Beberapa teman bloger menuliskan tentang #usiacantik di timeline media sosial untuk menandai kematangan diri. Tak harus usia, tapi juga kematangan jiwa. Karena saya termasuk di usia tersebut, izinkan saya sedikit menulis tentang hal yang sama. Saat menulisnya, saya ingat seloroh beberapa teman tentang Golden Girls atau gadis di usia emas. Frasa yang indah, mengingatkan saya akan sebuah film mini seri berjudul sama di tahun 1985 - 1992. Coba tonton deh. Peran Bea Arthur, Betty White, Rue McClanahan dan Estelle Getty yang tinggal bersama di Miami dengan suka duka sebagai wanita berusia matang cukup membekas di ingatan. Googling sendiri, ya. 


Berbahagia Menjadi Blogger di #UsiaCantik 
Di awal-awal menulis blog, saya pernah mengunjungi sebuah blog dengan tagline “Life begins at forty”.  Saat itu, usia saya menjelang 30 tahun. Saya suka caranya menerjemahkan #usiacantik dan bagaimana ia menikmatinya. Saya sering blogwalking ke sana. Rasa syukur tersirat dan tersurat di dalam tulisan. Saat itu, saya agak berasumsi bahwa apa yang ia tulis dikarena kan kemapanan ekonomi. Siapa pun dengan ekonomi mapan tentu menampakkan kebahagiaan. Saya yang saat itu mulai menapaki bisnis yang manis, mengumpulkan sepapan demi sepapan kayu jati, membayangkan akan segera menyusulnya. Saya berharap akan menikmati kebahagiaan dan kemapanan sebelum usia 40 tahun. 

Tak ada yang bisa menebak qodarullah. Di usia 32 tahun, dunia saya runtuh. Bisnis saya hancur karena tertipu dan salah managemen. Saya kembali ke titik nadir. Semua yang saya rintis tersapu habis, menyisakan beberapa perabot rumah, sepeda motor dan uang Rp 50.000,-. Saya sempat berhenti menulis blog selama enam bulan lalu kembali ngeblog, hiatus kembali dan kembali menulis. Cukup kacau waktu itu, karena perangkat komputer saya adalah pentium 2 sumbangan teman dengan harddisk hampir mati. Jika komputer tak bisa hidup, saya hiatus dulu. Saya bangkit perlahan. Berusaha tegak berdiri. Seorang sahabat, tak dinyana, menyumbang uang, padahal saya tak bercerita apapun, baik secara langsung maupun di media sosial. Di ulang tahun ke 35, saya memutuskan kembali dengan lebih serius. Saya membeli domain ini sebagai tanda bahwa I'm back! Saya siap menjadi bloger profesional. 26 September 2014, saya kembali menyebut diri sebagai bloger dengan bangga. 


Perubahan besar terjadi. Pasca tsunami hidup, jika bisa disebut demikian, saya lebih menghargai apa yang saya dapatkan. Saya paham, bahwa bahagia bukan tentang kemapanan, tetapi tentang bagaimana kita memahami suatu peristiwa dan mengambil sisi indahnya. Maka, saya pun menjadi sosok baru yang lebih bahagia. Saya mulai memahami dengan baik arti life begin at forty. Bedanya, saya tak lagi sepakat dengannya. Hidup saya dimulai ketika berusia 35 tahun. My Life begin at thirty five. Saat saya bisa menghargai nilai uang, keluarga dan sahabat, saat itulah senyum saya semakin merekah. Saat itulah kecantikan saya terbuka. 


Hidup itu sederhana, yang rumit adalah terjemahannya. Namun dengan kunci bahagia, seruwet apapun akan terlihat simpulnya. 

Begitulah, setelah menyecap pahitnya kopi hidup, saya mulai mencari hikmahnya. Saya melihat lebih terang, menelaah lebih dalam, memahami lebih banyak. Ranumnya buah sudah terlewati. Saya sudah siap menyambut usia matang. 

Hidup kita lebih berarti di usia matang. Saat kita bisa melihat lebih baik, dan tahu cara menikmatinya dengan rasa syukur yang lebih. Perubahan terbesar tampak jelas di blog dan media sosial. Saat saya mulai memilah-milah apa yang saya tulis dan apa yang saya simpan, saat itulah perubahan besar terjadi. Tanpa memahami arti personan branding, saya telah mem-branding diri sebagai sosok yang inspiratif bagi beberapa orang. Saya pun menjadi semakin mudah mengulurkan tangan dan menyambut sahabat baru. Kata para sahabat, saya telah berubah menjadi sosok keibuan, namun lebih terbuka. Maka, panggilan bunda disematkan para sahabat bloger dan sahabat komunitas. Alhamdulillah saya tak tersinggung. Saya menghargai cara mereka memandang perubahan diri ini. Bukan karena usia yang membuat mereka memanggil bunda, namum cara saya menyikapi masalah dan memberi solusi yang membuat mereka menaruh hormat. 



Berada di usia 37 tahun plus, tak mengurangi langkah saya. Sejak setahun lalu saya menambahkan kategori travel di blog saya. Saya pun lebih banyak melakukan perjalanan. menjelang tutup tahun 2015, saya membuat resolusi akan mengenal Jepara lebih baik lagi. Saya simpan semua alat craft saya dan lebih banyak keluar. Ternyata, ketika kita membuka satu pintu yang tepat, sepuluh pintu baru akan muncul dan siap kita buka. Demikian seterusnya. Kesempatan demi kesempatan datang. Saya menjadi semakin sering bepergian sebagai bloger. Semarang, Jakarta, Padang, Bukittinggi, Jogja, Bali, ... siapa sangka saya ke kota-kota tersebut secara gratis sebagai bloger. Juga perangkat gawai dan hadiah uang tunai menjadi pelengkap. Subhanallah... selalu ada kejutan bagi orang-orang yang bersabar.

Maka, saya pun menikmati menjadi bloger dengan lebih banyak kegiatan. Di Jepara, nama saya sudah cukup dikenal sehingga sering diundang ke acara jagongan. Ternyata, ada maksud terselubung... saya dijadikan pemantik eh pemateri cantik dengan alasan memenuhi kuota 30% perempuan. Tentu saja alasan yang mengada-ada, tapi saya pantang menolaknya meski tanpa persiapan. Dengan bekal rajin membaca dan agak up-to-date dengan peristiwa kekinian, saya berani jagong di atas panggung terbuka dengan pengeras suara. 



Tak hanya itu, di blog pun saya lebih banyak menulis sesuatu yang bermanfaat. Saya juga lebih banyak berkumpul dengan teman bloger meski harus ke luar kota. Saya lebih banyak traveling. Di #usiacantik, hidup saya lebih berarti. Karier saya di dunia bloger lebih bersinar. Well, saya termasuk yang menganggap bloger sebagai karier yang berjenjang. Semua menggunakan proses.

Di usia 35+ saya berani menambahkan niche traveling pada blog ini karena lebih banyak melakukan perjalanan. Beberapa tahun belakangan ini saya memang sering melakukan perjalanan sebagai bloger, dan mostly for free. Alhamdulillah. Maka, kemudian blog ini mempunyai 3 niche, yaitu parenting, lifestyle dan traveling. Kepercayaan diri saya pun semakin tinggi. Semoga saya cukup menginspirasi banyak Sahabat Susindra sehingga mau menikmati hidup mereka dengan lebih baik.

Menyadari usia semakin condong ke Ashar, dan stamina mulai menurun, saya semakin memperhatikan kesehatan; minum multivitamin, dan mengatur pola makan agar tetap sehat. Saya mulai rajin berkaca. Saya mulai bersahabat dengan pemerah bibir dan pelembab wajah.



Berada di #usiacantik tentu ada dukanya juga. Salah satunya adalah perubahan kulit wajah yang terlihat kusam dan kendur. Kerut wajah mulai mengakrabi wajah. Terlebih, saya menikmati benar berjalan-jalan di bawah terik matahari. Kadang saya merasa sedih melihat bayangan wanita yang tersenyum di cermin. Wajah saya semakin terlihat dewasa dan matang. Alangkah bahagianya. Namun, ada garis-garis di sekitar mata, dahi, pipi, dan leher.  Senyum saya di cermin itu pun memudar. Saya harus segera mencari solusi kulit wajah ini. Tanda-tanda penuaan kulit tak boleh menghalangi sinar saya.

Saat ini saya sedang mencoba mengurangi tanda penuaan kulit wajah dengan Revitalift Dermalift terbaru. Belinya di Bibli lebih murah harganya.. L’Oreal Paris, sahabat perempuan Indonesia yang menggandeng Dian Sastro sebagai brand Ambasador sangat memahami kekhawatiran saya di #UsiaCantik. Centella Asiatica, Pro-Retinol A dan Dermalift Technology akan mengurani kerutan wajah hingga 27%, kekencangan kulit sebesar 35% di delapan zona wajah yang menjadi hantu wanita. Apa saja? Dahi, di antara alis, kontur mata, kerutan ujung luar mata, pipi, garis senyum, rahang, serta leher. 8 titik wajah yang sering bermasalah akan membaik dengan pemakaian secara teratur. Wanita yang berusia di atas 35 tahun hendaknya mulai memakai Revitalift Dermalift Centella Asiatica untuk kecantikan kulit di usia matang. Tekstur krimnya lembut, moist tapi cepat menyerap. Baunya juga lembut. Dengan pemakaian teratur selama seminggu sudah terlihat nyata hasilnya. Wajah saya yang tak semulus bulan purnama terasa lebih lembab dan kencang. Bedak juga lebih menyatu. Saya bahagia, karena kulit cantik menjadi self healing dan self esteem yang terbaik. 


Ayo jadi cantik dan bersinar bersama L’Oreal Revitalift Dermalift Centella Asiatica. Tunjukkan cantikmu di usia 35+ di media sosial dengan hashtag #UsiaCantik, #LorealDermalift dan #LorealSkinExpert. Ada lombanya juga lho.... Hadiahnya akan membuatmu semakin berbunga. Lebih jelasnya langsung ke Usia Cantiknya Blogger Perempuan saja ya.... Selamat berlomba!!!!