Tips Mengajak Anak Berwisata Alam di Sekitar Jepara Tanpa Khawatir Demam Berkat Tempra

Saya senang mengajak anak-anak berwisata di alam. Mereka juga senang sekali. Setidaknya sebulan satu kali. Adakalanya dua kali. Pilihan wisata favorit Destin (12 tahun) dan Binbin (8 tahun) mempunyai satu kriteria, yaitu AIR. Puas Bermain air adalah permintaan khusus mereka. Namanya berendam eh bermain di air, tentu resiko demam membayangi. Makanya, saya punya tips khusus mengajak anak berwisata alam di sekitar Jepara tanpa khawatir demam berkat persediaan Tempra sebagai obat P3K. 

Tips mengajak anak berwisata alam  tanpa khawatir demam berkat Tempra
Anak-anak mudah demam, namun tidak selalu menjadi penyakit serius. Hampir semua gangguan kesehatan diawali dengan demam. Namun kita tak perlu panik karena belum tentu menjadi sinyal munculnya penyakit serius. Bisa jadi, berupa penanda perlawanan sistem kekebalan tubuh terhadap penyakit. Tubuh memiliki sistem kekebalan alami yang akan menangkal semua serangan zat asing (antigen) baik berupa kuman, bakteri, maupun virus. Makanya, jangan khawatirkan demam ketika merencanakan perjalanan wisata alam untuk anak. Biarkan anak-anak menikmati pesona alam Indonesia dan jaga kesehatannya dengan menjadi ibu dan ayah cerdas. Jika demam ringan, pastikan anak cukup istirahat dan banyak minum air putih. Jika demam tinggi, beri minum Tempra yang menjadi obat turun-temurun dan sangat dianjurkan dokter.

Kami beruntung tinggal di Jepara. Kota ini memiliki banyak sekali air terjun dan 65% perbatasannya adalah garis pantai. Pilihan wisata air sangat banyak. Demi bisa menjelajah keindahan alam Bumi Kartini, saya dan suami merapat ke komunitas jalan-jalan di Jepara, yaitu Ngluyur Mania dan Forum Lintas Komunitas (Folkom) Jepara. Sebenarnya, masih banyak komunitas pecinta jalan-jalan di alam Jepara.

Ekspedisi muncak di Candi Angin Jepara bersama Ngluyur Mania dan anak-anak
Kami berwisata alam di sekitar Jepara saja. Komitmen kami memang ingin menjelajah tiap sudut kabupaten Jepara. Ada banyak sekali. Bahkan jika Karimunjawa dicoret dari daftar, jumlahnya  sangat banyak. Jarang sekali ada yang tahu “permata alam" Jepara. Jika agenda liburan sebulan dua kali, butuh setidaknya 4 tahun untuk menuntaskan daftar wisata alam di Jepara. Beruntung, teman-teman mengizinkan kami berempat ikut. Saya, suami, Destin (12 tahun) dan Binbin (8 tahun). 

Teman-teman Folkom dan Ngluyur Mania selalu memiliki agenda jalan-jalan. Agenda wisata Folkom adalah sebulan sekali. Ngluyur Mania, sesuai namanya, memiliki daftar jalan-jalan sekitar Jepara setiap dua minggu sekali. Tiap 3 bulan, mereka akan piknik keluar Jepara. Anam, ketua Ngluyur yang rajin jalan-jalan mengatakan bahwa ia sudah menjelajah setidaknya 50 destinasi wisata alam Jepara. Komunitasnya baru menamatkan 30-an daftar yang ada. Karena penasaran, saya sempat searching wisata alam di Jepara. Ternyata, ada 33 air terjun dan grinjingan di Jepara. Berikut daftarnya:

1. Air Terjun Songgo Langit, di Bucu
2. Air Terjun Jurang Manten, di Blingoh
3. Air Terjun Jurang Nganten, di Tanjung
4. Air Terjun Kalen Wates, di Tanjung
5. Air Terjun Kemiren, di di Bategede
6. Air Terjun Suroloyo, di Bungu
7. Air Terjun Sumenep, di Batealit
8. Air Terjun Undak Manuk, di Blingoh
9. Air Terjun Nglumprit, di Dudakawu
10. Air Terjun Grinjingan Dowo,di Dudakawu
11. Air Terjun Nglamer, di Dudakawu
12. Air Terjun Kedung Pancur Telu, di Damarwulan
13. Air Terjun Kedung Ombo, di Papasan
14. Air Terjun Nggembong, di Srikandang
15. Air Terjun Gantungan, di Tanjung
16. Air Terjun Nyamplungan, di Karimunjawa
17. Air Terjun Pancuran, di Somosari
18. Air Terjun Watu Bantal Susun, di Somosari
19. Air Terjun Nongko Pace, di Somosari
Ekspedisi mencari rute menuju Banyu Anjlok bersama Folkom Jepara
20. Air Terjun Banyu Anjlok, di Somosari
21. Air Terjun Dung Paso, di Somosari
22. Air Terjun Segorolebu, di Somosari
23. Air Terjun Curug Kemiri, di Damarwulan
24. Air Terjun Curug Kyai Buku, di Damarwulan
25. Air Terjun Karang Nongko, di Banyumanis
26. Air Terjun Grenjengan, di Banyumanis
27. Air Terjun Statah, di Batealit
28. Air Terjun Cabe, di Batealit
29. Air Terjun Seberuk, di Batealit
30. Air Terjun Jenggureng, di Sumanding
31. Air Terjun Mloso Indah, di Sukodono
32. Air Terjun Ngipik Indah, di Langon
33. Air Terjun Grojokan Wergol, di Reguklampitan

Sebagian besar air terjun di atas siap dieksplor ketika musim penghujan. Di musim kemarau, hanya beberapa saja yang airnya tetap deras. Bukit dan kaki gunung Muria memang sangat kaya akan sumber air.

Bagaimana dengan wisata pantainya? Berikut daftarnya 
(selain Kepulauan Karimunjawa di Karimunjawa):
1. Pulau Panjang
2. Pulau Mandalika, di Ujungwatu
3. Pantai Kartini, di Bulu
4. Pantai Tirto Samodra, di Bandengan
5. Pantai Empu Rancak, di Karanggondang
6. Pantai Blebak, di Sekuro
7. Pantai Pecatu, di Banyumanis
8. Pantai Ombak Mati, di Bondo
9. Pantai Pailus, di Karanggondang
10. Pantai Tegalsambi, di Tegalsambi

Destin & Binbin bermain di pantai Teluk Awur Jepara
11. Pantai Teluk Awur, di Telukawur
12. Pantai Semat, di Semat
13. Pantai Metawar, di Ujungwatu
14. Pantai Pungkruk, di Mororejo
15. Pantai Suweru, di Balong
16. Pantai Bayuran, di Tubanan
17. Pantai Beringin, di Bumiharjo
18. Pantai Sekembu, di Mulyoharjo
19. Pantai Mbah Sirah, di Semat
20. Pantai Lemah Abang, di Balong
21. Pantai Ketepeng, di Bandungharjo
22. Pantai Ujung Piring, di Sekuro
23. Pantai Tanjung Njelamun, di Balong
24. Pantai Pelayaran, di Karangkebagusan

Masih ada lagi danau kecil, telaga, kedung dan belik di sekitar sini. Daftarnya yaitu:   
1. Belik Bidadari dan Jaka Tarub, di Daren
2. Shenden, di Mulyoharjo
3. Kedung Plumpang, di Tanjung
4. Kedung Gong, di Plajan
5. Ngembes Putri Cina, di Banyumanis
6. Bongpes, di Gerdu
7. Waduk Punden, di Gemulung
8. Waduk Klebut, di Jerukwangi
9. Telaga Sejuta Akar, di Bondo
10. Danau Blingoh, di Blingoh
Danau Bligoh Donorejo Jepara - Foto pinjam Ngluyur Mania
Semua daftar di atas adalah wisata alam yang masih asli. Sebagian besar gratis dikunjungi. Kita hanya membayar titip motor Rp 5000 dan atau mobil Rp 20.000,-. Siapkan perbekalan makan dan perbekalan tracking di jalan setapak atau hutan kecil. Mengasyikkan sekali. Destin dan Binbin sangat senang jika diajak berwisata alam. Jalan kaki 1 atau 2 jam? Kecilll… mereka bahkan kuat diajak ekspedisi ke Candi Angin yang berada di dekat puncak gunung Muria.

Ketika berwisata alam bersama anak, saya punya daftar bawaan yang tak boleh ketinggalan. Sebenarnya sederhana, tapi sangat penting karena menjadi perlindungan pertama. Berikut ini tips mengajak anak berwisata alam (di sekitar Jepara) ala saya tanpa khawatir demam:

1. Cari informasi wisata alam yang aman bagi anak. Saya lebih sering piknik ke alam bersama sahabat dari Ngluyur Mania dan Folkom Jepara. Dari mereka saya punya alternatif wisata alam, bahkan teman jalan-jalan.

2. Perhatikan jarak tempuh menuju lokasi, jangan terlalu berat bagi anak. Fokus jalan-jalan adalah menyenangkan dan mengenalkan alam pada anak, bukan wisata pribadi orang tua.

3. Beritahu anak rencana perjalanan beberapa hari sebelumnya. Jika ada foto, bisa ditunjukkan untuk menumbuhkan ketertarikan mereka. Saya juga memberitahu jarak tempuh dan apa yang bisa dilakukan di sana. Biasanya, amak-anak senang dilibatkan dalam perencanaan perjalanan.

4. Bebaskan anak dari tas atau bawaan, kecuali perjalanan jauh dan mereka perlu membawanya. Saya selalu membiarkan mereka bebas dari bawaan. Dengan demikian, langkah mereka lebih ringan dan tak ada kesempatan lengah yang disebabkan barang bawaan. Khusus Si Sulung yang berusia 12 tahun, jika jalanan landai, ia bisa membantu membawa tas. 

Bebaskan anak dari kewajiban membawa barang bawaan jika perjalanan cukup berat
5. Menyiapkan perbekalan piknik bersama anak. Berikut ini daftar bawaan wajib saya:
  • Pakaian yang dibawa anak; kaos, celana kain (panjang atau pendek, jaket, sepatu atau sepatu sandal, baju ganti dan handuk. Pakaian yang dipakai orang tua juga sama.
  •  Air mineral beberapa liter, sesuai jarak tempuh.
  • Makanan ringan yang manis dan gurih. Makanan ringan manis mengembalikan energi dengan cepat. Makanan ringan gurih adalah selera saya. Jadi, saya bawa dua-duanya.
  • Makanan agak berat seperti roti (kadang saya membawa nasi lauk ayam kremes pesanan anak). Khusus makanan, saya menyesuaikan karakteristik destinasi wisata. 
  • Jas hujan sebagai cadangan alas duduk dan sangat berguna saat hujan .
  • 2 tas punggung dengan tambahan raincoat agar bisa berbagi beban dengan suami.
  • P3K sederhana seperti lotion anti nyamuk, obat merah, dan Tempra yang cepat turunkan demam.
  • Tissu, gelas plastik, sendok makan.
  • HP dengan Kamera, kabel charger dan powerbank. Tongsis jika diperlukan.
  • Beberapa kantong plastik kosong untuk pakaian kotor, wadah sampah, dan keperluan mendesak. Minimal bawa 5 buah. 

Semua barang bawaan dibagi 2 tidak sama rata. Sesuai kebutuhan. Dan yang terpenting, bawaan suami lebih berat dan di dalam kedua tas ada air minum dan snack ringan. ;)

Berwisata keluarga di alam bisa menjadi agenda yang ditunggu-tunggu anak. Destin dan Binbin sangat menyukainya. Saya dan suami juga bisa menuntaskan rasa penasaran akan keindahan alam Jepara. Kami sengaja membawa anak-anak, dengan berbagai alasan positif. Tentu saja, kami memiliki standar keamanan bagi anak-anak ketika berada di alam.

Tempra - obat turun panas anak yang bekerja langsung di pusat panas
Salah satu musuh kesehatan anak adalah demam. Apalagi pasca bermain air sepuasnya. Meski tidak selalu diikuti demam, tapi sebagai ibu yang berusaha cerdas bagi keluarga, saya selalu mempunyai obat penurun demam yang mengandung paracetamol. Pilihan utama saya adalah Tempra Forte yang bekerja langsung di pusat panas. Sebagai obat cadangan, saya memilih kemasan 30 ml. Kemasan kecil dan praktis ini mengurangi kecemasan saya jika Destin atau Binbin mendadak demam. Pasca berendam terlalu lama, atau kegiatan bermain sehari-hari seperti bersepeda keliling kampung tanpa terlalu memikirkan cuaca terik atau hujan. 

Banyak orang tua yang mudah panik jika anak demam. Padahal, dokter sendiri sudah menghimbau agar mengatasi demam secara mandiri di rumah dahulu sebelum membawa ke dokter. Setidaknya, obati demam anak di rumah dengan Tempra selama dua hari. Jika demam belum turun, segera bawa ke dokter dan beritahu apa saja upaya kita selam dua hari ini. Ketika Si Sulung masih bayi, saya termasuk orang tua muda yang mudah panik. Makin ke sini, saya makin tenang. Apalagi di rumah saya sudah punya obat terpercaya yang direkomendasi dokter secara turun-temurun. Makanya, saya percaya. Tempra aman bagi anak, dan tidak mengiritasi lambung. Kandungan parasetamol-nya aman dan disesuaikan kebutuhan anak sesuai usia. Di tutupnya terdapat takaran mulai 2,5 ml sampai 15 ml dan ada penjelasan berapa takaran yang tepat sesuai usia - berat badan anak. Bagi teman-teman yang memiliki anak kecil di rumah, bisa menyediakan penurun demam yang satu ini sesuai usia anak. Ada 3 macam Tempra, yaitu:
  1. 1. Tempra drop 15 ml yang mengandung 80 mg (0,8 ml) untuk bayi di bawah 2 tahun
  2. 2. Tempra syrup 30, 60, dan 100 ml yang mengandung 160 mg/5 ml (1 sendok) untuk anak-anak usia 2-5 tahun.
  3. 3. Tempra forte 30 dan 60 ml yang mengandung 250 mg/5 ml (1 sendok) untuk anak usia 5 tahun ke atas.

Tempra memiliki rasa yang disukai anak-anak. Destin senang minum obat ini. Saat ini ia terkena demam akibat batuk pilek. Adiknya juga suka dan berkali-kali mencoba membuka sendiri, namun tak bisa. Tempra memiliki kemasan yang aman berbentuk CRC (Child Resistant Cap) untuk mencegah anak kecil minum sendiri. CRC membuat anak kesulitan membuka tutup botol sendiri. Ada sistem tekan dan putar dengan tepat sebelum benar-benar terbuka. Melihat anak membuka bisa jadi hiburan tersendiri, hihihi....

Tempra menjadi pilihan para ibu muslimah karena tidak mengandung alkohol. Kita bisa mengecek kandungannya di kardus obat. Keterangan bebas alkohol membuat saya mempercayainya sebagai obat keluarga. Bisa jadi solusi praktis jika anak tiba-tiba demam. Untuk demam ringan, penanganan saya masih berupa perbanyak minum air putih dan istirahat, jika dua cara ini tak berhasil, baru minum Tempra. Nah, jika setelah 2 hari tak juga turun, harus segera ke dokter anak terdekat. Begitulah prosedur yang diajarkan oleh dokter pada kami.


Ada kabar gembira di bulan Oktober ini. Ada Tempra harga spesial di beberapa toko yang terdekat dengan kita. Info lengkapnya di One Thousand Smile, ya. Sudah musim hujan, anak-anak sering curi-curi kesempatan tuk berhujan-hujanan atau bermain air. Jangan khawatir, sediakan selalu Tempra di rumah. Ada video menarik tentang asyiknya bermain hujan:


Yuk.. kita liburan ceria ke alam bersama anaka tanpa khawatir demam...

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Taisho


Share:

43 comments:

  1. Hwehh... tempat air terjunnya banyak banget mbak. Itu dah dikunjungi smuanyah kah? huheee
    aku mau dong klo ke Jepara ajak piknik ke Air terjun, hhee

    Siapkan Tempra selalu buat jaga klo anak lgi demam ya mbak. Apalgi musim hujan kayak gini hee

    ReplyDelete
    Replies
    1. Baru 5 air terjun dan beberapa pantai, nih. Baru mulai Maret 2016. Hahahaha

      Delete
  2. Mbaaaak.... aku makin mupeng pangen ke Jepara.
    Semoga nanti meski udah punya anak masih bakal rajin ngebolang. Jadi tips aman bawa anak-anak traveling adalah jangan panik dan ga lupa bawa obat-obatan ya?! Baiklah, akan aku ingat itu nanti. Stock Tempra harus selalu tersedia

    ReplyDelete
  3. Hwaa,,buanyak bgt wisata alamnya mbk,,aku paling br berapa pantainya,,itu danau blingoh di jepara sblh mana ya mba? Aslinya sebagus foto itu kah? Aksesnya? Critain dong mba,,Jd penasaran

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku juga baru beberapa Mbak, belum banyak. Coba gabung di komunitas Wisata Jepara atau Ngluyur Mania. Bebas tanya arah di sana.

      Delete
  4. anakku juga cocok sm tempra mbak...meski sekrang udah gede2

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah... memang cepat redakan sakit

      Delete
  5. Waah ternyata di Jepara byk objek wisata yg menarik ya Mba, baru tau nih... Kl ada waktu & rejeki insha Allah mampir ah

    ReplyDelete
  6. as always.. tipsnya komplit sekali mbak. Aku sebetulnya ingin menjelajah Jepara, tapi takut kalau jalurnya setapak jadi ya gimana ya mbak.. secara Han masih suka gendongan jadi aras2en ngajak piknik yg berbau adventure

    ReplyDelete
  7. Banyak ternyata ya, wisata di Jepara. Kalau air terjun, saya baru pernah ke Songgo Langit. Kalau pantai, di Pantai Kartini, Pulau Panjang, sama Mpu Rancak. Yg dekat Pati Utara (lebih dekat rumah saya, Mbak), saya pernah ke Benteng Portugis sama Pantai Gua Manik. :)

    ReplyDelete
  8. Waah, asyik ya, ada komunitas jalan-jalan Jepara. Ada jadwalnya pula. Jadi gak perlu bingung kalau mau pergi berlibur ya.
    Eh, saya penasaran sama Danau Blingoh, Mbak.

    ReplyDelete
  9. Wih..buanyaknyaaa aiiirrr.. (Ala upin ipin)
    Banyak amat sih destinasi wisata air di Jepara..pantesaaan IGnya penuh dg air terjun. Dan aku percayaaa deh sama tipsnya. Traveller gitu loh..:D

    ReplyDelete
  10. Seru ya mbak main air sama anak - anak. Duh jadi pengen ke Jepara :')

    ReplyDelete
  11. Seneng ya Mbak kalau sekeluarga kompak gitu. lah suami saya diajak ke Air terjun bilangnya takut longsor. *padahal emang males jalan*

    Jadi mupeng pingin ke Jepara :)

    ReplyDelete
  12. Wuih... Banyak juga ya tempat wisata di sekitar Jepara. Baru tahu deh. Btw, sehat-sehat selalu ya, dek. Sayang banget tempat wisata yang banyak itu kalo gak dikunjungi cuma gara-gara demam. :)

    ReplyDelete
  13. Mengajak anak2 berwisata ke alam menurutku lebih seru Mba.. Karena kita bisa mengenalkan si anak dengan alam dan lingkungan.. Juga bisa mengedukasi si anak agar lebih mencintai alam..

    ReplyDelete
  14. banyak banget air terjunnya ...

    ReplyDelete
  15. Aku jg selalu bawa tempra klo pergi2 mba

    ReplyDelete
  16. Mbaaak baru tau kalau Jepara mempunyai 33 air terjun.Waah kapan kapan harus majn ke salah satu air terjunnya nih. By the way Tempra memang menjadi pilihanku mbak karena bebas alkohol.

    ReplyDelete
  17. Kebetulan dek Ranu badannya panas mulai tadi malam gegara kmrn seharian kurang minum, aktif bermain di outdoor dan tidak tidur siang. Kalo udah spt itu biasanya panas menyerang. Ok Tempra recomended bgt deh ya, kebetulan depan kantor ada apotik yg menyediakan Tempra. Terimakasih...

    ReplyDelete
  18. Mau bookmark ah kapan-kapan kalau ke Jepara mau mampir ke air terjun itu. :)

    ReplyDelete
  19. luar biasa, saya terinspirasi sekali..
    Menjadi ibu rumah tangga sekaligus blogger.. Smoga mba susi mau ajarkan ilmunya ke saya ^_^ postingannya keren2

    ReplyDelete
  20. Kemarin Jumat takziah ke Jepara, Jepara memang indah ya :-D
    Untung ada tempra, jadi aman deh anak-anak ya Mba.

    ReplyDelete
  21. banyak juga tmpt wisatanya di Jepara :)

    ReplyDelete
  22. Tempra ni juga jadi andalanku mbak, alasane utamane karena nin alkohol. Dan Alhamdulillah hana yo cocok.

    ReplyDelete
  23. Mam, anak bisa diajak ke air terjun usia berapa ya? Si K pengen kuajak mbolang, tapi masih khawatir dg daya tahan tubuhnya, secara kalo ke air terjun medannya wow banget,

    ReplyDelete
  24. Tempat wisata masih asli ini plus minus ya mba, di satu sisi keasriannya terjaga, tiket masuk masih murah bahkan beberapa nggak perlu menggunakan tiket masuk.

    Tapi iu tadi, fasilitas tentunya masih minim. Karenanya perbekalan seperti P3K ini perlu banget dibawa :)

    ReplyDelete
  25. Wah ternyata Jepara punya tempat wisata yang banyak banget, oh iya rencana mau ngajak keponakan jalan-jalan, eh nemu tipsnya mbak Susi, makasih ya mbak

    ReplyDelete
  26. Waw banyak wisata air terjun ya, dan murah pula tiket masuknya.

    ReplyDelete
  27. Wooooow... keren yah Jepara. Anak-anak pasti suka nih kalau liburan ke sini, pada doyan main air :)

    ReplyDelete
  28. Jepara itu mitip sama Malang ya mbak segala wisata alam tersedia, air terjun, pantai, pemandian alam, gunung... lengkap pokoe

    ReplyDelete
  29. Kenapa di Mlonggo gaada air terjun ya, adanya pantai hehe. Salam kenal mbak Susi. Saya juga masih di Jepara ini, belum pindah-pindah.

    ReplyDelete
  30. Jadi mupeng mau ke Jepara sama Salfa. Kapan-kapan diagendakan. Semoga tidak lupa bawa Tempra.

    ReplyDelete
  31. Pernah ke Jepara tp blm ngajak anak.. pengen deh kpn2 kesana ngajakin anak2 juga

    ReplyDelete
  32. Jepara banyak tempat wisatanya ya mbak. Indah dan menakjubkan, jadi senang mengajak serta anak2 untuk berwisata

    ReplyDelete
  33. Keren wisata alamnya. Banyak ya mba tempat wisata di jepara

    ReplyDelete
  34. Ah, senengnya bisa wisata alam gitu.

    ReplyDelete
  35. waw...Jepara banyak banget air terjunnya.... :) Semoga anak-anak selalu sehat dan siap diajak ngebolang jelajah air terjun ya mbak :)

    ReplyDelete
  36. Huaaaa, banyak banget listnya Mbak. Blm pernah ke Jepara, semoga suatu hari nanti bisa main ke Jepara. Mupeng lihat tempat2 wisatanya itu Mbak.

    Anyway thanks info dan tipsnya Mbak.
    Good luck ya lombanya ;)

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkenan meninggalkan jejak di sini. Mohon tidak memasang iklan atau link hidup di sini. :)

Sahabat Susindra