mereka dikabulkan oleh Allah."


Maghrib sudah berlalu cukup lama, saatnya menulis kembali. 

Saya tidak marah, apalagi murka. Edisi itu sudah lama berlalu. Sekarang saya menggunakan logika. Pencuri dan perampok harus ditindak oleh petugas yang berhak. 


Telusuri dari kategori di atas untuk memudahkan menemukan artikelmu yang dicuri


Apa yang perlu dilakukan jika artikel dicuri atau diplagiasi?


Yang saya lakukan pertama adalah menyisir semua artikel yang dicuri atau dicopas. 

Mengapa perlu menemukan semua artikel yang dicuri?

1. Untuk dilaporkan ke Google dan DMCA
2. Artikel yang dicuri harus direwrite atau sekadar ditambahi informasinya agar beda.
3. Resubmit ke Google Search Console.

Repot? Iya kalau dipikir begitu. Bagi saya ini sesuatu yang harus saya lakukan tanpa mengeluh. Disyukuri saja, apapun itu, karena akan selalu ada hikmah di baliknya.


Toh saya sudah melaporkan pelaku sesuai jalur yang ditentukan.


Saya tidak akan mau menyakiti diri saya sendiri dengan kemarahan atau kemurkaan yang mungkin malah akan melemahkan diri saya sendiri.


Ini ujian untuk naik kelas. Jika mudah, hadiahnya bukan naik kelas tapi dapat gelas.


Ada dua tambahan yang saya lakukan setelahnya, yaitu membuat tulisan saya ini tidak lagi dapat di-copy paste dan menulis artikel tentang peristiwa ini. 

Setidaknya, pencuri artikel kecil tidak dapat lagi melakukannya.....

Pencuri kelas menengah dan ahli pasti menemukan cara karena Blogsot memang cukup rawan pencurian tulisan. Saya tahu risiko ini, 2015 lalu saat banyak tulisan saya yang dicuri.  

Dan artikel ini tayang di blognya, bukankah menjadi pengakuan bahwa ia pencuri dan perampok artikel? 

Untuk teman-teman yang sempat down karena mengalami pencurian, ... Bersemangatlah. Tetap menulis, dan tulis yang terbaik. Selalu ada alasan mengapa terjadi demikian, dan sebagian di antaranya adalah untuk menguji tingkat keikhlasan dan alasan menulis. Selain, bagaimana mengatasi tantangan ini. 

Jika ada teman yang tahu siapa perampok 250 artikel blog ini, atau punya solusi tambahan bagi kami, tolong bagikan di sini ya, agar kami semua sama-sama belajar.

21 Komentar

  1. Wah. Gila 250 artikel full copas. ckckckckck
    semoga sang pelaku cepat tobat ya Mba. Semangat terus

    BalasHapus
  2. Saya juga pernah, dari 2016 sampai 2017 kalau gak salah oleh blogger asal Medan. Tapi begitu saya peringatkan langsung dihapus

    BalasHapus
  3. Maling gak cuma di dunia nyata ya ternyata... Di dunia maya pun ada malingnya. Ya ampuunn... Bener2 kebangetan smp 250 artikel dicolong. Anak siapa ya tuh orang! Kok hasilnya jd maling gitu...

    BalasHapus
  4. Ga kebayang 250 artikel dicopas semua, itu apa yang ada dipikirannya ya??? Emang enak bikin artikel sebanyak itu, butuh waktu dan tenaga tentunya. Semoga Google memberikan hukuman yang setimpal bagi dirinya. Amin...

    BalasHapus
  5. Allahu Akbar ��
    Kenapa harus cari jalan pintas gitu, ya? Yang tua aja masih mau belajar dan berusaha bangun blog dari bawah.
    Riset setengah mati untuk dapat satu artikel yang bagus itu, Leee

    Tetap semangat, mbak. Sepintar apapun pencuri, tetap tertinggal satu langkah dari orangorang kreatif kok.

    jadi ikut pengin nangis aku bayangin.

    BalasHapus
  6. Wow 250 artikel dicuri, daebak. Mbak keren banget sih bisa sabar gitu. Itu kalau saya enggak tahu deh gimana. Thanks pembelajarannya.

    BalasHapus
  7. Speechless aku, Mbak... 250 artikel! Adaaa aja orang yang nyari duit pke nyuri. Nggak di dunia nyata, di dunia maya pun sama.

    Kesel akuuuu!

    Semoga segera teratasi ya Mbak... Aku cuma bisa bantu doa

    BalasHapus
  8. Aku sebel abis baca status mba Susi tentang pencurian atau copy paste kemarin itu, karena kembali terulang kejadian seperti ini ya mba. Sebelumnya ada artikel mba Untari, Chela guru kecil, dan banyak lagi yang lainnya

    BalasHapus
  9. Malam bu, ini sudah dibuat custum feedbunernya? misal dibuat 100 kata gitu gak secara keseluruhan kalo ke AGC atau model tiap artikel kasih link internal . dulu ane sering ngalami bgni kalo blogspot mah pasti cepet di respon kalo lapor google mah.. akhirnya ane custume feednya

    BalasHapus
  10. Semangat, bu! Jahat banget yang nyuri. Kemungkinan besar ia nyuri artikel sebanyak itu lewat sitemap, jadi bisa banyak, mungkin bisa dilihat pengaturan feed nya, bu.

    BalasHapus
  11. sungguh keterlaluan abnget ya, 250 gak kira2

    BalasHapus
  12. 250 artikel? bahkan artikel yang baru publish pun tayang di blognya dia? Saya juga pemakai BP, dari baca2 komen di atas, disarankan utk ngatur feed. (roaming sayanya, ngeblog lama tp soal teknis menghandle blog msh gagap)

    BalasHapus
  13. Aku ikutan ngeri, memang sih postinganku tidak berfaedah tapi aku menyisakan waktu, tenaga, pikiran di dalamnya. Kebangetan banget yang nyuri.

    BalasHapus
  14. Cara kita tahu artikel kita dicopas gimana mbak?

    BalasHapus
  15. Merinding banget dari kemarin sy ngikutin ceritanya mbak. Awalnya sy pakai anticopas di blog, tapi karena ada yang bilang menyusahkan saat membuka link lain, akhirnya sy hapus. Kayaknya sekarang sy pasang lagi aja. Hiks..

    BalasHapus
  16. Wadaw, lagi musim sepertinya yang seperti ini, entah salah siapa. Mungkin salah mereka karena sudah mencuri, atau cara kita yang kurang mengedukasi para pemula ini? Entahlah tugas kita hanya melindungi diri dan mengantisipasi :)

    BalasHapus
  17. Ya ampun Mbak.. gak tanggung-tanggung ya orang itu ngerampok artikel sedemikian banyak :(( Semoga dia segera diberi hidayah Mbak. Terima kasih juga untuk tips-tipsnya.

    BalasHapus
  18. Saya pernah membaca pengalaman beberapa orang yang artikelnya dicuri. Kasusnya ada yang mirip sama mbak, tiap publish artikel baru maka blog si maling juga otomatis publish.

    Solusinya yang saya baca dulu:
    (1) Matikan RSS feed.
    (2) Publish beberapa artikel baru dan sisipi tulisan "Jika kamu nggak baca artikel ini di situs Susindra.com maka artikel ini adalah curian." Begitu blog si maling publish artikel yang ada sisipan itu, bisa jadi bukti pencurian dan lebih memudahkan blog maling di take down.

    Semoga diganti sesuatu yang jauh lebih baik, dan si maling tertutup jalannya untuk mencuri lagi.

    BalasHapus
  19. Wah kacau tuh orang... kalo mau jadi blogger yg bener dong... perlu diseret bareng2 dan digelitikin rame2 kayaknya tuh orang sampai menyerah dan minta ampunnnn

    BalasHapus
  20. waahhh parah yah, mungkin tukang copas itu memakai agc mbak, jadi semua artikel mbak di copas oleh dia dengan hanya memasukkan link blog mbak

    BalasHapus
  21. ngeri juga ya mbak, pinter banget 'akal' pencuri ini, mau enaknya tapi nggak berusaha.

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkenan meninggalkan jejak di sini. Mohon tidak memasang iklan atau link hidup di sini. :)