“Mama, kapan aku boleh ikut jalan-jalan?” tanya Destin suatu hari, ketika saya bersiap pergi ke Bali. 

Pertanyaan khas anak-anak yang bisa membuat hati saya tersentuh. Saya dan suami memang sudah lama berencana, ketika ia sudah lulus SD, saya akan mengajaknya melakukan perjalanan ala backpacker. Bandung adalah pilihan pertamanya. Kami ingin, sebelum ia memasuki usia remaja, ia bisa melakukan traveling bertas punggung seperti saya. 

Kala Harus Berwisata Bersama Backpacker Remaja ke Bandung


Pertimbangan kami sederhana, di usia tersebut, ia lebih siap menghadapi kondisi tak menentu tanpa rajukan khas anak kecil. Saya ingin menciptakan backpacker remajaAlhamdulillah, tak lama lagi rencana tersebut sebentar lagi terealisasi. Ia sudah berada di kelas terakhir sekolah dasar dan insyaAllah lulus tahun ini. Mohon ikut mendoakan kelulusannya.


Jika bicara tentang backpacker, saya dan suami harus mandiri. Ia yang berangkat atau saya. Ia lebih sering di sekitar Jepara bersama teman atau ke beberapa kota. Memang tak dikisahkan dengan gegap seperti saya. Kami belum berwisata jauh sekeluarga. Alasan utamanya klasik, BIAYA. Jika berangkat sekeluarga, biayanya akan membengkak sangat besar. Makanya, cerita traveling saya lebih banyak sendiri, karena suami punya kisah sendiri di blog lain. Alasan kedua, si bungsu Binbin belum siap diajak berwisata jauh tanpa perubahan emosi yang tak terduga. Penyebabnya adalah kematangan usia dan emosi. Kami sering mudik ke Purwokerto dengan perjalanan dari sore sampai dinihari dan selalu ditemani keributan akibat bosan. 

Alasan ketiga, sebelum lepas dari usia SD, kelihatannya anak belum bisa mengolah “rasa” dan “melihat” lebih baik tentang keindahan destinasi wisata. Ia akan mengingat, tentu saja, tetapi tak memahaminya sebagaimana seharusnya. Alasan keempat, Jika Destin dan Binbin diajak bepergian jauh berbarengan, mereka akan berkolaborasi melobangi uang saku cukup dalam, karena mereka kompak dan saling dukung. Hahahaha…. Tentu, banyak traveler keluarga yang sukses, tetapi dengan alasan dana, kami menundanya dahulu. Lagipula, dengan berangkat berdua, saya bisa lebih banyak membisikinya tentang imaginasi dan deskripsi. Mungkin ia hanya mendengarnya saat ini, tetapi akan menyimpannya di bawah sadar.

Saat ini, para wali murid kelas 6 mulai menentukan study tour di bandung. Terbayang binar mata si sulung saya itu. Belum fix destinasi wisata yang dipilih. Masih ada pilihan yang harus ditentukan bersama. Berikut pilihan paket wisata edukasi ke Bandung:

1. Gedung Sate 
2. Observatorium Boscha
3. Museum Asia Afrika
4. Museum Geologi
5. Gunung Tangkuban Perahu
6. Ciater
7. Ciwidey
8. Kawah Putih
9. Situ Patenggang
10. Puspa Iptek
11. Landmark Braga
12. Cihampelas
13. Trans Studio

Aduh… banyak sekali pilihan wisatanya. Tak heran jika penentuan destinasi wisata piknik kelas 6 ditunda. Saya sih iya-iya saja. Karena saya tahu, berwisata sehari di Bandung itu kurang bangeeeett…. Jadi, saya punya back up plan. Saya akan ikut wisata tersebut dan setelah destinasi wisata terakhir, kami akan berpisah dengan rombongan. Kami akan menginap di Bandung 2 malam lagi! Titik! Karena selain pilihan di atas, saya mau ajak Destin ke sekitar Lembang dan Ciwidey. Pilihan wisatanya adalah:

1. Floating Market Lembang
2. Dusun Bambu
3. Dan destinasi yang tak terpilih di atas. 

Floating market di Lembang - pinjam Evi Sri Rezeki


Alhamdulillah saya punya teman-teman baik di Bandung yang akan dengan sigap menemani. Semoga saat itu ada yang sedang senggang. Kalau pun tidak, saya adalah solo traveler. Saya mandiri ketika berkelana sehingga sering menyebut diri sebagai mbolanger atau traveler nekat. Kisah saya bisa dibaca di kategori Jalan-Jalan. Bagi saya, yang terpenting adalah memilih tempat menginap yang dekat dengan destinasi wisata pilihan saya. Berikut ini tips saya memilih hotel:

1. Rate hotel murah, kalau bisa mulai dari Rp 100.000,- sampai Rp 200.000,-
2. Lokasi hotel dekat dengan destinasi wisata
3. Hotel bersih dan punya standar kebersihan
4. Free sarapan pagi
5. Tempat tidur bersih dan nyaman
6. Free Wi-fi
7. Pendingin ruangan
8. Mandi air hangat
9. Free perlengkapan mandi. 
10. Flat TV dengan channel berbayar
11. Air minum gratis


Maunya harga murah, tapi minta fasilitas yang tak murah. Hahahaha… tapi manusiawi banget sih, ya. Siapa yang tak mau menginap di hotel yang berciri di atas? Tuh, kan banyak yang mau. Nyatanya, itulah standar fasilitas hotel yang diharapkan semua orang. Makanya, Airy Rooms mengakomodir semua itu menjadi layanan terstandar. 

Apa sih Airy Rooms itu?

Airy Rooms adalah jaringan hotel terbesar di Indonesia dengan jumlah properti terbanyak dan menawarkannya secara online. Situs ini mengakuisisi kamar-kamar hotel yang tersebar di seluruh Indonesia dan menetapkan standar kenyamanan yang sama untuk semua kamar. Standar kenyamanan yang ditawarkan berupa kamar tidur yang bersih dan nyaman, WiFi gratis, AC, TV layar datar, air hangat, perlengkapan mandi, dan air minum gratis. 7 fasilitas standar tersebut ditawarkan dengan harga diskon yang menarik. Asyiknya, kita bisa memesan melalui website, aplikasi android, maupun iOS. Cara pesannya pun mudah. Yang jelas, Airy Rooms berbeda dengan online travel agent yang kita kenal selama ini. Tak hanya murah dan mudah dipesan, ada 7 fasilitas yang menjadi standar pelayanan. Tentu saja, termasuk di dalamnya adalah keramahan hotel. 


Hotel yang murah di Bandung

Mencari hotel murah di Bandung tidak sulit. Ada banyak sekali. Di Airy Rooms saja ada 61 pilihan hotel. Kita tinggal mencari hotel dengan lokasi terdekat dengan destinasi wisata kita. Setelah menemukan, mulai cari yang paling nyaman bagi kita. Kalau saya, sudah pasti tengok harganya. Maklum, travel budget, musti ngirit. Yang jelas, saya sangat tertarik memesan hotel dari situs ini. Alasannya sudah saya lontarkan di atas. Booking hotel di Airy punya kelebihan, yaitu:
  1. Hotel Airy Rooms lebih murah, 
  2. Punya jaringan hotel terbesar di Indonesia dengan jumlah properti hotel terbanyak.
  3. Ada 7 jaminan fasilitas di setiap kamar : AC, TV layar datar, perlengkapan mandi, tempat tidur bersih, shower air hangat, air minum gratis, dan WiFi gratis.
  4. Bisa dipesan melalui website, Android Apps dan iOS Apps.
  5. Pembayaran fleksibel, bisa bayar lewat bank transfer dan juga kartu kredit.

Airy Rooms sudah pasti menjadi pilihan saya saat menjadi berwisata ala backpacker dengan Destin nanti. Ini akan jadi awal yang bagus untuk mengajarinya berani menginjakkan kaki di tempat yang berbeda demi membuka cakrawalanya.