WEGI Goes To Semen Padang Day #1

Hari ini luar biasa sekali bagi saya. Seorang blogger dari Jepara mendapat kesempatan jalan-jalan ke kota Padang, Bukit Tinggi dan Jakarta selama 3 hari. Tema wisata edukasi kali ini adalah WEGI Goes To Semen Padang. Semua pasti tahu dong siapa yang mengundang saya dan teman-teman Blogger? Yap. Tak salah lagi. Pt Semen Padang dan Komunitas WEGI. Dalam rangka ulang tahun ke 106 PT Semen Padang, nih. Selamat ulang tahun ya PT Semen Padang! Semoga semakin berjaya di kancah persemenan nusantara. Semoga pembangunan pabrik Indarung VI sesuai rencana dan target 10 juta ton/tahun tercapai. Kereeenn..... Maka tak salah dong kalau saya berterima kasih pada PT Semen Padang dan Komunitas Wegi sebagai pengundang kami. 

Acara hari ini dimulai dari pukul 4 di lobi hotel Ibis Budget. Kami bersama-sama menuju Bandara Soetta karena penerbangan terpagi Padang pukul 6:15 pagi. Kami sampai di Bandara Internasional Minang Kabau pada pukul 8:15. Setelah berganti kaos, kami langsung memulai perjalanan menuju Bukit Tinggi.  Destinasi wisata kami pertama kali adalah Jam Gadang!



Bukit Tinggi, sesuai namanya, berada di ketinggian 910. Kota di dataran Bukit Barisan dan di kelilingi 2 gunung berapi ini berhawa sejuk cenderung dingin. Terutama bagi saya yang orang pesisir utara Jawa. Tapi.... perbedaan cuaca sama sekali tidak mengurangi ceria saya. Ini wisata yang luar biasa!

Mengunjungi BUKIT TINGGI,  tidak akan lengkap tanpa mengunjungi Jam Gadang. Jam yang menjadi salah satu ikon kota yang berada di Bukit Barisan ini diapit gunung Singgalang dan Merapi. Perjalanan wisata menuju Bukit Tinggi ditempuh selama 3 jam. Jauh juga. Tapi... luar biasa sekali.


Dari Jam Gadang kami makan nasi Kapau lalu melanjutkan ke destinasi wisata kedua, Ngarai Sianok dan Lobang Jepang. Lobang/terowongan Jepang yang dibuat tahun 1942-1944 ini berada 40 meter di dalam perut tebing Ngarai Sianok. Luar biasa. Ngeri-ngeri sedap selama di sana. Oh ya, saya pernah berkata, tahun depan harus bisa melihat Ngarai Sianok.  Alhamdulillah terkabul melalui acara WEGI ini. Luar biasa kan?



Dari Ngarai Sianok,  kami menuju Istano Baso Pagaruyung. Istana ini merupakan replika istana asli Minang Kabau. Bangunannya besar dan indah dengan ukir-ukiran khas Minang. Menyadari bahwa ini momen yang entah akan terulang atau tidak, saya memutuskan berani bergaya ala pengantin putri Minang. Ini saya dengan busana yang bisa disewa Rp 35.000,-. Suami saya sampai berkata WOW! Bukan karena saya terlihat cantik (Ehm...) tapi karena kepedean saya ditangkap kamera dan memakai busana adat. Saya kan pemalu...


Luar biasa! Bagaimana WEGI Goes to Semen Padang Day #2? Tunggu kisah saya esok hari.




Share:

46 comments:

  1. Replies
    1. Istrimu ini jadi Rangkayi di Minang ya Mas. Hihihi

      Delete
  2. Replies
    1. Ahihihihi.... iya nih. Takut nyesel kalo sampai di rumah gak nyobain...

      Delete
  3. Keren, mbak..

    aku malah pengen banget ke Padang..

    sampean bisa membawa komunitas :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga nanti komunitas kita makin berkembang dan ada sponsor ke luar Jawa. Aamiin

      Delete
  4. Senengnya bisa jalan2 deket jam Gadang ya mba..eh itu salah gak ya xixixixi☺

    ReplyDelete
  5. Wah...senang ya Mba bisa jalan2 ke Padang dan mampir ke Bukit Tinggi.. Kapan ya aku bisa ke sana?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pasti bisa mbak. Kan travel blogger...

      Delete
    2. Pasti bisa mbak. Kan travel blogger...

      Delete
    3. mesti diniatkan deh kayaknya biar bisa nyampe di Padang..

      Delete
  6. Replies
    1. Alhamdulillah bisa dapat kesempatan ini.

      Delete
  7. Pengen juga dapet kesempatan kaya gitu...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pasti bisa. Ayo perbaiki kualitas tulisan, aktif di media sosial, & perkuat branding

      Delete
  8. wah jaid rindu kampung halaman nih..

    ReplyDelete
  9. Tertarik dengan busanany, kalo cm 35K aku sewa beberapa yg beda warna, kmd siap cekrek-cekrek.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, serius... cuma 35K saja/baju. Kesempatan banget bahkan untuk pemalyu sepertiku

      Delete
  10. Panasaran sama Lobang Jepang itu, mbak. Sayang, ngga ada fotonya :(

    ReplyDelete
  11. mbaaak kangeeen...
    inget ya mbak,bahasa minang kemarin
    "kukutuak jadi batu"..
    hahahahah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahahahaha....
      Kalau macem-macem... kukutuak jadi batu :D

      Delete
  12. Seperti yang pernah saya katakan
    Alam Sumatera Barat itu salah satu alam yang terindah di Indonesia ... (sejauh yang saya pernah lihat)

    So ... nikmati dan disyukuri ya Mbak ...

    Salam saya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Pak NH. Indah sekali. Apalagi jalan yang kami lewati tuk menuju Bukit Tinggi.

      Delete
  13. Uaaa asiknyaaa... mau juga dong ke Padang dan ke pabriknya Semen Indonesia... pengen juga ke pabriknya yang di Vietnam hehehe

    ReplyDelete
  14. Aku kok numan kopi buatanmu mbak
    Numero uno :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo to... sering-sering ke rumahku.
      InsyaAllah tidak telat kopi. hehe

      Delete
  15. Seru y mbak perjalanan ke Sumbarnya,, apa lagi makanannya yang penuh dengan santan,, xixixixi

    gak sabar cerita selanjutnya selama di padang,, hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe... saya takut dengan makanan bersantan sebenarnya. Agak ragu waktu makan nasi Kapau. Benar perkiraanku. Hari Minggunya agak tersiksa krn atit peyut

      Delete
  16. Replies
    1. Terima kasih, Ghilad. Jadi berasa keren, nih

      Delete
  17. sungguh sebuah pengalaman yang sangat berkesan ya kak

    ReplyDelete
  18. Brarti di sana ada semacam penyewaan baju ya. Cantik...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya. Ada koperasinya. Jumlah baju sangat banyak

      Delete
  19. Tak cari cari postingannya mba susi, eh ketemu..rindu...

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkenan meninggalkan jejak di sini. Mohon tidak memasang iklan atau link hidup di sini. :)

Sahabat Susindra